
Perjalanan menuju cafe ice cream terasa sangat hening,Rima yang tertidur sepanjang perjalanan mungkin kelelahan karena aktifitas di sekolah membuat aku merasa jadi kikuk di dalam mobil berduaan dengan David.Ditambah lagi aku yang masih kesal karena David yang malah membentakku bukan membujukku.Sehingga membuat aku malas berbicara meskipun itu sekedar basa basi.
Terlebih lebih lagi dengan David yang gengsinya level tertinggi dia tidak akan mengeluarkan suaranya untuk berbicara yang manis.Menurutku setiap kata yang keluar dari mulutnya hanyalah penghinaan dan perdebatan saja.Untuk menghilangkan rasa bosanku aku pun memilih bermain ponsel sepanjang perjalanan.
Padahal kau terlihat sangat cantik jika kau diam dan tidak membantah.
Puji David dalam hati yang ternyata diam diam melirik ke arahku saat aku tidak memperhatikannya.
Tak lama kami pun tiba di cafe ice cream tanpa ada perbincangan apa pun.Rima pun terbangun seolah memakai durasi lama tidur.
"Hemm..apakah kita sudah sampai?"
Tanya Rima yang merapikan rambutnya.
"Ya sayang,ayo cepat turun."
Ajak ku membuka kan pintu mobil dan menuntunnya.
"Wow...tempatnya bagus sekali..benarkan ibu Nai?"
Rima sangat takjub begitu melihat suasana dan nuansa cafe ice cream yang di pilih ayahnya.
"Hemm...ya"
Kataku,harus ku akui David memang mempunyai selera yang bagus dalam hal memilih tempat.Cafe ice cream yang kami kunjungi ini sebenarnya
letaknya dalam sebuah bangunan gedung yang lumayan luas,namun karena dekorasinya di buat seperti di alam terbuka jadi suasananya tidak seperti di dalam cafe melainkan seperti makan ice cream di taman yang banyak penghijauan nya,tentu saja tempat ini menjadi tempat yang nyaman untuk segala usia baik orang dewasa maupun anak anak.
"Bagaiamana kalian suka tempatnya?"
Tanya David yang tiba tiba berdiri di sampingku setelah memarkirkan mobil.
"Ya ayah...tempatnya sangat keren,aku suka sekali."
Jawab Rima begitu senang.
"Benarkah?"
"Sebenarnya cafe ini milik teman bisnis ayah,karena kecintaanya dengan ice cream sejak kecil jadi memberikan dia ide untuk membuka cafe ice cream,alasannya biar dia bisa makan ice cream sesuka hatinya.haha..."
Jelas David menceritakan latar belakang berdirinya cafe ice cream milik temannya ini.
Tak lama ada seorang pria berpenampilan casual dengan postur tubuh tinggi dan sedikit gemuk datang menghampiri kami.
"Halo....tuan David apa kabar?"
Sapa nya dan dia berjabat tangan dengan David.
"Oh hai.. tuan Jaka,aku baik.dan bagaimana kabarmu?"
"Aku yakin kau pasti sehat karena tubuhmu semakin subur saja terlihat."
Jawab David tersenyum yang secara tidak langsung dia ingin mengatakan bahwa tuan Jaka terlihat semakin gendut.
Dasar manusia suka menghina ,ternyata hinaan nya tidak hanya untukku saja tapi juga rekan bisnisnya.
Kataku dalam hati dengan wajah tetap tersenyum mendengar percakapan mereka.
"Oh ya kau benar sekali tuan David aku merasa jika beratku semakin bertambah saja,hahaha....."
Lalu...
"Ini siapa?"
Tanya tuan Jaka tentang aku dan Rima,kerena ini kami belum pernah bertemu sebelumny.
"Oh maaf,perkenalkan ini Rima putri ku, gadis kecil yang sangat suka ice cream,dan ini...istriku Naima."
__ADS_1
Jawab David memperkenalkan kami.
"Ini istriku Naima"
"Serrrrr......"
Tiga kata ini entah kenapa membuat jantungku bergetar saat David memperkenalkan ku dengan tuan Jaka seolah dia memang mengakui hubungan suami istri antara aku dan dia.Aku pun berjabat tangan dengan tuan Jaka dengan senyum berseri seri yang sebenarnya hanya aku yang tahu alasan di balik senyum sumringah ku.
"Nah,gadis kecil ...ayo ikut paman ke bagian pemesanan."
"Paman akan siapkan racikan ice cream yang sangat lezat untuk mu."
Ajak tuan Jaka kepada Rima.
"Wow...benarkah?"
Tanya Rima girang.
