
Tak lama ayah yang ibu keluar dari dapur dan menyajikan makanan yang telah mereka masak spesial untuk menyambut kepulangan Rima.
"Tara.....makanan sudah siap..."
"Rima psti sudah laparkan?"
Sapa kakek nenek keluar dari dapur memebawa beberapa hidangan yang telah mereka buat sendiri.Kebetulan di kota tempat tinggal yang lama kami memiliki cafe kecil yang lumayan ramai pengunjung dan ayah ibulah juru masaknya.
"Ayah,ibu ....bagaimana bisa kalian ada disini?"
Tanyaku heran.
"Kejutan...."
Jawab mereka bersamaan.
"Sudah nanti saja pertanyaan nya,kalian pasti sudah laparkan?"
"Semua pertanyaan kalian akan di jawab sambil makan,ayo...ayo silahkan?"
Sambung ibu dan mengajak kami semua ke meja makan untuk santap siang,kebetulan kami tiba di rumah mendekati jam makan siang.
"Ayo...ayo...kita makan sekarang."
Ajak David yang seolah sudah tak canggung lagi memanjakan Rima dengan menggendongnya membawanya ke meja makan.
"Dan satu kejutan lagi buat Rima..."
"Tara.....susu coklat kocok kesukaan Rima spesial buatan ayah David."
Kata ayahku membawa segelas susu coklat dari dapur.Aku pun semakin terperangah mendengarnya.Aku merasa seolah Tuhan membisikkan langsung ke telinga David tentang semua keinginan Rima bahkan karangan cerita di rumah sakit tadi.
"Hei...Naima sayang,kenapa kau hanya berdiri saja di situ?"
"Kemarilah nak kita makan bersama sama."
Tegur ibu padaku yang sejak tadi hanya terdiam terperangah melihat sikap David yang sangat berubah tiga ratus enam puluh derajat terhadap Rima.Lalu aku pun duduk di sebelah kursi David yang sedang memegangi gelas susu yan sedang di minum Rima.
"Nah...ayo habiskan...!"
Kata David kepada Rima.
"Anak pintar..."
Pujian David kepada putri yang baru di akuinya hari ini karena telah meminum susunya sampai habis.
"Wah....ibu Nai susu kocok buatan ayah sangat lezat sama seperti buatan ibu Nai."
Kata Rima memuji David.Hanya dalam beberapa jam saja mereka sudah terlihat akrab.Dan Rima pun terlihat begitu senang sehingga rasa canggung yang terlihat di wajahnya tadi sirna.Aku dengan segala kebingungan ku berusaha tetap tersenyum meskipun ada seribu pertanyaan dalam kepalaku.
"Benarkah?"
"Wah...sayang sepertinya ibu Nai sudah tidak harus merawat mu lagi karena sudah ada ayah yang pandai membuat susu untuk mu."
Jawabku,seolah merasa tersaingi oleh David.
"Tidak..tidak,ibu Nai harus tetap di sini meskipun sudah ada ayah yang pandai membuat susu kocok,karena ayah belum tentu pandai menguncir rambutku seperti kunciran ibu Nai."
__ADS_1
Rengek Rima seolah ingin membuat keluarga yang normal dan bahagia dengan kedua orang tua yang saling mencintai meskipun itu tidak mungkin menurutku.
"Baiklah...putri ayah,cepat habiskan makanan mu Karena kau harus beristirahat dan minum obat.Benarkan?"
Bujuk David.
"Baiklah ayah.."
Rima pun segera menghabiskan makanan nya.
Setelah selesai makan aku pun langsung memberikan Rima obatnya.
"Baiklah tuan putri,makan siang selesai,susu kocok sudah habis,obat sudah di minum,sekarang saat nya tuan putri yang pintar ini untuk beristirahat dan ayah akan mengantarmu ke kamar ."
Ajak David.
"Dengan menggendongku?"
Tanya Rima.
"Tentu saja,karena tuan putri baru sembuh dari sakit maka ayahmu ini tidak akan membiarkan kau berjalan sendiri selangkah pun."
Jawab David membantu Rima berdiri dari bangku nya sebelum menggendongnya.
"Ayah,bolehkah aku tidur di pelukan ayah?"
"Sejak kecil aku ingin sekali merasakan pelukkan ayah."
Permohonan Rima yang membuat kami semua terharu mendengarnya bahkan David pun tidak lagi mengatakan apa pun.Dengan Mata yang berkaca kaca David mengecup dahi Rima dengan durasi yang cukup lama serta satu kedipan membuat air matanya menetes tanpa berbicara dia langsung menggendong Rima dan membawa Rima ke kamarnya.
Ternyata di balik kesombongan dan keegoisannya si duda ini masih memiliki sisi lembut juga yang tidak aku ketahui.
"Hem...besanku (Panggilan ibu mertua untuk ibuku)masakan mu enak sekali."
