Duda Sombong Pilihan Ayah

Duda Sombong Pilihan Ayah
Bab 46....


__ADS_3

Bersama dengan tangisku,aku merasa begitu nyaman dalam dekapan David.


"Ssssst.....sudah jangan menangis lagi karena Arga sudah me dapat karma dari apa yang dia dan keluarga nya lakukan padamu."


Kata David menenangkan ku sambil membelai lembut rambut ku.Sontak kata kata David membuat aku terkejut dan bertanya tanya apa maksud dari kalimat yang barusan dia ucapkan.


"Maksudnya?"


Tanyaku sambil coba menghapus air mataku.


"Ya...karma."


"Saat Arga meninggalkan mu dengan alasan karena kau sudah tidak bisa mengandung,dalam pernikahan nya yang sekarang dia juga telah di tinggalkan istrinya karena ternyata dia adalah pria yang tidak dapat memberikan keturunan alias mandul..."


Jelas David dengan tegas sambil menghapus air mataku.


"Apa??"


Tanyaku terkejut.


"Ya...itulah yang cerita sebenarnya dalam kehidupan Arga,di balik senyuman yang dia tebarkan dalam acara televisi sebenarnya ada cerita duka dalam kehidupannya."


"Oleh karena itu kenapa aku bilang apa yang kau lihat pada dirinya di televisi tidak lah sama dengan penderitaan yang dia rasakan."


Jawab David.


Dan aku pun hanya terdiam,dalam diam aku merasa malu kepada Tuhan karena sempat mengeluh dengan takdir yang menurutku tidak berlaku adil padaku.Tapi ternyata rencana Tuhan jauh lebih indah dari yang ku pikirkan.Andai saja waktu itu aku dan Arga jadi menikah mungkin aku tidak akan bertemu dengan pria sebaik David yang mau menerima ku apa adanya.Meskipun pernikahan kami di awali alasan hanya demi Rima tapi perlahan aku mulai menemukan rasa nyaman dalam diriku saat berada dengan david.


"Kenapa bengong?"


"Apa rasa amarah dan bencimu sekarang telah berubah menjadi rasa iba dan kasihan sekarang untuk Arga.?"


Tanya david yamg membuyarkan renunganku.


Dan entah kenapa setelah mendengar bahwa Arga telah mendapatkan karma dari apa yang dia lakukan padaku,fokusku tentang arga hilang begitu saja,aku malah lebih fokus dengan perhatian David yang aku tidak tahu apakah dia sadar telah begitu perhatian padaku atau tidak.Bahkan hati kecilku ingin sekali mencari tahu apakah David mulai ada rasa denganku atau ini hanya perasaanku saja.Untuk itu naluri kejahilanku pun muncul dengan ide mencoba mengetest David membuat dia cemburu tentang Arga.


Semoga saja kali ini aku tidak terjebak lagi dalam permainan ku sendiri seperti biasanya.


Pikirku dalam hati.


"Ehm...iya,kasian Arga.Dia pasti sangat sedih dengan apa yang telah terjadi padanya."


Jawabku mulai menjalin kan test pertama.


"Apa??"


"Kasian?"


"Setelah apa yang dia lakukan padu kau masih bisa kasihan?"


"Hello.....wanita penceramah,apa kau sadar dengan apa yang kau katakan?"

__ADS_1


Tanya David yang terlihat mulai geram.


"Tentu saja,bukan kah dia patut di kasihani atas apa yang dia alami.dan sesama manusia itu wajar menurutku."


Jawabku yang sok polos padahal sebenarnya aku tak sanggup menahan tawa melihat emosi David yang mulai tersulut.


"Hemmm,tadinya aku pikir kau ini wanita yang sangat polos tapi ternyata kau ini wanita yang sangat bodoh dan sama bodohnya seperti pria yang kau kasihani itu."


Kata David geram dan menatap sinis padaku.


Tidak seperti biasanya,aku selalu kesal jika kata bodoh terlontar dari mulutnya.Sebaliknya kali ini aku malah tak kuasa menahan tawaku dengan coba memalingkan wajahku untuk tertawa meskipun hanya sekedar meringis.


