
Jam belajar mengajar telah usai,bel pun berbunyi sebagai tanda waktunya para siswa dapat pulang ke rumah masing masing.Rima pun langsung menemui ku di kelas tempat aku mengajar.
"Hai...sayang,apa kelas kalian sudah selesai?"
Tanyaku menyapa Rima sambil merapikan semua perlengkapan belajar murid muridku di kelas setelah mereka semua keluar dari kelas.
"Sudah ibu Nai,bisa kita pulang sekarang?"
Ajak Rima.
"Tentu saja ...."
"Kau tunggulah di tempat bermain,ibu akan ke ruangan guru untuk menyimpan buku buku latihan ini,dan setelah itu kita langsung pulang."
"Kau setuju....?"
Jawabku dan meminta Rima menunggu.
"Hem...baiklah."
Rima pun setuju.
Tak lama aku pun keluar dari ruang guru dan menemui Rima yang sedang bermain ayunan sambil menungguku.Tapi aku belum melihat mobil David parkir di depan sekolah seperti biasa untuk menjemput kami.
"Rima sayang,apa ayahmu sudah datang."
Tanyaku pada Rima.
"Belum ibu Nai,aku juga tidak melihat mobil ayah."
Jawab Rima.
"Kemana dia,tidak biasanya seperti ini?Oh... mungkin saja hari ini dia ada meeting penting dengan klien."
Pikir ku.
Tak lama ponselku pun berdering.ku lihat ada panggilan masuk dari David di layar ponsel.
"Hallo..."
Kataku mengangkat telepon panggilan masuk dari David.
"Halo...wanita penceramah."
Jawab David dari sana.
"Hem...."
Kataku kesal karena David selalu saja memanggil namaku dengan sebutan itu.
"Katakan pada Rima aku minta maaf tidak menjemput kalian hari ini,mendadak klien ku yang aku temui di luar negri datang dan ingin bertemu di jam makan siang ini.Begini saja bagaimana jika aku menyurub supir menjemput kalian dan kita makan siang bersama di sini bersama klienku.Kebetulan dia juga orang Indonesia yang sudah lama tinggal di luar negeri."
Jelas David kenapa dia tidak menjemput, sekaligus memberikan penawaran.
"Sebentar aku tanya Rima dulu."
Jawabku.
Dan seperti yang ku duga Rima yang hobi makan di luar langsung menyetujui penawaran David.
"Baiklah sebentar lagi supir akan menjemput kalian."
Kata David sebelum menutup teleponnya.Dan lima belas menit kemudian supir pun datang menjemput kami.
"Wah ibu Nai kira kira kita pergi makan siang kemana ya akan di ajak ayah."
Tanya Rima di perjalanan.
__ADS_1
"Entahlah sayang ayahmu tadi tidak mengatakannya."
Jawabku.
"Maaf nyonya,tuan bilang tadi saya di suruh mengantar kalian ke restaurant seafood yang berada di pusat kota."
Kata pak supir menjawab pertanyaan Rima.
"Woow...restaurant seafood?"
"Bukan kah itu restaurant kesukaan ibu Nai?"
Rima begitu bergembira.
"Wah...ayah sekarang lebih memilih kesukaan ibu Nai dari pada aku ya..."
"Awas saja....!!"
Kata Rima dengan melipat kedua tangannya melirik padaku seolah dia cemburu,padahal aku tahu sebenarnya dia menggodaku.
"Rima sayang....."
Kataku dengan membesarkan kedua mataku menatap Rima untuk menghilangkan wajahku yang sebenarnya tersipuh malu.Dan aku pun menggelitik nya karena gemas dengan tingkahnya yang sok dewasa.
Tak lama kemudian kami pun tiba di restaurant yang di katakan pak supir di perjalanan tadi.
"Yeaay....kita sampai."
Teriak Rima begitu riang.
"Silahkan nyonya..."
"Tuan David menunggu kalian di meja nomor delapan belas."
Kata supir sambil membukakan pintu mobil.
"Trimakasih ya pak Mun..."
Pak Mun pun menundukkan kepalanya untuk mempersilahkan.
Kami pun pergi meninggalkan pak Mun di parkiran.
Karena ketepatan jam makan siang jadi restaurant terlihat cukup ramai.Mataku liar untuk beberapa menit mencari meja nomor delapan belas hingga akhirnya aku menemukannya dan terlihat David sudah berada di situ.
