
Tidak begitu banyak obrolan sepanjang perjalanan menuju rumah.Di tambah lagi Rima sedang tertidur di pangkuan Sahira mungkin karena lelah.Suasana ramai yang biasa tercipta jika kami di dalam mobil seketika menjadi hilang,aku tidak menuding ini semua karena Sahira,tapi tidak bisa di pungkiri kehadiran Sahira membuat suasana jadi berubah.Bahkan aku tak bisa membayangkan bagaimana ekspresi David saat dia nanti melihat Sahira ada di rumahnya.
Bagiku tidaklah penting cerita masa lalu antara mereka,tapi yang ku pikir adalah bagaimana perasaan Rima yang sudah mulai mengerti tentang hal yang dia lihat.Bagaimana jika saat bertemu Sahira nanti David tidak mampu mengontrol emosinya di depan Rima.Masih membayangkannya saja aku sudah takut bagaimana jika aku melihatnya langsung.
Lagi lagi aku dalam posisi yang membuat aku dilema,Satu sisi aku tidak ingin David teringat lagi masa lalunya yang menyakitkan jika melihat keberadaan Sahira di rumah,tapi di sisi lain jika aku tidak mengajak Sahira ikut pulang ke rumah Rima pasti akan sedih,karena sejak bayi dia sudah tidak bertemu ibu kandungnya.
Bencana...
Hufff
Pikirku dalam hati.
Tak berapa lama kami pun tiba di rumah.Kulihat keadaan rumah sangat gelap,itu berarti David belum pulang.
"Kenapa semua lampu mati nak?"
Tanya ibu mertua.
"Oh ya,mungkin David belum pulang Bu."
Jawabku mematikan mobil den segera membuka pintu untuk menyalakan lampu teras depan dan beberapa ruangan yang lain agar ada cahaya dan tidak begitu gelap.
"Allhamdulillah...."
"Akhirnya sampai juga ke rumah..."
"Istriku ayo segera turun aku sudah sangat merindukan rumah."
Ajak ayah mertua sambil turun dari mobil.
"Ya kau benar suami ku,aku juga sangat merindukan rumah."
"Ayo mba kita bantua Tuan mengeluaran semua barang barang dari bagasi mobil,setelah itu pesan lah makanan lewat apliksi online,kau tidak perlu masak makan malam karena kau pasti lelah."
Jawab ibu mertua dan juga mengajak si mba turun dari mobil tanpa menghiraukan Sahira meskipun saat itu dia sedang memangku Rima yang sedang tidur.
"Baik nyonya.."
__ADS_1
Jawab si mba yang bergegas turun.
"Selamat datang kembali di rumah...."
Kataku mempersilahkan mereka masuk.setelah cukup lama ayah dan ibu mertua beserta si mba masuk,tapi Sahira dan Rima tak juga datang bahkan belum turun turun dari mobil.
Aku bertanya tanya dalam hati,dan pikirku mungkin Sahira merasa canggung dan sungkan untuk kembali ke rumah ini.Agar dia tidak merasa demikian aku pun segera menghampirinya ke mobil dan berniat mengajaknya masuk.
"Rima...Rima..."
"Ayo bangun sayang,kita sudah sampai."
Aku mendengar suara Sahira memanggil manggil nama Rima dan berusaha membangunkan nya.
Hingga aku tepat berdiri di samping pintu mobil dekat mereka duduk lagi lagi aku mendengar Sahira mencoba membangunkan Rima.Entah kenapa aku merasa risih dengan hal itu,karena itu bukan kebiasaan ku membangunkan Rima saat akan turun dari mobil jika dia tertidur di pangkuan ku.Tapi yang ku lakukan adalah berusaha menggendongnya dan turun dari mobil sehati hati mungkin agar dia tidak terbangun apalagi setelah dari perjalanan jauh.
Merasa tidak tega melihat Rima di bangunkan aku pun segera membuka pintu mobil.
"Ada apa ?"
Tanyaku berbasa basi setelah membuka pintu mobil.
"Iya dan sulit sekali di bangunkan"
Jawab Sahira yang ku dengar terasa aneh di telingaku.
"Sudah sebaiknya jangan di bangunka,kasihan mungkin dia sangat lelah."
"Sini aku gendong saja dia untuk masuk."
Kataku memberi saran.
"Ow...syukurlah kalau begitu,karena aku sangat kerepotan jika harus menggendongnya dengan haigheels ku ini dan belum lagi membawa koperku."
Kata Sahira seolah Rima adalah beban yang memberatkan nya.
Rasa aneh pun mulai muncul dalam benak ku menilai Sahira.Aku berpikir kenapa dia lebih memikirkan koper dan haigheelsnya dari pada Rima yang sudah lima tahun dia tinggalkan hingga dia rela membangunkan Rima yang sedang tertidur nyenyak.
__ADS_1
"Ayo turun dan masuklah ke dalam sekarang kau bisa berjalan dengan aman bersama higheelsmu sambil membawa kopermu."
Ajak ku setelah menggendong Rima sambil coba menebarkan tawa ramah padahal dalam hatiku sudah mulai kesal melihat ke egoisannya.
"Terimakasih...."
Ucap Sahira sambil turun dan mengikuti langkahku untuk masuk ke rumah dan membawanya ke kamar Rima.
"Sahira ini kamar Rima,kau bisa menyegarkan dirimu dulu di sini dan setelah itu turunlah untuk makan malam."
Kataku begitu ramah sambil meletak kan Rima di tempat tidur nya.
"Iya aku sudah tahu,jangan lupa Naima aku sudah pernah tinggal di rumah ini sebelum kau masuk dalam hidup David."
"Gllek...."
Jawaban Sahira yang terdengar begitu songong membuatku menelan ludah.
"Hehe....kau benar"
"Maaf aku pikir setelah begitu lama kau meninggalkan rumah ini dan penghuninya aku pikir mungkin kau sudah lupa setiap ruangan yang ada di rumah ini."
Kataku meskipun dengan tersenyum tapi ucapan ku berniat mengingatkan Sahira bahwa dia sudah begitu lama menterlantarkan Rima sejak meninggalkan rumah ini.
"Ya ucapan mu benar juga."
"Naima,aku sangat lelah mungkin aku tidak ikut makan malam bersama kalian."
"Maaf"
Kata Sahira terlihat rasa kesal di wajahnya.
"Baiklah....kalau begitu selamat beristirahat."
Ucapku menutup pintu kamar Rima dan meninggalkannya.
Berasambung....
__ADS_1