
Dan pria bersuara lantang itu adalah David yang ternyata sudah mendengar keluhan nyonya Gita sejak tadi.
"Siapa yang keberatan dengan status istriku yang hanya seorang ibu sambung,sehingga melimpahkan semua kesalahan pada putri ku Rima?"
"Katakan.....!!"
Teriak David begitu marah sambil memasuki ruang aula.
"Kau nyonya Gita,apa hak mu mengatakan semua itu pada anak dan istriku?"
"Memang kenapa kalau Naima tidak bisa mengandung dan melahirkan,apakah dia tidak berhak menjadi seorang ibu?"
"Jawab !!"
David membentak nyonya Gita dengan begitu marahmya.Hingga nyonya Gita tak berkutik bahkan tertunduk malu.
"Ya,memang benar Naima hanyalah seorang ibu sambung untuk Rima,akan tetapi aku tau bagaimana wanita yang kau ragukan ini hanya karena tidak bisa mengandung dan melahirkan,menyayangi dan memcintai putri ku.Bahkan dia mampu merawat Rima jauh lebih baik dari seorang ibu yang bisa melahirkan sekalipun,contohnya ibu sepertimu nyonya Gita yang bisa nya cuma bergosip saja."
Kata David yang begitu tegas untuk membelaku dari komentar pedas nyonya Gita.
"Jadi para dewan juri yang terhormat,saya yakin kalian orang orang terpelajar yang mampu menilai isi pidato setiap peserta secara objektif,silahkan tetapkan apakah putri saya layak atau tidak mendapat gelar juara dari pidato yang di sampaikanny
a."
Kata David menyerahkan kembali penilaian pada keputusan dewan juri.Tapi bukan dewan juri yang menjawab melainkan para wali murid yang hadir di aula.
"Layak..."
"Pantas...."
Teriak para audience yang sejak awal memang menyukai pidato yang Rima bacakan.
"Tuan David dan nyonya Naima,tidak peduli apa pun yang di komentari nyonya Gita,kalian harus tau bahwa kami lah dewan juri nya disini yang berhak memberi nilai dan memutuskan dari penampilan setiap peserta.Dan untuk itu kami telah memutuskan bahwa pemenang lomba pidato dengan tema sosok tokoh yang di kagumi adalah.."
"Rima Putri Wijaya....."
Dan nama Rima pun sah di umumkan sebagai juara pertama lomba baca pidato.Kepala yang tadi nya tertunduk dan tak kuasa menahan tangis akhirnya tegak kembali dengan bangga menerima piala kemengan yang di berikan langsung oleh kepala sekolah.
"Beri tepukan yang meriah untuk para sang juara..."
Kata kepala sekolah meminta para hadirin untuk bertepuk tangan sebagai ucapan selamat untuk para pemenang.
Sementara aku,
Aku hanya terdiam tanpa kata,aku merasa terpukau melihat ketegasan David dalam membelaku.Aku merasa seolah dia tidak ingin siapa pun menghina dan merendahkan aku dan Rima.
"Terimakasih tuan David anda sudah mau hadir di acara ini,dan mohon maaf atas ketidaknyamanan yang anda alami."
Kata ketua yayasan sekolah tempat akau mengajar.
"Tidak masalah tuan Surbakti,tapi saya ingin mengatakan satu hal lagi kepada anda."
Kata David seolah bermurah hati.
"Ya tuan katakanlah.."
__ADS_1
"Anda tentunya tau perusahaan saya adalah donatur terbesar di yayasan anda ini bukan?"
"Ya Tuan anda benar"
Jawab ketua yayasan.
"Itu berarti saya juga memilki hak untuk memberikan keputusan di yayasan ini."
Kata David lagi mulai menunjukkan kuasanya.
"Tentu saja tuan,lalu keputusan apa yang ingin Anda sampaikan"
"Saya ingin agar anak dari nyonya Gita tidak bersekolah lagi di sini."
Kata David sengaja berbicara di depan nyonya Gita.
"Apa alasan nya Tuan?"
Tanya ketua yayasan.
"Alasan nya sudah jelas,jika nyonya Gita sudah berani berbicara tidak pantas untuk mempermalukan siswi anda di sekolah ini yaitu Rima,saya yakin hal ini akan terulang lagi pada kesempatan yang akan datang.Dan ini akan memberikan pengaruh yang buruk bagi semua anak anak di sini,saya rasa alasan itu sudah cukup untuk mengeluarkan anak dari nyonya Gita dari sekolah ini.Saya tidak mau nyonya Gita ini berinteraksi lagi dengan sekolah ini,entah itu alasan antar jemput anaknya atau hal lain yang bisa membuat dia mempengaruhi para wali murid yang lain tentang hal hal yang tidak baik dan tidak pantas di bahas di sekolah."
Jelas David begitu tegas di depan nyonya Gita seolah dia ingin memberitahu kalau nyonya Gita perlu tau siapa David putra Wijaya,dan jangan coba mengganggu anak dan istrinya.