"Ayah....!!"
Teriak Rima melambaikan tangan memanggil ayahnya.
David pun yang langsung dapat menemukan dari mana suara Rima berasal langsung berdiri melambaikan tangannya menjawab panggilan Rima.Kamin pun bergegas menuju ke meja tempat David menunggu.
"Wow...ayah,sekarang ayah sudah mulai tidak adil ya..?"
Rima mengajukan protesnya.
"Kenapa tidak adil sayang?"
Tanya David bingung.
"Ya,karena ayah lebih memilih kesukaan ibu Nai tanpa bertanya juga padaku."
Jawab Rima.
"Sayang,sungguh ayah tidak mengerti?"
Kata David bingung.Aku yang sudah mengerti apa maksud Rima hanya tersenyum melihat perdebatan ayah dan anak itu.
"Huff....ayah,katanya ayah pebisnis yang sukses dan cerdas tapi kenapa ayah masih berpura pura tidak tahu.Ayah sudah memilih tempat makan yang menjadi favorite ibu Nai.Kenapa?"
__ADS_1
Tanya Rima lagi protes.
"Oh ya...?"
"Jadi ibu Nai mu suka seafood?"
"Sungguh ayah tidak tahu."
"Sungguh.."
Jawab David yang menjelaskan jika semua ini hanya sebuah kebetulan saja.
"Sebenarnya,restaurant ini pilihan klien ayah yang dari luar negeri.Dia sangat menyukai makanan seafood juga dan pernah makan di sini katanya sebelum dia pergi ke luar negeri.Dan dia bilang tempat ini menjadi tempat favoritnya bersama pacarnya dulu."
"Dan kebetulan dia juga ingin berkenalan dengan kalian,jadi ayah pikir sekalian saja ajak kalian makan.Begitu sayang.."
"Jadi katakan,dimana letak ketidak Adilan itu?"
Cerita David memberikan alasan kenapa dia mengajak makan siang di restaurant seafood ini,yang juga meninggalkan kenangan tentang aku dan masa lalu ku.
"Hihi....maaf ayah."
Kata Rima tertawa meringis karena ternayat kecemburuan dan pemikirannya salah.
"Baiklah....kalau sudah meminta maaf lalu kau harus memberikan apa?"
Tanya David tersenyum melirikku.
"Ucapkan maaf dan berikan hadiah di pipi ayah,ummmuach...."
Jawab Rima dan mendaratkan ciuman manis di pipi David sebagai hadiah dari permohonan maaf yang sudah ditetapkan David sebagai hukum dalam hidupnya.
Aku yang samar samar mengenang masa lalu tidak begitu respon dengan hal itu meskipun dalam hati aku sudah mencaci maki David tentang hukum dan peraturannya itu.
"Lalu di mana klien ayah itu?"
Tanya Rima.
"Tadi dia ingin pergi ke toilet sebentar katanya,mungkin sebentar lagi datang."
Kata David.
Tak lama kemudian David berdiri dari kursinya menunjukkan jika klien nya sudah datang.
Aku yang membelakangi arah tempat klien David datang di minta David berdiri juga untuk menyambutnya sebagai bentuk menghargai.
Betapa terkejutnya aku begitu beridiri membalikkan badan untuk menyambut klien David.
"Nah Rima kenalkan ini tuan Arga klien ayah yang ayah ceritakan tadi."
David memperkenalkan klien nya terlebih dahulu kepada Rima.Dan tiba tiba....
"Serrrrr...."
Jantungku berdegup kencang mendengar David menyebutkan nama klien nya.Untuk memastikan apakah nama yang di sebut David adalah orang yang sama atau tidak aku pun bergegas berdiri dan berbalik ke arah orang itu.
Dan ternyata setelah kami saling melihat keterkejutan yang sama juga di alaminya karena ternyata dia adalah orang yang sama yang ada dalam benakku.
"Kau. ...?"
Kata kami bersamaan.
Aku begitu syok melihatnya.Dengan penuh sesak dan terengah engah tanpa memikirkan Rima dan David aku langsung berlari keluar restaurant dengan air mata yang tak kuasa ku tahan.
"Hei...Naima....?"
" Ada apa denganmu?"
__ADS_1
"tunggu....!"
Teriak David memanggilku namun aku tidak menghiraukannya dan terus saja berlari sambil menangis.