
Akhirnya kami pun tiba di sekolah dalam waktu yang cukup singkat.Area di sekitar lingkungan sekolah terlihat sangat sepi termasuk di depan gerbang sekolah orang yang dimaksud ibu kepala sekolah juga tidak ada.Yang ada hanya satpam penjaga gerbang sekolah sedang membuka kan pintu gerbang saat mobil kami akan masuk.
"Pak Satpam...."
Panggilku dari kaca mobil dan mobil David berhenti sejenak tepat di pintu gerbang sekolah.
"Ya Bu...."
Jawab pak satpam mendekati mobil kami.
"Apa bapak melihat dua orang yang sedang menunggu di depan pintu gerbang ini tadi?"
Tanyaku coba mencari informasi lebih awal sebelum bertemu dengan ibu kepala sekolah.
"Tadi memang ada bu seorang wanita,dan satu nya lagi pria yang di minta ibu kepala sekolah menunggu di luar gerbang sekolah.Ada beberapa menit memang mereka menunggu di sini dan tak lama kemudian mereka pergi menggunakan mobil berwarna merah seperti milik ibu dan mereka sudah pergi sejak tiga puluh menit yang lalu."
Jawab pak Satpam menjelaskan.
"Apakah bapak pernah melihat orang itu sebelumnya?"
Tanyaku lagi.
"Kalau saya perhatikan wajah mereka,seperti ya baru pertama kali ini Bu mereka datang ke sini."
Jawab Pak Satpam yang lebih mengenal orang orang yang sering kesekolah yang setiap hari dia temui.
Aku dan David pun saling memandang dengan penuh pertanyaan di raut wajah kami.
"Baiklah pak terimakasih...."
Ucapku dan mobil pun masuk ke dalam lingkungan sekolah.
Dengan tergesa gesa dan langkah kaki yang begitu cepat,kami berjalan menuju ruangan ibu kepala sekolah.
"Tok...tok..."
Aku mengetuk pintu memohon izin untuk masuk.
"Masuk...!"
Kata ibu kepala sekolah mempersilahkan.
"Ayah....."
Teriak Rima yang langsung berlari memeluk David begitu kami masuk kedalam ruangan ibu kepala sekolah.
"Sayang...."
"Kau tidak apa apa?"
Tanya David dan mendekap Rima dalam pelukannya.
__ADS_1
"Aku sangat takut ayah...."
Kata Rima dengan nada suara gementar.
"Tenanglah sayang ayah dan ibu sudah datang untuk menjemputmu."
"Bukankah kau adalah anak yang pemberani?"
Kata David coba menenangkan Rima dan menghilangkan rasa takutnya.
"Tidak hanya pemberani,tapu anak bapak juga termasuk anak yang cerdas pak David..."
Ibu kepala sekolah memberi pujian pada Rima agar hatinya senang dan itu bisa membantu membuat hatinya tenang.
"Oya...?"
"Benarkah?"
Tanya David merasa bangga mendengarnya.
"Ya itu benar Pak David,Rima sangat bijak sekali menolak keinginan kedua orang itu untuk membawa nya,dengan alasan dia tidak ingin pulang dengan orang yang tidak dia kenal."
Cerita ibu kepala sekolah memuji kepintaran Rima.
"Ibu kepala sekolah memang benar,Rima si tuan putri kami memang anak yang pintar."
Puji David dan membuat Rima mulai tersenyum,meskipun aku dapat melihat masih ada rasa ketakutan di wajahnya.
"Ibu kepala sekolah terimakasih karena sudah melindungi putri kami."
Kataku berterimakasih.
"Itu benar..."
"Sekali lagi kami selaku orang tua Rima sangat berterimakasih atas tindakan yang ibu lakukan."
"Dan maaf jika kami sudah merepotkan pihak sekolah"
Sambung David berterimakasih.
"Tidak perlu sungkan Pak David dan ibu guru Naima...."
"Sudah menjadi tanggung jawab pihak sekolah untuk menjaga dan melindungi setiap siswanya selama mereka berada di lingkungan sekolah."