"Ya tentu saja,kau boleh memesan ice cream rasa vaporit mu apa saja."
Jawab tuan Jaka menggendong Rima dan membawanya ke tempat pemesanan menu.Dan lagi lagi Rima meninggalkan aku berduaan dengan si duda sombong ini.
"Lalu...apa kau Ingin kita berdiri saja di sini sampai toko ini tutup?"
Kata David tanpa melihat wajahku.
"Bukan nya tempat ini adalah ide mu harusnya kau sudah tau dimana kita harus duduk."
Jawabku ketus.
"Lalu jika aku yang menemukan ide,harus aku juga yang mencari tempat duduk,lalu apa tugasmu sebagai seorang istri?"
Kata David ngomel.
Serrrr......
Lagi lagi jantung ku beregtar saat mendengar kata seorang istri dari mulut David.Dan aku pun langsung terdiam seribu bahasa.Entah aku terlalu percaya diri atau terlalu berharap pengakuan itu,entahlah....
Panggil David memetikkan jarinya di depan wajahku dan memecahkan lamunan ku tentang kata seorang istri.
"Apa?"
Kataku gugup dan coba bersikap tenang.
"Kenapa jadi melamun,cari tempat duduk sana aku akan melihat Rima di sana.(menunjuk ke arah tempat pemesanan menu).
Perintah David padaku.Dan aku pun mulai cari tempat duduk yang nyaman.
"Tunggu.."
Panggil David menghentikan langkahku yang baru beberapa langkah.
"Ada apa lagi?"
Tanyaku kesal.
"Kau ingin di pesan kan apa?"
Tanya David.
"Terserah padamu?"
Jawabku masih kesal dan meninggalkan nya.
Tak lama kemudian aku pun menemukan tempat yang cukup nyaman untuk duduk.Menghilangkan rasa bosan menunggu David dan Rima yang masih antri di tempat pemesanan menu aku pun bermain ponsel.Dan tiba tiba....
"Naima...
__ADS_1
Aku mendengar suara dari seseorang yang memanggil namaku.Dan ternyata orang itu adalah Gea dan dia pun melambaikan tangannya dari mejanya yang berada sekitar tempat meja dari depan meja tempat aku duduk.
"Sinih...."
Panggil Gea memanggilku meminta bergabung ke mejanya.Aku pun bergegas berdiri,tapi tiba tiba aku berpikir kalau aku yang ke meja Gea nanti David dan Rima akan bingung menemukan ku.Dan akhirnya ku minta agar Gea saja yang datang ke meja ku dan Gea pun setuju.
"Hai Nai...apa kabar?"
"Sama siapa ke sini?"
Tanya Gea.
"Aku baik,aku bersama Rima ke sini."
Jawabku.
"Oh ya,apakah dia sudah sehat?"
"Lalu dimana dia aku ingin sekali menemuinya?"
Kata Gea yang senang sekali jiga bertemu dengan Rima.
"Dia sedang ada di tempat pemesanan,utk memesan ice cream bersama ayahnya."
Jawabku sambil menunjuk ke arah tempat Rima berdiri mengantri di tempat pemesanan.
Dan tiba tiba Gea terkejut melihat pria berdiri di dekat Rima.
"Nai,siapa pria yang ada bersama Rima disana?"
Tanya Gea menunjuk ke arah David.
"Dia David ayahnya Rima,alias suamiku "
Jawabku.
"Haah...kok aneh?"
Gea terkejut mendengar jawabanku.
"Aneh?"
"Aneh kenapa?"
Tanyaku kembali bingung.
"Kau pernah bertanya siapa pria yang sudah berbaik hati mau mendonorkan darahnya untuk Rima bukan?"
Tanya Gea lagi.
"Ya benar,lalu?"
Tanyaku balik.
"Pria yang bersama Rima itu,Dialah orang yang mendonorkan darahnya untuk Rima."
Ungkap Gea.
"Haah....serius?"
Aku sangat terkejut dan bingung.
"Iya serius,tapi yang tidak aku mengerti jika dia suami mu dan dia ayah Rima,kenapa dia tidak ingin identitasnya di ungkapkan bahkan dia tau untuk siapa darah ini dia donorkan."
Jelas Gea dengan rasa penasaran .
"Emang dia bilang apa selain dia meminta agar identitasnya di rahasiakan?"
__ADS_1
Tanyaku,akan tetapi Gea tidak sempat menjelaskan karena David dan Rima keburu datang,sebab Gea sudah janji kepada David untuk merahasiakan identitasnya.Takut nanti David merasa tidak nyaman Gea pun pergi n kembali ke mejanya.
Bersambung.....