
Setelah menjadwalkan pertemuan kerja,akhirnya meeting pun selesai.Seolah tidak betah melihat kedekatanku dengan Arga meskipun sebatas ngobrol tentang proyek ,David langsung permisi untuk mohon diri lebih dulu meninggalkan ruang meeting dan menggandeng tangan ku menagajak ku pulang.
"Kenapa cepat sekali kita meninggalkan ruang meeting,padahal masih banyak hal yang harus ku pelajari tentang proyek yang akan ku pimpin itu?"
Tanyaku sambil terus berjalan mengikuti langkah David yang berjalan begitu cepat.
"Kau bisa mempelajari itu semua di rumah nanti bersama ku."
Jawab David dengan wajah dan nada yang datar.
"Iya,tapi jika mempelajarinya langsung dengan team work itu akan membuat ku lebih mudah."
kataku mulai memancing emosi David.Seketika langkah David terhenti dan menoleh ke arah ku.
"Aku juga bagian dari proyek itu,kau bisa mempelajarinya bersamaku di rumah."
Jelas David lagi dan langsung melanjutkan langkahnya di iikuti olehku hingga akhirnya kami masuk mobil.Mobil pun melaju keluar dari pelataran parkir restaurant tempat meeting yang melatarbelakangi cemburu tersembunyi di hati David.
"David...."
Panggilku untuk memulai obrolan agar membuat perjalanan jadi menyenangkan.
"Hem...."
Jawab David seperti biasa sambil fokus menyetir.
"Jawab jujur kenapa kau melibatkan aku dalam urusan bisnismu."
Tanyaku nyinyir.
"Aku hanya ingin kau punya pengalaman baru,tidak hanya sebagai wanita penceramah yang berprofesi sebagai guru tapi aku ingin kau tahu bagaimana dunia bisnis,mulai dari pertemanan, persaingan bisnis,dan bagaimana bisnis bisa memajukan perekonomian bahkan membantu orang orang yang tidak seberuntung kita."
Jelas David yang tiba tiba menghentikan mobil tepat di depan sebuah panti asuhan.
"Kenapa kita berhenti disini?"
Tanyaku bingung.
"Ayo aku tunjuk kan bagaimana bisnis bisa membantu anak anak yang tidak beruntung yang ada di panti asuhan ini."
Jawab David sambil membuka pintu gerbang panti asuhan.
__ADS_1
Dan tidak ku sangka David yang ku nilai sulit bersahabat dengan orang lain ternyata mendapat sambutan yang begitu hangat dari para penghuni panti asuhan terutama seorang anak kecil yang mungkin usianya masih tiga tahun ,dia berlari memeluk David.Tanpa ragu David pun langsung merunduk dan menggendong anak kecil itu.Hatiku begitu tersentuh melihat moment itu.
"Tuan David datang....Tuan David datang...."
Sorak anak anak panti asuhan begitu riang menyambut kedatangan David yang menjadi pengiring langkah kami masuk ke dalam panti asuhan.Tanpanada rasa gengsi yang seperti biasa melekat dalam dirinya,kali ini David terlihat begitu akrab duduk bersama mereka untuk mendengarkan cerita mereka satu persatu tak ubahnya saat dia mengobrol bersama Rima di rumah.
Tak sengaja aku melihat beberapa staff perusahaan David yang bekerja di divisi keuangan juga ada di panti asuhan saat aku berjalan untuk melihat lihat sekeliling panti.Tampak mereka sedang mengecek tiap kotak yang turun dari mobil box yang sepertinya kotak itu berisi semua keperluan anak akan panti seperti bahan makanan,perlengkapan sekolah,makanan ringan dan beberapa karung beras.Dengan penasaran aku pun langsung menemui kepala bagian divisi keuangan perusahaan David yang juga berada di situ.
"Nyonya Naima...."
Tegurnya saat melihatku.
"Ya...."
Jawabku melontarkan senyum.
"Kenapa balap tidak hadir di meeting Hari ini?'
"Padahal proyek yang akan di kerjakan perusahaan juga melibatkan bapak dalam team work untuk perencanaan biaya serta keuntungan dari proyek itu?"
Tanyaku kemudian.
"Iya mohon maaf bu sebelum nya jika saya tidak hadir dalam meeting tadi,karena jadwal meeting ya bertepatan dengan jadwal saya yang memang harus ke panti ini setiap bulannya.Namun demikian saya sudah memerintahkan beberapa staff di bagian saya untuk menghandle meeting tersebut dan mungkin ibu belum mengenalinya."
