Duda Sombong Pilihan Ayah

Duda Sombong Pilihan Ayah
Bab 41...


__ADS_3

Sementara proses urut berlangsung David pun pergi ke balkon kamar menerima panggilan masuk di ponselnya.


"Hallo..."


Kata David menjawab panggilan masuk yang ternyata dari detektive yang iya tugaskan untuk mencari informasi tentang Arga.


"Tuan saya sudah dapat informasi tentang Arga."


Jawab si detektive.


"Ya katakan..."


Perintah David.


"Tuan,Arga yang anda maksud memiliki nama lengkap Arga Karnata Wiguna.Sebelum tinggal di luar negri dulu dia berasal dari kota yang sama tempat nyonya Naima berasal.Dia sempat menikah tapi belum satu tahun usia pernikahannya dia bercerai karena dia pria mandul yang tidak dapat memberi keturunan pada istrinya dan akhirnya istrinya minta bercerai.Hingga akhirnya dia memutuskan untuk memulai bisnis di luar negri.Saat ini dia salah satu pemilik saham terbesar di perusahaan minuman ringan yang produknya baru saja lounching lewat bisnis advertising kita.Dan dia termasuk pebisnis yang menghalalkan segala cara."


Cerita detektive memberikan informasi.


"Cari tau cerita kehidupannya sebelum dia menikahi istri yang telah meninggalkannya it u dan aku tunggu informasinya paling lama nanti malam."


Perintah David yang ingin tahu apa kaitan Arga denganku dan kenapa aku begitu marah ketika melihat Arga di restaurant.


"Baik tuan.."


Jawab detektiv mematuhi perintah.


"Hem..pria yang malang."


"Kenapa di dunia ini banyak sekali wanita yang hobi meninggalkan suaminya."


Kata David menggelengkan kepalanya seolah teringat pada masa lalunya.Tak lama dari atas balkon David melihat Rima bersama ayah dan ibu ku hendak menyebrang jalan untuk mengantarkan Rima pulang.


"Uups...gawat sekarang bodyguard si wanita penceramah sudah kembali,habis lah aku dengan kemarahannya nanti saat dia tahu ibu Nai sampai terjatuh meskipun itu bukan kesalahan ku."


Kata David mengurut dadanya dan tertawa jika mengingat Rima akan bawel nanti.David pun segera kembali ke kamar dan menemui ku.


"Bagaimana mbok,apa dia sudah langsung bisa berjalan?"


Tanya David.


"Den...sepertinya butuh waktu satu sampai dua Minggu untuk non Naima bisa berjalan lagi,karena keseleonya cukup parah."


Jelas mbok Larseh tukang urut.


"Huff ya ampun bisa habis tenagaku karena harus menggendongmu selama dua Minggu."


Gerutu David melirikku.


"Aku tidak minta kau menggendongku,kau sendiri yang melakukannya tanpa bertanya padaku."


Kataku membela diri.


"O...kau sudah mulai sombong sekarang ya....?"


Pikirkan lah bagaimana kau harus melakukan semua kegiatan mu dua Minggu tanpa bntuan ku jika kau memang bisa."


Kata David mulai mengejekku.

__ADS_1


Aku yang sedang cengar cengir menahan sakit karena mbok larseh sedang membubuhkan buah pala dan membalut kaki ku yang bengkak, memelih diam dan tidak menggubris perkataan David.Dan tak lama kemudian Rima datang bersama ayah dan ibu.


"Ibu Nai....apa ibu baik baik saja?"


Tanya rima cemas ketika dan langsung mendekatiku.


"Ya sayang,ibu Nai tidak apa apa hanya sedikit cedera saja."


Jawabku memeluk Rima dengan keadaan hanya bisa duduk di atas tempat tidur saja.


"Yaap...dan sekarang sang pahlawan sudah datang."


Gerutu David melipat kedua tangannya seolah iri melihat kasih sayang Rima padaku.


"Ibu Nai,katakan padaku siapa orang yang harus bertanggung jawab atas kejadian ini?"


Tanya Rima begitu cerewetnya sambil melirik kepada David.Sontak David merasa risih dengan tatapan Rima yang penuh kecurigaan.


"Hei...anak nakal,kenapa kau menatap ayah seperti itu?"


Tanya David tersenyum salah tingkah.


"Kenapa ayah merasa aku mencurigai ayah,aku hanya melihat ayah..."


Jawab Rima mengernyitkan dahinya.Dan David pun hanya diam tersenyum seolah mati kata.


"Hei...sudahlah kenapa jadi kalian yang berdebat."