"Kenapa kau begitu kesal?"


Tanyaku sok lugu.


"Jika kau acara menangismu sudah selesai ,segeralah tidur hari sudah larut malam."


Jawab David ketus sambil berbaring bahkan membelakangi ku.


Perlahan aku pun coba merebahkan tubuhku.Ingin sekali rasanya aku melepaskan tawa yang tak tertahan ini.Tapi takut nantinya rencana ku akan gagal aku pun berusaha keras untuk menahan tawa hingga akhirnya aku cuma senyum seny sendiri memngingat emosi di raut wajah David.


.....


Pagi pun tiba.....


Ku buka mataku perlahan dan melirik ke sebelah kiri sisi kasur tempat david tidur namun aku tidak melihatnya.Perlahan aku pun coba menarik tubuhku untuk duduk bersandar dengan kaki yang masih di balut perban.Dan tak lama kemudian David pun datang dengan memabawa nampan yang berisi sarapan untuk ku.


Kata David mengganti sapaan selamat pagi dengan kalimat sindiran.


"Kenapa kau tidak membangunkan ku di waktu subuh ?"


Tanyaku protes.


"Kau tidur sangat nyenyak,aku tidak tega membangunkan mu."


Jawab David sambil meletakkan meja sofa di samping tempat tidur.


"Tapi aku jadi tidak subuh...."


Protesku lagi.


"Tuhan akan memakluminya karena kau sedang sakit,dan untuk itu aku sudah berdoa untuk mu tadi pagi agar memgampuni dosamu."


Jawab David tenang dan meletakkan nampan yang berisi sarapan di meja yang sudah dia siapkan tadi di dekatku.Dia benar benar siaga dalam merawatku bahkan tidak mengizinkan ku untuk turun dari tempat tidur.Dari hal hal kecil itulah perlahan aku mulai membuka hatiku.


"Terimakasih....."


Kataku saat David memberikan semangkuk bubur ayam padaku.


"Hem...."

__ADS_1


"Jangan terus berterimaksih karena jumlah hadiah yang harus kau beri akan semakin bertambah."


Kata David coba mengingatkan ku apa imbasnya jika aku mengucapkan terimakasih padanya.


Dan tiba tiba.....


"Cupp...."


Satu kecupan manis dari bibir ku mendarat di pipi kanan David yang saat itu duduk di sampingku mengawasiku agar aku menghabiskan sarapanku dan akan memberiku obat yang harus ku minum setelah sarapan.


Sontak kecupan tiba tiba yang ku landing ke pipinya membuatnya terkejut.


"Hei...beraninya kau."


Kata david dengan ekspresi seoalah menahan senyum di wajahnya.


"Apa?"


Tanyaku cuek sambil menyuapkan bubur ke mulutku.


"Siapa yamg memerintahkan mu untuk melakukan ini?"


Tanya David.


"Aku...."


"Itu hadia yang pertama dari hadiah hadiah yang harus ku bayar dari setiap ucapan terimakasihku dan permohonan maaf ku.Itu masih satu,sisanya kau bosa hitung berapa lagi hadiah yang harus ku beri."


Jawabku begitu santai.


"Dasar wanita aneh...."


Kata David yang kemudian berdiri dari hadapanku.


"Cepat habiskan sarapan mu,aku akan segera kembali untuk memberimu obat,setelah aku selesai mengurus Rima."


Kata David sebelum pergi sambil sesekali memegang pipi yang ku cium dan tersenyum dengan memalingkan wajahnya dariku.


Dasar duda sombong,mau senyum saja harus palingkan wajah.


Gerutuku melihat ekspresi wajah David yang memerah karena ciuman mendadak dari ku.


Dan aku pun tidak tahu ada apa dengan diriku sampai sebegitu santai nya aku mencium pipi David sebagai hadiah yang selalu di hitung David.


Tuhan....mungkin kah dia adalah pria yang mampu menyembuhkan luka di hatiku dengan semua kesombongannya????


Hemmmm....entahlah.


Tanyaku dalam hati yang mulai merasa nyaman dengan kesombongan David.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2