Duda Sombong Pilihan Ayah

Duda Sombong Pilihan Ayah
Bab 85....


__ADS_3

Tak lama kemudian David pun kembali ke kamar dengan membawa nampan yang berisi Menu makan siang.Sementara sudah setel kembali duduk di posisi ku semula.Tapi sayangnya tidak sesempurna keadaan sebelumnya.Dan sayang nya hal itu tidak luput dari pandangan dan ingatan David.


"Saatnya makan siang...."


Kata David meletak kan nampan di meja sofa.


"Kenapa jadi makan,bukan kah kau menyuruhku tetap diam di sini menunggu mu sampai kau datang tanpa harus ada yang berubah,karena kau mau melanjutkan aksi mu?"


Kataku mengkritik seolah memang benar benar tetap stay menunggu David di kamar sampai kembali.


"Ya kau benar,tapi sebelum itu kau harus makan yang banyak karena kau butuh tenaga yang banyak untuk bertempur nanti.Aku ingin ada perlawanan darimu."


Jawab David tersenyum tipis di bibirnya.


"Trus kenapa harus makan di kamar bukan kah kita punya meja makan di ruang makan yang cukup besar,kenapa tidak memanggilku saja untuk turun,kau tidak perlu repot repot menyiapkan ini sendiri?"


Tanyaku begitu bawel.


"Sudah jangan bawel,bukan kah kau yang minta seharian ini aku harus tinggalkan semua aktifitas pekerjaanku dan harus memanjakanmu?"


Kata David mengingatkan ku.


"Ya kau benar...?"


Jawabku kemudian meneguk segelas air putih untuk menghilangkan rasa haus yang sejak tadi ku tahan.


"Lalu,bergerak kemana saja kau selama aku turun?"


Tanya David.


"Tidak kemana mana."


Jawabku tetap santai menyembunyikan rasa gugupku.


"Lalu kenapa kancing baju mu bisa terpasang lagi?"


"Kan sudah ku bilang biarkan yang sudah ku kerjakan karena aku tidak mau mengulangnya dari awal..!"


Tanya David begitu detail hingga ingat pada kancing baju yang sudah terpasang yang sebelumnya sudah di buka.


Astaga....tuan duda ini benar benar keterlaluan deh,segala kancing baju saja jadi masalah.


Gumam ku dalam hati.


"Oh....itu tadi karena aku merasa risih,tapi jika kau malas mengulang dari awal,tidak masalah aku yang akan membuka kan nya untukmu."


"Hehe...."


Jawabku seraya menggoda David.


"Ow....kau sudah mulai berani ya sekarang..."


Kata David.


Dan obrolan pun di lanjut dengan makan siang romantis dalam kamar.


"Omong...omong siapa tadi yang datang?"


Tanyaku berbasa basi pura pura tidak tahu.


"Bukan siapa siapa."


Jawab David fokus menyantap makanan nya.


"Memang ada ya nama orang bukan siapa siapa?"


Tanyaku ingin bercanda.Tapi sayang nya bukannnya membuat David tertawa malah dia melotot menatapku.Aku pun langsung terdiam dan fokus mengahabiskan makanan ku.

__ADS_1


"Arga....!"


Jawab David tiba tiba.


"Oow...."


Jawabku.


"Katanya sebelumnya kalian sudah buat janji untuk bertemu guna membahas skema kerja proyek kita?"


Tanya David memastikan.


"Ya itu benar..."


Jawabku santai.


"Lalu kenapa kau tidak turun dan menemuinya tadi."


Tanya David seolah dia lupa jika sudah mengirim pesan dan melarangku turun.


Apa kau sudah amnesia ya?"


Tanyaku dalam hati.


"Aku malas...."


Jawabku berharap itu dapat menyenangkan hati David.


Dan ternyata kali ini aku benar,David seketika tersenyum mendengar jawaban ku.


"David...."


Panggilku.


"Hemm..."


"Aku pikir,aku ingin mundur saja jadi pimpinan proyek kerjasama kita ini."


Kata ku menyampaikan keputusan ku yang telah ku pikirkan sepanjang malam saat menjaga David.


"Kenapa?"


Tanya David.


"Aku merasa,aku tidak mampu mengerjakannya."


"Dan sedikit pun aku belum mengerti alur kerja proyek ini."


Jawabku memberi alasan.


"Bukan kah ada Arga yang akan mengajari dan membantumu nanti?"


