Duda Sombong Pilihan Ayah

Duda Sombong Pilihan Ayah
Bab 79....


__ADS_3

Sepanjang berjalan menyusuri anak tangga menuju kamar aku berpikir keras mencari tahu hal apa yang membuat david cemburu.Menginngat kata cemburu seketika aku pun langsung teringat dengan rencana ku yang langsung mengingatkan ku pada Arga dan keakraban kami tadi.


Satu sisi aku merasa senang karena itu berarti aku berhasil membuat David cemburu,tapi di sisi lain aku masih tidak percaya jika rasa cemburu mampu membuat David sampai demam tinggi.Ku cepatkan langkah karena aku ingin memeriksa keadaan David setelah minum obat yang di berikan dokter Ipnu.


Ku buka pintu kamar secara perlahan saat aku masuk ke kamar,ku lihat david tidur begitu nyenyak.dengan pelan aku pun berjalan mendekatinya,lalu aku duduk tepat di depannya dimana dia berbaring menghadap sisi kiri tempat tidur.


Wajah tampan david terlihat begitu teduh saat dia tidur.Aku pun memegang dahinya untuk memeriksa suhu tubuhnya apakah panasnya sudah turun atau belum.


"Allhamdulillah....."


"Demamnya sudah mulai turun."


Kataku mengucap syukur karena keadaan David mulai membaik.Namum aku tetap saja memandangi wajah David.Wajah polosnya membuat aku merasa bersalah karena rencanaku yang ingin membuat David cemburu.


"Sampai separah ini kah rasa cemburu mu hingga membuatmu demam tinggi?"


"Lalu kenapa kau tidak mengatakan nya jika kau cemburu."


"Andai saja kau katakan bahwa kau cemburu saat melihat aku dengan Arga bercengkrama pasti aku akan menghindarinya."


"Tapi....kau terlalu sombong untuk mengakui rasa cemburu mu."


"Aku sudah belajar membuka hati untuk mu,sekali pun aku tahu pasti ini sulit untuk ku,namun kabaikan mu mampu membuat aku yakin bahwa kau adalah pria yang di kirim Tuhan untuk menyembuhkan luka di hatiku."


"Dan aku yakin kai jiga mulai memeliki raea yang sama pada ku."


"Tapi kenapa David...?"


"Kenapa kau begitu sulit untuk mengakuinya."


"Bahkan kau rela menahan sakit hingga menggigil demam karena menutupi perasaan yang tidak ingin kau akui."


Kataku bertanya tanya dan mengungkapkan isi hatiku pada david yang tertidur begitu nyenyak sambil mengelus elus pipi David.


Karena malam semakin larut ,rasa kantuk juga sudah menyerang aku pun memutuskan untuk tidur dan merebahkan tubuhku tepat di sebelah David.Tak lama beberapa menit saat aku mulai tertidur,tiba tiba David kembali gelisah,tetesan keringat dingin mengucur ke seluruh tubuhnya.Dan kegelisahan david yang selalu bergerak hingga mengigau membuat aku terbangun dari tidur ku.


"David...David...."


Panggilku menepuk nepuk pelan pipi david.


"Jangan tinggal kan aku....jangan pergi....Aku tidak mau sendirian lagi...."


"Jangan tinggal kan aku...jangan pergi lagi....!"


David teriak teriak mengigau.


"David....David...."


Panggilku langsung memeluknya agar dia tenang.

__ADS_1


"Jangan pergi....jangan tinggalkan aku lagi..."


Teriak David kembali yang terdengar sedikit lebih tenang dengan nada menangis dan mata yang tetap terpejam.


"Hei....tenanglah..."


"Aku tidak akan pergi kemana mana."


"Aku akan selalu di sini menamanimu."


"Tenanglah dan tidurlah...."


Bujuk ku menenangkan David yang memelukku begitu erat seoalah takut di tinggalkan.


Aku semakin bersalah melihat keadaan ini jika memang benar apa yang di katakan Dokter Ipnu.Tapi kenapa sampai seperti ini jika ini karena rasa cemburu.Dengan rasa penasaran aku pun kembali menghubungi Dokter Ipnu untuk menceritakan keadaan David barusan.


"Ya Halo Naima..."


Jawab Dokter Ipnu mengangkat panggilan teleponku.


"Halo Dokter,apakah anda sudah sampai di rumah?"


Tanyaku berbasa basi.


"Ya Naima,aku baru saja memarkirkan mobil."


"Sekali lagi saya minta maaf dokter jika mengganggu,tapi ada hal penting yang ingin saya tanyakan tentang David."


"Apakah saya mengganggu jam istirahat dokter?"


Tanya ku merasa tidak enak.


"Hehe...."


"Santai saja Naima,untuk kalian waktu ku pasti ada."


"Katakan lah,bagaimana keadaan David sekarang?"


Jawab dokter Ipnu.


"Dokter apa yang melatar belakangi keadaan David hingga seperti sekarang ini?"


Tanyaku.


"Maksudnya?"


Tanya dokter Ipnu kembali.