"Jadwal datang ke sini?"
"Apa perusahaan punya jadwal kunjungan ke Panti ini?"
"Sejak kapan?"
Tanya ku.
Staff keuangan pun menjawab bahwa panti asuhan ini mulai di kelolah David sejak satu tahun yang lalu tanggalnya sama dengan pada saat Rima masuk rumah sakit karena kecelakaan.Dan aku sangat ingat betul tanggal itu.
"Saat itu Tuan David baru kembali dari tempat donor darah dan dalam perjalanan akan pulang,namun tiba tiba di jalan salah satu dari anak Panti ini melintas begitu saja dan hampir tertabrak oleh mobil Tuan David.Anak itu memang tidak mengalami cedera apa pun saat kejadian itu,tapi dia meminta Tuan untuk melihat keadaan Panti Asuhan ini karena mereka terancam akan di usir dari sini karena Panti Asuhan ini nyaris akan terjual akibat ulah manusia manusia serakah yang tidak bertanggung jawab di tambah lagi managemen di panti asuhan ini sangat berantakan saat itu.Mendengar cerita anak itu Tuan merasa iba dan seperti biasa setiap pengeluaran untuk kegiatan sosial Tuan David selalu berdiskusi dengan saya dan menceritakan semuanya.Dan jujur saya sangat tersentuh dengan pemikiran Tuan yang memutuskan untuk membeli panti asuhan ini dengan tujuan agar anak anak tetap bisa tinggal di sini dan tidak sayang mengeluarkan budget berapa pun untuk turun tangan langsung mengelolah Panti Asuhan ini di bawah naungan perusahaan bisnisnya ya g besar.Bahkan tuan sengaja tidak mempublikasikan kepada publik bahwa Panti Asuhan ini di bawah naungan perusahaannya karena Tuan tidak ingin menerima sumbangan dari donatur mana pun untuk ikut andil mengurus panti ini,supaya kejadian seperti waktu dulu tidak terulang lagi."
Jelas staff keuangan padaku,menceritakan bagaimana Panti ini bisa jadi di kelolah David.
"Lalu jika kalian tidak menerima sumbangan dari donatur mana pun,bagaimana dengan biaya pengelolahan Panti Asuhan ini?"
Tanyaku ku lagi yang ingin tahu lebih dalam cara pemikiran David dalam kegiatan sosialnya.
__ADS_1
"Semenjak tuan memutuskan membeli Panti Asuhan ini,Tuan langsung memutuskan sekian persen keuntungan perusahaan setiap bulan akan di alihkan untuk biaya pengelolahan Panti Asuhan ini."
Jawab staff keuangan begitu terperinci.
"Lalu untuk biaya apa saja itu,?"
Tanyaku lagi semakin kepo.
"Contohnya seperti pada barang barang yang di turunkan dari mobil box yang ibu lihat tadi."
"Ada kebutuhan untuk sandang dan pangan,bahkan biaya untuk sekolah anak anak."
Jawab staff keuangan lagi begitu sabar menjawab setiap pertanyaan ku yang tiada putusnya.
"Biaya sekolah?"
"Apa itu artinya semua anak anak yang usianya wajib sekolah mereka di sekolahkan?"
Tanyaku sedikit terkejut.
"Ya Bu...."
"Dan Tuan David mengekolahkan mereka di sekolah umum dengan tujuan agar masing masing dari mereka terlihat sama seperti anak anak yang lain dan mereka tidak minder nanti ya jika berada di tempat umum."
Jelas staff keuangan lagi.
"Dan itu adalah ruangan Tuan, tempat khusus untuk dia berbicara kepada para pengurus Panti setiap kali datang berkunjung sambil memeriksa kan laporan pengelolahan Panti ini."
Sambung bagian staff keuangan sebelum kami mengakhiri obrolan kami.
"Baiklah terimakasih atas informasinya,terimakasih sudah membantu suami saya dalam mengelolah Panti ini ya...."
Kataku sangat bersyukur.
"Sama sama Bu..."
"Saya juga senang menjadi bagian dalam kegiatan sosial Tuan."
Jawab staff keungan dan pamit undur diri untuk mengerjakan tugas yang lain.
Aku pun mempersilahkannya dan melanjutkan touring ku untuk mengelilingi seluruh ruang dan tempat yang Ada di Panti Asuhan ini.
__ADS_1
Bersambung....