
Pagi pun datang,di tandai dengan suara adzan yang terdengar membuatku terjaga dari tidurku yang masih terasa hangat dalam dekapan David meskipun aku membelakanginya.
Ya Tuhan....ternyata sepanjang dia tidur ,dia memelukku.
Duh....gimana nih?
Kira kira dia sadar tidak ya saat memeluk ku?
Hem...kalau sadar mungkin pagi ini akan menjadi pagi yang paling romantis sepanjang pernikahan kami.
Tapi jika ternyata dia tidak sadar....
Hufff....ya ampun maka pagi ini akan menjadi pagi malapetaka saat dia terbangun dan sadar dia tengah memeluk ku.
ikh.....
Pikirku daam hati antara senang karena sepanjang malam aku tidur dalam pelukan David.Tapi juga resah karena takut jika David tidak sadar apa yang dia lakukan bisa jadi dia menuding ku telah mengambil kesempatan.
Duh.....gimana nih...
Mana adzan sudah selesai lagi.
Hei....duda....
Please lepasin pelukanmu.
Hiks....
Keluhku dalam hati.
Akhirnya ku putuskan perlahan mengangkat tangan David yang melingkar di pinggangku.Dengan perjuangan aku merasa akan berhasil melepaskan cengkaraman tangan david dari pinggangku,tapi sangat di sayangkan lagi lagi keluguanku di manfaatkan David untuk kejahilannya.Saat detik detik terakhir aku berhasil mengangkat tangan David namun secara sengaja David kembali mengeratkan tangan nya yang melingkar di pinggangku.Semakin keras usahaku melepaskan tangan David namun semakin kuat David melingkarkan tangannya.Rasa curiga pun akhirnya muncul dalam benakku.Ku beranikan diri membalikkan tubuhku menghadap David yang masih memelukku dengan mata terpejam.
Hanya menyisakan beberapa centimeter saja antara wajahku dengan wajah David.Dan aku pun kembali berusaha untuk membuka cengkraman tengan David dengan sekuat tenaga dan kali ini David tertangkap basah dan tidak dapat menyembunyikan kepura puraan nya.Dengan mata kepala ku sendiri aku melihat David tersenyum dengan mata terpejam saat aku berusaha melepaskan pelukannya dan dia malah menguatkan pelukannya.
"Oooo...."
"Hei...halooo..."
"Tuan duda...,bangunlah..!
"Jangan berpura pura lagi kau sudah tertangkap basa."
Kataku geram dan sengaja teriak
di telinga David.
Sontak David pun melepaskan cengkraman tangannya dari tubuhku.
"Ehmmm....."
"Jam berapa ini...."
Tanya David dengan sok polos sambil menggeliat seoalah melemaskan otot otot yang kaku layaknya orang yang baru bangun tidur seperti biasa.
"Sudah subuh..."
"Dan baru selesai adzan..."
Jawabku dengan melirik tajam ke arah David yang bersikap biasa saja.
"Apa....?"
Tanya David seolah terkejut.
Namun aku yang tahu itu hanya ke pura puraannya saja,menyikapinya dengan biasa juga.
__ADS_1
"Ya ampun...aku terlambat ke masjid.."
David langsung turun dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi.
Melihat David terburu buru pergi ke kamar mandi karena ingin mengejar sholat berjamaah di masjid yang telah menjadi rutinitasnya setiap pagi,aku pun berfikir untuk menyiapkan keperluannya mulai dari sajadah dan pecinya,agar dia bisa langsung segera berangkat setelah keluar dari kamar mandi.
Tak lama kemudian David pun keluar dari kamar mandi lengkap dengan baju Koko dan surungnya.
"Semua ini gara gara kau...!"
Kata David menyalahkan ku sambil membuka lemari mencari peci dan sajadahnya.
"Jangan memulai perdebatan di waktu subuh itu tidak baik,lagi pula kau sudah terlambat dan ini dia yang sedang kau cari"
Kataku mendekatinya sambil menyodorkan sajadah dan peci.
"Ya...ya...baiklah,akan kita lanjutkan perdebatan ini setelah aku kembali."
"emmuach...."
"Terimakasih...."
"Assalamualaikum..,"
Kata David entah sadar atau tidak dia telah mencium pipiku begitu saja dan aku pun hanya terdiam dan bengong dengan aksi David.