Puji ibu mertua yang berusaha membuka obrolan baru di meja makan setelah cukup lama kami semua terdiam melihat drama antara David dan Rima.
"Ya...tentu saja ,semua ini spesial kami buat di hari yang spesial ini."
Jawab ibu.
"Hari yang spesial?"
"Maksudnya?"
Tanya kami bersamaan.
"Ya...hari ini terasa spesial untuk kita semua melihat perubahan sikap David terhadap Rima jika di bandingkan hari hari sebelumnya,pasti kalian setuju kan dengan pemikiranku ini?"
Kata ibu meminta pendapat kami tentang sikap David.
"Ya...benar ibu,tapi apa hubungan ayah dan ibu hingga memasak,hari spesial dengan perubahan sikap David?"
Tanyaku heran.
"Ya ..sebenarnya,tadi kami ingin menyusul kalian ke rumah sakit,hanya saja ketika kami sedang mengunci pintu sebelum pergi,tiba tiba David datang menghampiri kami mengatakan bahwa Rima akan pulang dari rumah sakit dan dia meminta kami untuk membantunya membuat persiapan untuk menyambut kepulangan Rima,seperti mendekorasi rumah dengan hiasan dan memasak semua makanan yang di sukai Rima."
Cerita ibu yang menjelaskan alasan kenapa mereka terlibat dalam kejutan yang telah di buat David.
__ADS_1
"Lalu....?"
Tanyaku penasaran.
"Tadinya kami juga terkejut dan heran kenapa David begitu peduli terhadap Rima,karena yang kami tahu selama ini David begitu dingin terhadap Rima bahkan ragu mengatakan jika Rima putri kandungnya.Tapi melihat antusias David ingin memberikan kejutan kepada Rima kami pun berfikir kenapa tidak kami juga terlibat dalam rencana kejutan penyambutan ini.Dan akhirnya kami setuju membantu David ayah dan ibu bagian memasak David bagian dekorasi.Setelah sepakat akhirnya David pun memanggil team dekor untuk mendekor rumah,kami memasak dan David mbuat susu kocok.Dan rencana berhasil...."
Cerita ibu begitu senang.
Sudah ku duga,pasti bukan dia yang melakukan ini semua,karena aku tahu tidak ada yang bisa dilakukan si duda sombong ini selain marah marah dan mengeluh.Ya...tapi lumayan lah setidaknya dia sudah berusaha untuk bisa membuat Rima senang dengan penyambutannya."
Pikirku dalam hati menilai David setelah mendengar cerita dari ibu.
"Ya...ampun terimakasih banyak besan kau sudah mau terlibat di rencana David ini."
Kata ibu mertua.
"Ya ampun bu Wijaya kenapa harus berterimakasih seperti itu,Rima kan cucu kami juga,kami pun sangat menyayanginya.Jika bisa membuat Rima bahagia kenapa tidak kami lakukan."
Jawab ibu.
"Ya...kau benar,tapi aku masih bingung apa yang membuat David bisa jadi berubah?"
Sama seperti aku,rasa penasaran juga belum pergi dari benak ibu mertua.
"Ehm..begini saja Naima sayang coba tolong kau cari tahu apa yang membuat David bisa bersikap seperti sekarang,ya...kau kan kan istri nya tidak sulit untuk mencari tau hal itu pasti."
Perintah ibu mertua,yang sebenarnya juga hal yang ingin aku lakukan.
Aku bukan istrinya,lebih tepatnya aku ini hanyalah ibu asuh bagi anaknya.mungkin saja perubahan yang terjadi pada nya karena dia salah minum obat.hehe....
Jawabku hanya dalam hati.
"Baiklah bu,ibu mertua,ayah dan ayah mertua,kalau begitu aku akan ke kamar dulu dan melihat apakah Rima sudah tidur atau belum".
Kataku untuk menghindari pertanyaan yang aneh aneh lagi dari para orang tua ini.
"Nai...jika dia belum tidur dan masih ingin bermain dengan ayahnya biarkan saja,karena sudah lama sekali Rima merindukan hal ini."
Kata ayah.
"Tidak bisa ayah,dokter menyarankan agar Rima harus banyak beriatirahat setelah di rumah agar cepat pulih."
Bantahku yang sangat protektif jika menyangkut tentang kesehatan Rima.
"Lihatlah seorang ibu yang sangat protektif kepada anaknya."
Ejek ayah kepada ku.
"Ehmm..ayah..aku hanya ingin yang terbaik untuk putriku."
Jawabku sambil meringis membenarkan pemikiranku.
"iya .iya ibu yang ideal,kami mengerti maksudmu.Sana lihatlah anak dan suami mu pastikan mereka sudah istirahat."
Kata ibu mertua yang juga ikut meledekku.
"Akh...ibu mertua!"
__ADS_1
Panggilku tersipu malu sambil pergi untuk melihat Rima seolah aku dan David pasangan yang harmonis,padahal selain Rima hanya ada perdebatan saja antar kami berdua.
Bersambung.....