Duda Sombong Pilihan Ayah

Duda Sombong Pilihan Ayah
Bab 37.….


__ADS_3

Tangisku pecah begitu aku berada di dalam taxi.Aku tak kuasa menahan air mata hingga akhirnya supir taxi yang ingin menayanyakan tujuan ku menyodorkan tissiu.


Masa laluku yang begitu menyakitkan memberi luka yang begitu membekas di hatiku.Jangan kan menatap wajahnya bahkan hanya mendengar namanya saja hatiku sudah teramat sakit.


Klien David yang bernama Arga itu adalah pria yang telah meninggalkan ku begitu saja saat menjelang hari pernikahan ku hanya dengan alasan aku tidak bisa mengandung dan memberikan dia keturunan.


Tadinya cukup sulit bagiku untuk bangkit kembali menata hidupku setelah kepergiannya.Namun kehadiran Rima dalam hidupku membuat aku perlahan bisa melupakannya bahkan berharap tidak akan pernah melihatnya lagi.Tapi ternyata lagi lagi takdir berkata lain,bahkan dia kembali datang dalam hidupku lewat pria yang sekarang telah menjadi suamiku.Terasa aneh bukan?


Tapi aku percaya meskipun sekarang aku belum bisa paham secara logika,tapi ini cara nya Tuhan menuntunku dalam sebuah kebaikan.


Aku menarik nafas cukup dalam,ku hapus air mata saat taxi sudah berhenti di depan rumah.


"Nona kita sudah sampai."


Kata supir taxi.


"Oh ya,"


Kata ku dengan sedikit senyum yang tersisa.


"Nona tidak apa apa?"


Tanya supir taxi kembali yang sepanjang perjalan ternyata memperhatikan ku.


"Ya pak ,saya baik baik saja,terimakasih sudah mengantarkan saya."


Jawabku menghapus sisa air mata di pipi dan membayar ongkos kemudian aku turun dari taxi.Mobil taxi pun berlalu dan aku memutuskan pulang ke rumah ayah dan ibu saja dulu untuk mencari ketenangan,di samping itu aku ingin menghindari ayah dan ibu mertua yang mungkin saja akan bertanya tanya melihat mataku membengkak sebab air mata yang tak henti menetes sepanjang perjalanan selama aku di taxi.


Sementara itu Rima dan David yang ku tinggalkan begitu saja juga bergegas keluar dari restauran bahkan tanpa bertanya kepada Arga,David langsung menggendong Rima dan segera menyusulku meskipun tidak dapat menemukanku di parkiran,dan akhirnya David memutuskan untuk langsung membawa Rima pulang.


"Ayah,ada apa dengan ibu Nai?"


"Kenapa dia langsung berlari pergi saat melihat teman ayah?"


Tanya Rima dalam perjalanan.


"Ehm..entahlah sayang ayah juga tidak mengerti kenapa ibu Nai seperti itu."


Jawab David.


"Apa teman ayah pernah berbuat jahat ya pada ibu Naima?"


Tanya Rima lagi.


"Ayah juga tidak tahu sayang,coba nanti kita tanya pada ibu Nai."


Jawab David lagi.


"Ada apa ya dengan ibu Nai?"


"Setahu ku ibu Nai wanita yang ramah tapi kenapa kali ini ibu Nai terlihat seperti sangat tidak menyukai teman ayah itu ya?"


Tanya Rima penasaran.


"Sayang,terkadang kau juga harus tau ibu Nai mu itu adalah wanita penceramah yang aneh"


Jawab David tertawa niat jadi coba menghibur Rima menghilangkan penasarannya,tapi yang ada Rima malah marah karena David mengatai Rima wanita aneh.


"Ayah,jangan berkata seperti itu tentang ibu Nai...!"


Protes Rima memukul David.


"Ok...ok,baiklah ayah minta maaf."


"Kenapa jadi Rima yang marah?"


Tanya David kembali.


"Apa ayah tau,dulu sewaktu ayah masih di luar negeri,saat aku merasa ayah tidak peduli dan tidak menyayangiku,ibu Nai selalu saja meyakinkan ku bahwa ayah adalah ayah yang baik.Tadinya aku tidak percaya dengan perkataannya karena menurutku dari mana ibu Nai bisa tahu ayah adalah ayah yang baik sementara dia belum pernah mengenal ayah,bahkan aku sendiri pun tidak pernah melihat wajah ayah.Tapi dengan sabar ibu Nai selalu meyakinkan ku bahwa di dunia ini tidak ada ayah yang tidak menyayangi anaknya.Ibu Nai bilang terkadang kita merasa bahwa ayah itu adalah orang asing bagi kita karena dia selalu sibuk bekerja dan terus bekerja hingga tidak ada waktu untuk kita.Tapi kebenarannya adalah ayah melakukan itu semua semata mata untuk kebahagiaan kita agar kita hidup berkecukupan.Ibu Nai juga bilang sebenarnya cinta ayah kepada ku juga begitu besar hingga ayah rela berkorban kehilangan waktu kebersamaan denganku Selma lima tahun dan bekerja keras agar dapat memberikan yang terbaik untuk kehidupanku."