Segera ku tunaikan kewajiban ku di waktu subuh.Dan seperti biasa selesai sholat aku pergi ke balkon kamar untuk menikmati fajar sambil mencari udara segar.Aku sangat senang berdiri di balkon kamar saat menikmati suasana pagi yang terasa begitu tenang dan damai.Tidak ada kebisingan lalu lintas,udara masih terasa segar di tambah lagi pemandangan saat melihat para jamaah subuh keluar dari masjid yang berada di sekitar komplek berjalan santai dan berkelompok kelompok saling bercerita dan bercengkrama dan salah satu dari mereka selain ayah dan ayah mertua adalah David.David terlihat begitu tampan saat memakai pakaian sholatnya dan dari Atas balkon kamar tempat aku berdiri aku bisa melihat ketampanan David dari kejauhan dan itu merupakan bonus dari menikmati suasana pagi dari balkon kamar.Hehe...
Merasa sudah cukup menikmati suasana pagi dari balkon setelah David dan ayah mertua tidak terlihat lagi karena sudah masuk ke dalam rumah,aku berpikir ingin ke kamar Rima dan membangunkan nya.Namun saat aku berbalik ternyata David sudah berdiri di belakang ku.
"Aauuuw.....!"
Teriakku terkejut.
Tanpa mengeluarkan satu kata pun dari mulutnya,David tersenyum merasa puas karena berhasil membuat aku terkejut.
"Tidak bisa kah kau mengucapkan salam saat berdiri di belakang seseorang.?"
Protesku kesal karena terkejut.
"Lalu bagaimana dengan mu?"
"Tidak bisa kah kau mengoreksi pendengaran mu terlebih dahulu sebelum protes padaku?"
Jawab David kembali bertanya.
"Apa hubungannya telingaku dengan kejahilanku?"
"Dasar aneh...."
Kata ku sambil berlalu dari hadapan David masuk ke kamar.
"Karena aku sudah mengucapkan salam tadi begitu aku masuk kamar,kau saja yang tidak mendengarnya."
Jawab David menjelaskan dan mengikuti masuk.
"Oya...!"
"Benarkah...."
"Maafkan aku kalau begitu."
"Hehe...."
Kataku sambil meringis karena kikuk.
__ADS_1
"Huuh...."
"Dasar wanita penceramah...."
sambung David.
"David....."
Panggilku.
"Hem..."
Jawab David sambil memeriksa jadwal meeting di laptopnya yang setiap pagi di kirim ke emailnya oleh asisten pribadinya.
Ehm...apa sebaiknya aku tanya saja ya kenapa tadi malam dia memeluk ku sepanjang saat tidur.Tapi kalau dia berdalih bagaimana?
Nanti dia pikir aku ke GR ran.
Tapi aku penasaran jika tidak bertanya.
Duh....gimana nih.....?
Sejenak aku terdiam dan bertanya tanya dalam hati ingin mempertanyakan tentang kejadian tadi malam.
"Hei wanita penceramah...."
"Ada apa?"
"Kau memanggil ku lalu diam saja seperti ayam makan karet "
Tegur David yang ternyata menunggu aku ingin mengatakan apa.
"Hemmm..."
"Tidak jadi akh...."
Kataku memutuskan sebaiknya tidak usah di tanya dan aku pun langsung berdiri dari sofa untuk pergi ke kamar Rima.
"Katakan.....!"
"Atau aku akan memaksamu untuk mengatakannya?"
Ancam David padaku sambil menarik tanganku hingga akhirnya aku terjatuh dan terduduk di pangkuannya.
"Auuuuw...."
"David...kenapa kau kasar sekali."
Kataku yang lagi lagi terkejut dengan ulah David.
"Jika seperti ini saja kau bilang kasar,lalu seperti apa yang lembut?"
"Katakan padaku..!"
Kata David yang malah memposisikan kedua tangannya mengepung tubuhku yang duduk di atas pangkuannya dengan alasan mengoperasikan laptopnya.
"Seperti tadi malam...."
Jawabku keceplosan.
Ups....gawat lagi lagi aku terjebak.
Keluhku dalam hati.
Namun David bukan nya marah malah tersenyum padahal aku sudah merasa risi dengan posisi duduk di atas pangkuan David
__ADS_1
meskipun hal itu terbilang adegan romantis..
Bersambung....