"Baiklah lah tuan,saya akan merealisasikan keputusan ini secepatnya."
Jawab ketua yayasan.
Dan lagi lagi aku di buat terkejut dengan pernyataan David,aku tidak menduga sekolah tempat aku mengajar selama ini di danai oleh seorang yang selama ini selalu ku maki dalam hatiku.Dam hari ini orang itu tidak tanggung tanggung marahnya ketika melihat ada orang yang menghina dan merendahkan ku.
Kata David tanpa basa basi berpamitan memegang tanganku dengan tangan kanannya,dan menggendong Rima dengan tangan kirinya,kami pun keluar dari aula dengan ratusan pasang mata melihat kami.
Dan aku yang masih terpukau dengan sikap David hari ini hanya diam dan mengikuti langkah kaki David untuk keluar hingga kami masuk ke dalam mobil.
Sebelum menyalakan mobil kulihat David memejamkan mata dan menarik nafas panjang seolah dia merasa lega telah melepaskan semua kemarahannya.Dan mobil pun mulai melaju.
Rasanya aku ingin sekali mengucapkan terimakasih namun sulit sekali bagiku untuk mengatakannya.Selain gengsi aku juga takut ucapan terimakasihku berbalas hinaan.Sebab aku lebih banyak mengenal sisi buruk dari seorang david dari pada sisi baiknya meskipun baru saja ku saksikan sendiri.
Aku pun menjadi terdiam kikuk sepanjang perjalanan.Tapi tidak dengan Rima.
"Wow ayah...."
"Apa ayah tahu,ayah hari ini terlihat sangat keren,benarkan ibu Nai."
Kata Rima memuji David.
"Benarkah?"
Tanya David tersenyum.
"Ya ayah,hari ini ayah benar benar seperti pahlawan super yang ada di film kartun kesukaanku"
Puji Rima lagi.
"Oh ya,benarkah itu?"
__ADS_1
"Lalu mana hadiah untuk ayah sebagai ucapan terimakasih?"
Kata David.
"Apakah kita harus memberikan hadiah saat mengucapkan terimakasih?"
Tanya Rima.
"Tentu saja sayang,meskipun itu hanya hadiah kecil tapi itu menandakan jika kita memang tulus mengucapkan terimakasih pada seseorang."
Kata David melirikku dan tersenyum sinis.Sementara aku semakin gusar memikirkan kira kira aku harus memberikan hadiah apa jika aku mengucapkan terimakasih kepada si duda ini.
"Apakah satu ciuman saja boleh ayah?"
Tanya Rima.
"Tentu saja sayang,dan ayah sangat menyukai hadiah itu."
Jawab David lagi lagi melirikku dan tersnyum sinis seolah dia tahu bahwa aku sedang gelisah dan ketakutan perihal mengucapkan terimakasih dan memberikan hadiah.
"Ummmmuachh..."
"Terimakasih ayah sudah datang di saat yang tepat saat aku dan ibu Nai membutuhkan perlindunganmu.
Rima pun mencium pipi kiri David dari belakang.
"Ya sayangku itu sudah menjadi tanggung jawab ayah untuk melindungi kalian."
Kata David coba menjelaskan pada Rima dan kepada ku secara tidak langsung bahwa jika ada siapa pun yang coba menyakiti kami David akan menjadi perisai yang melindungi kami
"Wah...satu ucapan terimakasih dan hadiah sudah ayah dapatkan.Kira kira hadiah apa lagi ya yang akan ayah dapatkan dari ucapan terimakasih berikutnya?"
"Apakah hadiah yang sama?"
Kata David melirik dan tersenyum sinis lagi ke arahku.
"Uhuk...uhuk..uhuk...."
Dan aku pun sontak terbatuk batuk mendengar pertanyaan dari David,tidak hanya itu,bulu kuduk ku pun berdiri membayangkan bagaimana jika dia memintaku menciumnya sebagai hadiah.Oh...ya ampun.
"Ibu Nai apa kau baik baik saja?"
Tanya Rima,sambil menepuk nepuk punggungku begitu khawatir.
"Ya sayang,ibu Nai baik baik saja."
Jawabku sambil memegang tengkuk leher ku merasa tidak nyaman.
"Sudah,jangan terlalu keras memikirkannya"
Kata David dengan nada bicara yang lembut sambil memberikan sapu tangan padaku.
"Hapuslah keringat dingin yang ada di wajahmu,dan simpan rasa gementar mu itu,untuk nanti saat aku mengatakan hadiah apa yang pantas kau berikan sebagai ucapan terimakasihmu."
Lagi lagi David tersenyum mengatakan semua ini padaku.Tapi senyuman itu seolah mengejekku karena dia sudah tahu apa yang sedang aku pikirkan.Dan aku hanya terdiam dengan menggnggam tanganku yang dingin.
__ADS_1
Bersambung.....