Kata ibu kepala sekolah tanpa sengaja menyampaikan visi dan misi dari sekolah tempat aku mengajar selama satu tahun lebih belakangan ini.
"Omong omong apakah benar dari pihak keluarga pak David tidak ada menugaskn seseorang untuk me jemput Rima?"
Tanya ibu kepala sekolah mengingatkan kembali pada kami tentang dua sosok yang ingin membawa Rima.
"Nah itu dia Bu yang ingin kita tanyakan,bagaimana Ciri ciri kedua orang itu Bu?"
__ADS_1
Tanyaku penasaran.
"Mohon maaf bu Naima dan pak David,untuk wajahnya lebih spesifik saya tidak begitu ingat karena kedua orang itu memaki kaca mata.Tapi jika postur tubuhnya saya ingat betul."
Jawab ibu kepal sekolah.
"Bagaimana postur tubuh mereka Bu?"
Sambung David bertanya seolah tidak sabar untuk segera mengenali wajah orang tersebut.
"Ehm...untuk yang perempuan tingginya sedikit lebih tinggi dari ibu Naima.Dan untuk yang laki laki postur tubuhnya tegap,tinggi besar kulitnya sawo matang."
Jawab ibu kepala sekolah kembali menceritakan tentang ciri ciri kedua orang yang ingin membawa Rima dari sekolah.
Dan mendengar ceritanya ,memberikan ku gambaran jika kedua orang itu adalah Sahira dan Arya,namun ragu.Karena jika memang benar itu Sahira dan Arya Rima pasti mengenali mereka setidaknya dengan Sahira.Melihat Rima sudah mulai tenang dengan senyuman di wajahnya,aku berfikir menanyainya dengan pelan pelan.
"Rima sayang...."
"Apakah kau mengenali kedua orang tadi?"
"Atau tidak kah menurutmu salah satu dari mereka mirip dengan seseoarang yang kau kenal?"
Tanyaku begitu pelan agar tidak membuat Rima pusing,karena aku yakin sedikit banyak nya Rima pasti ada mengalami rasa trauma atas kejadian tadi."
"Tidak ibu Nai...."
"Aku sama sekali tidak mengenali mereka,ean baru pertama kali ini melihat mereka."
Jawab Rima begitu polos dan masih di gendong oleh David.
"Naima,dan aku rasa jika memang benar mereka dari pihak keluarga,Rima pasti mengenali mereka."
Sambung David yang semakin yakin kejadian ini adalah percobaan penculikan.
"Baiklah ibu kepala sekolah,sepertinya Rima sudah sangat lelah.Kalau begitu kami permisi dulu.Dan sekali lagi saya ucapkan terimakasih atas tindakan bijaksana ibu."
Kataku permisi untuk membawa Rima pulang.
"Iya ibu Naima,sama sama..."
"Saya sarankan,sebaik ya kalian lebih waspada lagi dalam memgawasi Rima jangan biarkan dia bermain sendiri di luar,karena itu akan memberikan kesempatan dan peluang untuk orang orang seperti mereka tadi."
Ibu kepala sekolah memberikan kami nasihat,sebelum kami keluar dari ruangan nya.
"Baik ibu terimakasih sudah di ingatkan."
Jawab David yang begitu santun jika berbicara kepada setiap tenaga pendidik kecuali aku.
Hehe.....
Dan kami pun langsung bergegas membawa Rima pulang.Kali ini aku tidak menemani David duduk di depan,aku berfikir ada baiknya aku tetap memeluk Rima sepanjang perjalanan agar dia tenang dan David sangat setuju dengan pemikiranku.Dan kami berdua pun sepakat tidak akan membahas ke dua orang tersebut di depan Rima,karena itu akan membuat dia terus merasa takut.Sehingga sepanjang berjalanan terasa begitu sunyi karena tidak ada obrolan hangat dan suasana itu kembali terasa seperti tadi pagi di saat aku hanya di saja sepanjang perjalanan menuju ke sekolah.
__ADS_1
David yang tengah menyetir pun terlihat sedang berpikir keras menebak nebak siapa kedua orang yang di gambarkan ibu kepala sekolah tadi.
Bersambung.....