
Mobil melaju cukup cepat hingga akhirnya berhenti di sebuah butiq ternama di kota kami.
"Ayo turun ..!"
Ajak David.
"Kenapa di sini?"
Tanyaku bingung.
"Karena tidak disana.."
Jawab David seolah ingin bercanda tapi terdengar garing.
Tidak lucu duda gila....
Ejek ku dalam hati.
"Bukannya kita mau jemput Rima?"
Tanyaku bawel.
"Masih ada waktu satu jam lagi untuk menjemput Rima,sambil menunggu kita ke sini dulu."
Perintah David yang kemudian turun dari mobil dan memasuki butiq mewah itu dan di susul oleh ku.
Harus ku akui,David memang punya selera fashion yang bagus dalam hal memilih tempat berbelanja.Ya...namanya juga big boss selera tempat belanjanya harus sesuai dengan nama besarnya juga.Hiks....
"Pilihlah gaun yang paling cantik yang ada di sini,tidak masalah meskipun itu gaun yang paling mahal yang ada di butiq ini.Aku ingin kau terlihat layaknya seorang istri CEO dalam pertemuan nanti malam."
Kata David begitu sombongnya.
waduh....sialan si duda sombong ini,memangnya selama ini aku terlihat seperti siapa nya?...
Pembantunya...?'
Dasar duda sombong gila,angkuh,ciih....
Kataku memaki dalam hati.
"Kenapa sangat berlebihan seperti ini?"
"Ini kan hanya pertemuan biasa?"
tanya ku lagi.
"Menurutmu....tapi tidak menurutku."
"Sudah jangan banyak tanya pilih lah gaun seperti yang ku katakan tadi,ada karyawan butiq yang akan membantu mu."
"Pastikan gaun yang kau pilih busana hijab dan membuatmu pantas terlihat menjadi istri seorang CEO."
Perintah David dengan sejuta kesombongannya seolah dia ingin mengatakan pada dunia " seperti aku istri seorang CEO."
"Tapi menurutku,memakai pakaian apa pun,tanpa harus mengenakan gaun indah dan mewah,semua orang tau bahwa aku adalah istri seorang CEO David Putra Wijaya selama kau tetap berdiri di sampingku."
Kataku seolah membalas hinaan atau pujian yang di lontarkan David saat di mobil tadi.Kulihat senyuman dengan ekspresi geram di wajah David sebagai balasan dari perkataan ku tadi.Dan perdebatan pun berakhir saat aku akhirnya memutuskan menuruti apa yang di perintahkan David.
Gaun busana muslim yang mewah,mengenakan hijab, dengan harga super mahal yang tidak jadi masalah akhirnya ku dapatkan juga karena di bantu oleh salah satu karyawan butiq.Aku pun segera mencobanya karena harus menunjukkan nya pada David untuk bertanya apakah pilihan ku ini sudah cocok atau belum dengan apa yang dia inginkan.Berharap tidak akan ada komentar dari mulut David yang pedas,aku pun segera menemui David setelah memakai gaun mewah tersebut.
"Bagiamana?"
Tanyaku berdiri di hadapan David dengan gaun berwarna gold,hijab merah marun aku coba hadap ke kiri dan ke kanan untuk meminta pendapat David.
Ada sekitar lima menit David hanya terdiam menatapku dan hingga akhirnya dia mengatakan setuju dan cocok dengan pilihanku.
Aku pun menarik nafas panjang dan mengucap syukur,kalau tidak akan perlu waktu beberapa jam untuk berdebat hanya masalah gaun dan kami akan terlambat menjemput Rima.
"Kau menyukainya?"
__ADS_1
Tanya David.
"Ehm...selama kau menyukainya aku juga menyukainya."
"Ting.. .."
Jawabku sambil mengedipkan mata kananku seolah menggoda David dan kemudian aku pun pergi ke ruang ganti untuk mamakai pakaianku lagi.
David tersenyum senyum melihat ulahku begitu aku berbalik untuk pergi ke kamar ganti.
"Dasar wanita gila..."
Kata David tersenyum menggeleng gelengkan kepalanya.
"Nona,segera buat nota bon untuk semua barang yang di inginkan wanita itu,dan tambah kan ini nanti ke dalam nya tanpa harus dia tahu."