Dan aku pun langsung menceritakan kejadian yang barusan terjadi.Dan maksudnya adalah kenapa rasa cemburu membuat David seolah menjadi seseorang yang sangat ketakutan bahkan hingga mengalami demam tinggi.

__ADS_1


"Oo...."


"Sebelum aku ceritakan apa alasanya,aku mau tanya terlebih dahulu apa Naima sudah ingat ada kejadian apa seharian ini yang terlihat oleh David?"


Tanya dokter Ipnu kembali.


"Sudah Dok..."


Jawabku,dan kemudian menceritakan masa lalu ku yaitu Arga dan kini aku harus terhubung kembali dengan Arga karena alasan pekerjaan dan itu pun karena perintah David.


"Wah wah....ternyata benar dugaan ku."


Kata dokter Ipnu setelah mendengar ceritaku.


"Jadi dok,kenapa bisa seperti ini?"


"Apakah dulu David pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya?"


"Lalu bagaimana penanganan nya?"


Tanyaku gelisah.


"Ini semua di latar belakangi oleh masa lalu David yang begitu menyedihkan."


Kata dokter Ipnue mulai menceritakan.


"Mungkin kau pernah dengar nama Sahira yaitu ibu kandungnya Rima atau yang lebih tepatnya mantan istri David?"


Tanya dokter Ipnu.


"Ya dok aku pernah dengar,tapi sejauh aku menjadi istrinya david tidak pernah menceritakan masa lalunya.Bahkan aku tidak pernah bertanya."


Jawabku.


"Dulu David begitu mencintai Sahira,bahkan dia siap bekerja keras pekerjaan apa pun asalkan halal demi bisa memenuhi keinginan Sahira.Tapi Sahira adalah wanita yang matre yang tidak pernah bersyukur dengan apa yang dia miliki termasuk memiliki suami yang baik seperti David.Hingga akhirnya Sahira tergoda dengan pria kaya raya yaitu Arya yang sekarang telah menjadi saingan kuat David dalam berbisnis.Sebenarnya sebelum Sahira pergi meninggalkan rumah,David sudah mengetahui perselingkuhan mereka.Tapi karena begitu cintanya David pada Sahira dia menutup mata dan telinganya tentang berita perselingkuhan itu.Baginya selama Sahira masih tinggal bersama dengan nya itu sudah lebih dari cukup di tambah lagi kondisi Sahira yang sedang mengandung Rima saat itu dijadikan David alasan untuk bertahan meskipun kedua mata kepala nya sendiri pernah menyaksikan Sahira sedang bercumbu di sebuah kamar hotel bersama Arya."


"Saat itu aku yang sedang menghadiri seminar di hotel yang sama,tidak senagaja bertemu dengan David yang keadaan nya sangat kacau sekali.Lalu aku mengajaknya ke kamar ku untuk menenangkan diri.Dengan menggeletar David menceritakan setiap detail yang dia lihat saat Arya menyentuh setiap lekuk tubuh Sahira dan mencumbunya.Dia begitu sakit dan cemburu saat miliknya di sentuh oleh pria lain.Api cemburu yang berkobar di hatinya sebenarnya telah membersihkan niat di hatinya untuk menghabisi mereka.Tapi semua itu harus dia tahan karena saat itu kondisi Sahira sedang mengandung Rima.Akhirnya David pun coba berdamai dan memilih pergi meninggalkan kamar itu.Dan tak tahan menahan rasa sakit hingga akhirnya di malam itu juga David demam tinggi dan aku pun segera melarikan nya ke rumah sakit."


"Ke esokan paginya ku lihat Sahira datang menjenguk David dengan segala sandiwaranya,dan seperti yang ketahui sekarang David mampu menyembunyikan apa pun di balik wajah cool nya,dan seperti itulah dia menyembunyikan fakta yang dia ketahui dari Sahira.David takut jika dia meminta Sahira jujur,dia akan pergi bersama anak yang di kandung nya juga.Jadi oleh sebab itu David menahan semuanya di balik senyuman nya."


"Hingga akhirnya Sahira melahirkan Rima perselingkuhan itu terus berlanjut yang sampai pada akhirnya Sahira sendiri yang pergi meninggalkan David dan Rima di kala itu masih bayi ,dengan alasan tidak bisa melanjutkan hidup dengan David yang hanya seorang pemilik toko supermarket dan lebih memilih Arya seorang pengusaha kaya raya saat itu."


"Kejadian itu membuat David betul betul hancur dan terpuruk bahkan setiap kali dia teringat saat mereka bercumbu,api cemburu yang membakar hati David seketika membuat keadaan David lemah dan akhirnya demam tinggi.Hal itu terus terulang sampai tahun kedua kepergian Sahira dan akhirnya rasa sakit membuat David menjadi pria yang tidak punya hati dan kebencian menjadi motivasi untuk David bangkit dari keterpurukan dan menjadikannya pebisnis yang sukses hingga seperti sekarang."


Kata Dokter Ipnu sabagai kalimat terakhir dari cerita nya tentang masa lalu David.


Tanpa sadar selama dokter Ipnu bercerita Air mataku sudah bercucuran jatuh membasahi pipiku,seolah aku merasakan rasa sakit yang di alami David saat itu.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2