Duda Sombong Pilihan Ayah

Duda Sombong Pilihan Ayah
Bab 127....


__ADS_3

Liburan musim panas telah selesai,hari ini saatnya anak anak kembali masuk ke sekolah untuk mengikuti kegiatan belajar seperti biasa.


Dan tentu saja moment ini membuat aku semakin merindukan Rima.


Tentu saja....


Karena biasanya setiap pagi setelah selesai sholat subuh aku langsung ke kamar Rima untuk membantunya bersiap ke sekolah.Tapi sekarang moment itu di rampas Sahira dengan mengambil Rima dari ku.Dan sejak menikah dengan David ini pertama kalinya pagi ku berjalan tanpa aktifitas apa pun selain duduk termangu di atas tempat tidur dengan suara TV yang menyala dan tatapan ku yang kosong.


Dalam hati aku berandai andai....


Andai saja aku tidak dalam pengawasan David yang harus istirahat total mengikuti saran dokter Nisa,aku ingin sekali segera berlari menuju sekolah Rima untuk menemuinya meskipun hanya sebentar saja aku sangat rindu ingin memeluknya.


Pikirku dalam hati....


Ketika aku hanya bisa diam termangu tiba tiba...


"Cepatlah bersiap...!"


"Kita akan keluar hari ini..."


Kata David sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.


"Kemana?"


Tanyaku yang masih tak bergairah.


"Ke suatu tempat yang dapat menghilangkan kegalauan mu..."


Jawab David seolah paham isi hatiku.


"Maksudnya....?"


Tanyaku lagi yang sontak membuat si tuan duda tempramental mulai membesarkan kedua matanya menatapku.


"O...ow...."


"Mulai deh emosi..."


Gerutuku.

__ADS_1


"Apa katamu?"


Tanya David seolah mendengar grutuanku.


"Haah....?"


"Apa?"


"Tidak ada.."


Kataku mengelak dan perlahan menuju meja rias.


Aku pun segera bersiap dengan polesan riasan sederhana,akhirnya aku pun sudah siap untuk pergi bersama David ke tempat yang aku tidak tahu akan di bawa kemana.Tapi entah kenapa,meskipun demikian aku tetap senang karena pikirku dengan keluar dari rumah otak ku dapat penyegaran dan berharap aku menemukan sebuah ide cemerlang di kepalaku untuk membasmi serangga seperti sahira.


"Kau sudah selesai....?"


Tanya David sambil merapihkan jasnya.


"Hemm..."


Jawabku yang akan berdiri untuk beranjak dari meja rias.


"Heii....tunggu...tunggu..."


"Apa..?"


Tanyaku heran.


"Kau mau apa?"


Tanya David menunjukku.


"Mau apa?"


"Ya tentu saja mau turun ke bawah,bukannya kita mau pergi kan...?"


Tanyaku yang sama sekali tidak mengerti maksud dari pertanyaan David.


"Lalu,siapa yang mengizinkanmu untuk berjalan sendiri menuruni anak tangga...?"

__ADS_1


Tanya David mulai super duper protektif.


"Izin....?"


"Kenapa aku harus izin hanya untuk menuruni anak tangga?"


Tanyaku protes di iringi rasa kesal.


"Apa kau tidak ingat apa yang di katakan dokter Nisa selama kau dalam masa pemulihan?"


Tanya David coba mengingatkan ku.


"Ya aku ingat,tapi kan......"


"Sudah jagan protes ayo kita pergi..."


Sambung David memotong kalimat protesku,dan langsung menggendongku dengan kedua tangannya.Diam tanpa kata aku tak berdaya hanya bisa nurut dengan melingkarkan kedua tanganku di leher David selama menyusuri anak tangga.


"Selamat pagi...."


Sapa ayah ibu mertua dengan tersenyum melihat adegan romantis antara aku dan David.


"Pagi ayah,ibu......"


Jawabku melotot menatap David sebagai kode keras untuk segera menurunkan ku.


Dengan senyuman nakal di bibirnya David pu. mendudukkan ku di kursi yang berada di sebelah dia akan duduk.


"Pagi pagi kalian sudah rapih mau kemana?"


Tanya ibu mertua.


"Ke sekolah Rima Bu..."


Jawab David sambil mengoleskan selai coklat di roti tawar buatku.


Sontak jawaban David membuatku tercengang menatapnya.Lagi lagi aku di buat terharu dengan kepedulian David padaku.Tanpa aku mengatakan isi di pikiranku dia sudah tahu apa yang ku inginkan.


Hemmm ..andai saja tidak ada ayah dan ibu mertua saat ini,ingin sekali aku mengecup bibirnya yang mungil itu.

__ADS_1


Batinku dalam hati sambil menatap David dengan curi curi.


Bersambung.....


__ADS_2