Cerita Rima membela ku di depan David yang secara tidak langsung dia ingin mengatakan bahwa aku tidak pernah menceritakan keburukan dirinya meskipun aku tidak menyukainya.Dan David pun hanya terdiam dengan mata yang berkaca kaca mendengar cerita Rima yang membuat dia jadi terharu dengan sosok


seorang ibu Nai yaitu aku.

__ADS_1


Terimakasih Naima,sudah mengajarkan kebaikan kepada putriku.


Curhat David dalam hati.


"Apa ayah ingin membantah lagi tentang kebaikan ibu Nai?"


Tanya Rima mengacungkan jarinya di depan wajah David seolah memberi ancaman jangan pernah mengatakan ibu Nai wanita yang aneh lagi.


"Haha...hei kenapa begitu marah?"


Tanya David geli melihat aksi Rima.


"Ayah....."


Rengek Rima.


"Baiklah...baiklah..."


"Sebenarnya ayah mau bilang ibu pilihan Rima adalah ibu yang terbaik.."


"Kau senang?"


Kata David memuji ku tanpa keberadaan ku.


"Sennnang sekali ayah..."


Jawab Rima memeluk David.


Tak lama mobil yang mereka kendarai pun tiba di rumah.Rima bergegas turun dan berlari masuk rumah mencari ku.


"Ibu Nai....ibu Nai..."


Panggil Rima sambil menaiki tangga menuju kamarku.


"Rima sayang....kau sudah pulang."


"Kenapa teriak teriak panggil ibu Nai?"


Tidak menemukan ku di kamar, Rima pun bergegas turun untuk bertanya kepada ibu mertua.


"Nenek...nenek...."


Teriak Rima sambil menuruni anak tangga.


"Rima hati hati jangan berlari sambil menuruni tangga kau bisa terjatuh nanti."


Kata ibu mertua yang langsung berdiri di depan tangga merasa cemas takut cucunya terjatuh.


"Nenek,apakah ibu Nai sudah pulang?"


"Nenek melihatnya tidak?"


Tanya Rima cemas.


"Tidak sayang,ibu Nai belum ada pulang sejak tadi?"


"Bukan kah seharusnya dia pulang bersama mu?"


Tanya ibu mertua mulai resah.


"Tidak nenek,ibu Nai tadi pulang lebih dulu sambil menangis."


Jawab Rima.


"Lalu kau pulang dengan siapa nak?"


Tanya ibu mertua khawatir yang mengira David tidak bersama Rima karena David Masi berada di parkiran menelpon Arga untuk meminta maaf karena telah meninggalkan nya begitu saja di restaurant.


"Aku pulang bersama ayah nenek..."


Jawab Rima.


"Lalu dimana ayahmu?"

__ADS_1


Tanya ibu mertua lagi.


"Ada apa Bu?aku di sini."


Jawab David.


"David apa yang sudah terjadi?Dimana Naima?"


Tanya ibu mertua cemas.


"Haah?"


"Bukan kah dia sudah kembali lebih awal?"


Tanya David ikutan cemas.


"Tidak nak,Naima tidak ada pulang sejak tadi."


Jawab ibu mertua lagi.


"Sebentar Bu biar ku hubungi ponselnya."


Kata David.


Namun beberapa kali panggilan terhubung tapi tidak di jawab.David pun mulai cemas namun dia tidak ingin Rima melihat hal itu.


"Ehm...Rima sayang,pergilah ke kamarmu dan ganti pakaianmu,lalu makan siang."


Perintah David ke Rima.


"Tapi ayah bagaimana dengan ibu Nai?"


"Apakah dia baik baik saja."


Tanya Rima sangat cemas.Dan tentu saja David tidak ingin melihat keresahan dan kesedihan di wajah putri kesayangannya.Dan David pun coba mengalihkan perhatiannya.


"Rima sayang jangan risau ibu Nai saat ini sedang berada di tempat temannya yang sedang sakit dan butuh bantuannya."


Kata David terpaksa berbohong untuk membuat Rima tenang dan tidak menangis.


"Benarkah?"


Tanya Rima ragu.


"Benar sayang, ibu Nai tadi telepon ayah sewaktu ayah di luar."


"Sekarang ganti pakaian mu dan makan siang si mba akan membantu mu."


Kata David membujuk Rima.


"Hemm Baiklah..."


Akhirnya Rima pun menurut dan pergi ke kamarnya melaksanakan apa yang di perintahkan david padanya.


Dengan kesempatan yang ada David pun bergegas menghubungi ku kembali.Namun aku yang masih enggan berbicara dengan siapa pu tidak mengangkat panggilan masuk dari David.Hingga akhirmya David memutuskan.


untuk mengirim pesan singkat ke ponselku.


Isi pesan :


Wanita penceramah,jika kau merasa belum nyaman bercerita apa yang sebenarnya terjadi tidak mengapa,aku bisa memakluminya.tapi setidaknya beritahu aku dimana keberadaanmu,apakah kau baik baik saja ?


karena aku sangat menghawatirkanmu terutama rima.


Jika kau enggan memberitahuku karena todak pernah menyukai ku,setidaknya ingatlah Rima yang sangat sedih karena kau pergi begitu saja.


Isi pesan dari David.


"Cling....."


Nada notifikasi pesan masuk ke ponselku yang berasal dari nomor ponsel David.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2