Duda Sombong Pilihan Ayah

Duda Sombong Pilihan Ayah
Bab 90....


__ADS_3

Aku pun bergegas turun ke dapur membantu si mbak menyiapkan makan malam sementara itu ayah dan ibu mertua juga terlihat baru keluar kamar dan menuju ruang makan.


"Apa Rima masih tidur?"


Tanya ayah mertua.


"Ya ayah...sepertinya dia sangat lelah.


Jawabku.


"Perjalanan setelah liburan lebih melelahkan di banding saat pergi."


Ujar ayah mertua.


"Suamiku,sebenarnya tidak begitu melelahkan tapi karena wanita terkutuk itu ada bersama kita,perjalanan pulang jadi sangat membosankan."


Sambung ibu mertua memaki Sahira.


"Ibu...."


Panggilku tertawa melihat mendengar makian nya.


"Apa...?"


"Ibu benarkan?"


Tanya ibu merasa perkataan nya itu adalah makian yang tepat.


"Ya kau benar..."


"Tapi berhati hatilah tidak enak jika dia mendengarnya."


Kataku memberi saran.


"Biarkan saja itu malah lebih baik,dan aku senang jika dia tahu aku memanggilnya wanita terkutuk yang tidak tahu malu."


Bukannya malah mereda ibu mertua malah semakin murka.


"Aku heran kenapa Tuhan mengizinkan Rima bisa bertemu dengan wanita itu saat kami berlibur."


Sambung ibu mertua mengeluh.


"Dan aku heran kenapa Rima bisa sampai menghilang?"


Tanyaku sambil tertawa yang secara tidak langsung meminta penjelasan dari mereka soal tragedi hilangnya Rima di negara asing.

__ADS_1


"Ehm...."


"Untuk hal itu kami minta maaf padamu sayang karena tidak menjaga Rima dengan baik,tapi saat itu tempat kami berbelanja sangat ramai karena ada discount besar untuk baju hangat yang sangat keren."


Cerita Ibu mertua coba memberikan penjelasan namun harus terputus karena ayah mertua tiba tiba memotong pembicaraan.


"Ya dan lalu dua wanita penggila discount ini (Ibu mertua dan Si Mbak) pun tidak mau ketinggalan berburu barang barang discount itu hingga akhirnya Rima terelepas dari pegangan mereka.Dan baru sadar saat mereka berhasil memborong semua barang discount yang tidak berguna itu."


Jelas ayah mertua menyambung cerita itu dengan kesal.


"Hei...suamiku jangan bilang itu barang tidak berguna,itu sangat berguna terutama untuk pria tua sepertimu yang sudah tidak tahan dengan cuaca dingin.Kau mengenakannya juga kan saat mencari Rima di malam hari."


Balas ibu seolah membenarkan diri.


"Ya...tapi sebab itu Rima jadi hilang dan harus bertemu Sahira."


Jawab Ayah mertua dan akhirnya mereka berdebat.


"Sudahlah ayah ibu....jangan berdebat lagi,setidaknya harus tetap bersyukur karena Rima jadi bertemu ibu kandungnya."


Kataku untuk menghentikan perdebatan mereka sambil membantu si mbak menyajikan makan malam di meja makan.


"Tidak ,lebih baik Rima di temukan orang lain dari pada wanita terkutuk itu."


Kata ibu semakin kesal.


"Bagaimana jika orang lain itu ternyata malah mengambil kesempatan dan melakukan hal yang buruk pada Rima?"


Tanyaku coba memberikan pengertian.


"Hemm...."


Kau benar sayang,tapi yang ibu kesalkan kenapa kami harus bertemu lagi dengan wanita terkutuk itu,yang sudah menyakiti dan menghancurkan keluarga ini.


"Setelah dengan susah payah David bisa bangkit kembali untuk melupakannya dan menganggap dia tidak pernah ada dalam kehidupan kami,lalu kenapa dia harus muncul lagi dan membuka luka lama itu?"


"Lalu bagaimana dengan Rima jika nanti dia tidak ingin Sahira pergi dari sini.Dia pasti akan sedih sekali."


Kata ibu mertua begitu sedih.


"Ibu...sudahlah...?"


"Semua pasti akan baik baik saja."


Kataku coba menenangkannya dengan memeluknya.

__ADS_1


"Bagaimana bisa baik baik saja sayang,wanita terkutuk itu sepertu ular kepala dua yang berhati iblis,aku yakin dia pasti sedang merencanakan sesuatu untuk menghancurkan keluarga ini dengan kedatangannya."


"Dan kau Naima,kenapa kau izinkan dia ikut bersama kita pulang ke rumah ini..."


"Hiks....."


Keluh ibu mertua begitu sedih.


"Ibu mertua,aku tidak bisa menolak sesuatu yang membuat Rima bahagia."


Jawabku merasa serba salah.


"Sudahlah istriku,Naima benar semua akan baik baik saja jika kita mau mencari jalan keluarnya untuk mengatasi masalah ini."


Ujar ayah mertua untuk menenangkan ibu mertua.


"Tapi suamiku....bagaimana kita menjelaskan ini semua pada David jika dia pulang nanti dan melihat wanita terkutuk itu?"


Tanya ibu mertua menangis begitu sedih memikirkan nasib putranya yang pernah di sakiti Sahira.


"Jangan risau tentang itu ibu mertua,David mungkin pulang larut malam dari meetingnya,dan mungkin Sahira juga sudah tidur karena tadi dia mengatakan tidak ikut makan malam karena ingin langsung tidur.Dan aku janji besok pagi sebelum dia melihat Sahira aku akan menjelaskannya pelan pelan terlebih dahulu."


"Tenang saja serahkan semua padaku."


"Sekarang hentikan drama tentang ulah wanita terkutuk itu,dan ayo kita makan malam karena aku sudah sangat lapar sejak pulang meeting. tadi aku belum makan apa pun karena langsung ke bandara,guna menjemput ibu mertua tersayang di tambah dengan wanita terkutuk itu."


"Hahaaha......."


Kataku coba meyakinkan mereka bahwa aku akan mengatasi David meskipun jujur aku ragu tapi setidaknya mereka sudah bisa tertawa.


"Pulang meeting?"


Tanya Ayah mertua heran.


"Ya ayah,David melibatkan ku dalam bisnis nya selama kalian pergi berlibur.Katanya agar aku tidak bosan di rumah seharian karena ayah dan ibu juga pergi mengunjungi bibi yang berada di luar kota."


Ceritaku coba mengalihkan perhatian mereka sambil menyantap makan malam.


"Dasar anak itu,bukannya mengerjakan apa yang ku katakan agar berbulan madu malah mengajak istrinya berbisnis."


Kata ayah menggerutu yang masih samar dapat ku dengar.


David sudah melakukan apa yang ayah suruh,bahkan selama kalian pergi kami berbulan madu setiap malam meskipun awalnya di latar belakangi perdebatan.


Hiks....🤭🤭

__ADS_1


Kataku dalam hati coba menjelaskan apa yang di keluhkan ayah dan merunduk menyembunyikan senyumku.


Bersambung.....


__ADS_2