Tanya David.


Nah itu dia alasannya tuan duda, aku tidak ingin intensitas pertemuan ku dengan Arga membuatmu cemburu dan kau akan demam lagi nanti.


Jawabku dalam hati.


"Ya tapi ini rasanya sulit untuk ku."


Jawabku coba memberi alasan.


"Tenanglah jangan takut,ada aku yang akan membantumu."


"Jika kau ingin menyerah dengan proyek ini,ingat lah demi dan untuk apa keuntungan proyek yang kau pimpin ini."


Ujar David memberi motivasi padaku.

__ADS_1


"Demi panti asuhan..."


Jawabku seketika teringat anak anak di Panti Asuhan dan tanpa sengaja semangatku kembali tanpa perduli jika aku akan bertemua Arga stiap hari.


"Anak pintar...."


Kata David dengan mengusap kepalaku dan menyudahi makan siangnya.


"Omong omong....biacara Panti Asuhan aku jadi teringat dengan Hasan dan Husain."


Kataku yang juga menyudahi makan siangku.


"Benarkah?"


"Apa kau merindukan mereka?"


Tanya David menyandarkan punggungnya di sandaran sofa.


"Ehem..."


Jawabku mengangguk.


"Kemarilah...."


Pinta David agar mendekat dengannya dan aku pun tanpa ragu mendekat dan menyandarkan kepalaku di bahunya.


"Jika kau merindukan mereka,besok kita akan berkunjung kesana."


Kata David membelai lembut rambutku.


"David,aku pikir kenapa mereka tidak kita bawa saja ke rumah ini,aku rela jika harus merawat mereka sendiri.Mengingat aku tidak akan bisa memberikan anak padamu,bagaimana jika kita adopsi saja mereka biar kita bisa mengikuti tumbuh kembang mereka."


"Lagi pula Rima sangat ingin sekali punya adik bayi,jadi aku pikir mengadopsi Hasan dan Husain adalah ide yang bagus."


"Bagaimana menurutmu?"


Tanyaku.


"Tadi nya aku juga berpikir begitu.Namun setelah ku pertimbangkan,aku rasa itu bukanlah ide yang bagus."


Jawab David.


"Kenapa?"


Tanyaku heran.


"Jika mereka kita bawa pulang ke rumah,kau jadi hanya bisa fokus dengan mereka saja di tambah lagi Rima.Lalu bagaimana proyek yang kau pimpin,sementara hasil dari proyek itu akan di gunakan untuk biaya mengelolah kebutuhan anak anak panti.Memang mulia pemikiran mu ingin merawat Hasan dan Husain,tapi di sisi lain anak anak panti yang lain juga membutuhkan mu sebagai hasil dari kerja keras mu untuk kebutuhan mereka.Aku memeilih mu menjadi kepala proyek karena aku percaya kau adalah ibu yang bijaksana yang penuh cinta kasih.Kau bisa menyayangi anak anak mana pun seperti denyut jantungmu."


"Bukan tidak bisa aku mengganti kan posisi mu dalam proyek ini,tapi aku memilihmu karena aku ingin kau menjadi wanita yang berkarya,dan mandiri dalam dunia bisnis hingga kesuksesan mu dapat di rasakan oleh orang orang yang membutuhkan bantuan mu karena rasa peduli mu yang begitu besar terhadap orang lain,jika kau menjadi wanita pebisnis yang sukses kau tidak perlu meminta bantuan siapa pun untuk mengurus semua anak anak mu yang ada di panti."


Jelas David dengan pemikiran nya yang begitu bijaksana yang membuat aku semakin kagum padanya.


"Emmuach....."


Satu kecupan manja pun mendarat di dagunya dari bibirku.


"Jangan mulai...."


Kata David melirik padaku dengan senyuman manis di wajahnya.


Tanpa kami sadar ternyata cuaca menjadi mendung di luar sana saat menjelang sore.Dan tiba tiba saja terdengar dentuman dari suara petir yang membuat kami berdua sangat terkejut hingga refleks saling memeluk.


"Sepertinya memang harus kita mulai karena cuaca sangat mendukung."


Kata David tersenyum menatapku sebelum ******* bibirku.


Dan tanpa perdebatan aku pun pasrah dengan keinginan nya.Dan aaaa.........malam pertama dengan rasa cinta terjadi di sore hari dengan cuaca dingin karena guyuran hujan lebat.🤗🤗🤗

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2