Perintah David kepada karyawan butiq bagian pembayaran sambil menunjuk salah satu tas bermerk yang terbilang mahal.
Akhirnya belanja belanja gaun mewah pun selesai.Entah kenapa persiapan yang di lakukan David untuk bertemu Arga hingga harus membeli gaun baru seolah seperti orang tua yang mempersiapkan anaknya untuk bertemu pria yang ingin di jodohkan untuk putrinya.hiks......
Tak lama kemudian kami pun tiba di tempat kursus Rima.Rima begitu girang karena melihat ku ikut menjemputnya.Sebab untuk pertama kalinya akhirnya kami bisa keluar bersama setelah dua Minggu lebih kaki ku cedera.
"Ibu Nai...kenapa ibu bisa ikut menjemputmu?"
"Apa ibu Nai sudah dinyatakan benar benar sembuh oleh dokter pribadi kesayangan ibu?"
Tanya Rima bawel dan tidak sengaja membuka julukan rahasia untuk David yang hanya aku dan Rima saja yang tau hal itu.
"Sssssttt......"
Kataku menutup mulut Rima memberikan kode.Tapi sayang,David terlanjur mendengarnya.
"Dokter pribadi kesayangan?"
Tanya David curiga dan mengernyitkan dahinya.
"Haah....?'
Jawabku masih menutup mulut Rima dan menggendongnya masuk ke dalam mobil.Dan di susul oleh David.
"Ahahahaa....."
Rima tak kuasa menahan tawanya.
Dan aku pun meringis memohon pada Rima agar tidak mengatakan hal itu lagi di depan David.
"Please....."
Kataku dengan mengatupkan kedua tanganku di depan Rima memohon.
"Baiklah....."
"Maafkan aku ibu Nai karen hampir saja membocorkan rahasia kita."
Kata Rima berbisik bisik.
David yang ternyata masih mengawasi kami semakin curiga.
"Rima sayang..."
Panggil David.
"Apa kau tahu hari ini ibu Nai berbelanja bersama ayah di butiq langganan kita."
Kata David seperti mencoba trik agar Rima mau buka mulut atas rahasia yang sudah samar terdengar David.
"Wow....benarkah?"
Kata Rima takjub.
__ADS_1
Sepertinya si duda sombong ini sedang merencanakan sesuatu.Kenapa sampai harus dia bercerita kami juga pergi berbelanja.
Pikirku dalam hati menaruh curiga.
Aku hanya tersenyum meringis dan mengangguk sambil menjawab pertanyaan Rima.
"Lalu ibu Nai beli apa?"
Tanya Rima kepo.
"Gaun yang sangat cantik."
Jawab David.Seolah menjadi perantara dari penyambung lidahku untuk menjawab semua pertanyaan Rima.
"Wow ....benarkah?"
"Dimana gaun nya ayah?"
"Aku ingin melihatnya."
Pinta Rima penasaran.
"Tentu saja sayang,selain itu ayah juga telah membelikan sesuatu untuk ibu Nai yang dia juga belum tahu."
Kata David.
"Gllek..,"
Aku terkejut hingga menelan ludahku.
"Wah.....menyenangkan sekali."
"Lalu apa yang ayah belikan untuk ibu Nai ?"
Tanya Rima semakin kepo.
"Rahasia....."
Jawab David sok imut.
"Aaa......ayah..."
"Katakan padaku...."
Rengek Rima sambil menarik narik lengan baju kemeja David yang sedang duduk di depan tepat di sebelah pak supir.
"Haha....kau sangat ingin tahu?"
Tanya David.
"Tentu saja...."
Jawab Rima.
"Ayah akan memberitahumu tapi dengan satu syarat!"
Kata David yang hampir sukses dengan trik nya.
"Baiklah..."
"Apa syaratnya...?"
Tantang Rima.
"Ceritakan pada ayah ada rahasia apa di antara kalian berdua?"
"Dan siapa dokter kesayangan yang kalian bicarakan tadi."
Kata david mengajukan syarat jika Rima ingin tahu apa yang dia belikan untuk ku bahkan aku pun tidak mengetahuinya.
__ADS_1
Bersambung......