Kata ibu mertua tertawa melihat perdebatan mereka.


"Aku tidak berdebat nenek,tapi aku curiga ini semua terjadi pasti ulah ayah."


"Hei...Pahlawan, sebelum kau berprasangka buruk kepada ayah,sebaiknya kau tanyakan terlebih dahulu dengan ibu Nai mu apa yang terjadi."


Kata David yang merasa kesal kenapa dia yang jadi tersangka untuk kasus cedera Naima,padahal hanyalah dia satu satu orang yang berada di lokasi kejadian untuk menolong rumah.


"Iya Naima sayang ibu juga penasaran kenapa kau bisa cedera separah ini,seingat ibu kau baik baik saja saat keluar dari rumah dan berpamitan pulang.?"


Tanya ibu heran.


"Hehe....siapa yang memberi tahu kalian jika aku cedera?"


Tanyaku meringis.


"Si mba yang cerita saat kami baru saja datang ke sini."


Jawab ibu.


"Ya...dan aku tahu ini perbuatan siapa?"


Lagi lagi Rima melirik David.Melihat hal itu kau tertawa karena David menjadi tersangka atas cedera pada kaki ku ini,andai saja Rima tahu apa yang di lakukan David begitu aku terjatuh...


Dan dari pada Rima salah paham sebaiknya aku ceritakan saja bagaimana kejadiannya,pikirku.


"Rima sayang...jangan sembarangan menuduh ayahmu nak,itu tidak baik."


Kataku membela David.

__ADS_1


"Tapi Bu..."


Bantah Rima.


"Sayang...sebelum kau memfonis seseorang menjadi tersangka,kau harus tahu terlebih dahulu cerita yang sebenarnya,bisa jadi orang yang ku curigai malah orang yang sudah membantu ibu."


Kataku coba menjelaskan.


"Apa maksud ibu Nai...?"


Tanya Rima bingung.


"Jadi sebenarnya ayahmu sudah bertanggung jawab dengan keadaan ibu ini,tapi bukan berarti dia yang menyebabkan kaki ibu Nai cedera."


Kataku tanpa sadar membela David.Dan David pun tersenyum mengernyitkan kedua alisnya kepada Rima.Dan Rima pun jadi kesal.


"Lalu siapa orang yang membuat kaki ibu Nai sampai seperti ini?"


Tanya Rima kesal.


"Sayang...sebenarnya saat ibu pulang dari rumah nenek sebrang an hendak menyebrang,tiba tiba ibu tersandung saat berjalan.Dan karena memakai higheels jadi ibu tidak dapat menjaga keseimbangan hingga akhirnya ibu terjatuh dan kaki keseleo,mungkin cedera cukup parah jadi bagian pergelangan kaki ibu Nai membengkak seperti ini.Tapi ayah David dengan sigap menolong ibu Nai menyebrang hingga sampai ke kamar ini."


Jawabku menceritakan kronologi kejadiannya.


"Ya...dengan menggendong ibu Nai sampai ke kamar dengan selamat,hehe..."


Sambung ibu mertua menceritakan yang lebih tepatnya,padahal sebenarnya aku sengaja tidak ingin menceritakan hal itu di depan orang banyak karena merasa malu.


"Hem..apakah tuan putri sudah jelas sekarang?"


Tanya David yang merasa bangga karena dapat pembelaan.


"Wow...ayah,ternyata ayah pria tampan yang sangat keren."


Celetuk Rima yang tiba tiba memuji David.


"Haha....."


Tawa kami semua begitu gemuruh pun terdengar di kamarku mendengar celetukan Rima yang belum punya pendirian teguh.


"Hem...baiklah ayah,kalau begitu ku percayakan semua perawatan ibu Nai selama belum bisa berjalan Kepa ayah."


"Dan untuk ibu Nai,berjanjilah ibu Nai harus patuh dan mendengarkan apa yang ayah katakan sebagai arahan dari si mbok Larseh,agar kaki ibu Nai cepat sembuh."


Perintah Rima kepada kami berdua layaknya seorang tuan putri kerajaan yang sedang memerintahkan para dayang dayangnya.


Apa....??


Harus mendengarkan apa yang di katakan duda gila ini?


Hufff ya ampun Rima sayang,bukan malah sembuh aku malah akan jadi stress nanti.


Gumamku dalam hati yang sebenarnya tidak setuju dengan arahan Rima,tapi aku harus tetap mengatakan "iya"


Dan David pun tersenyum begitu manis menatapku seolah dia sangat setuju dengan apa yang di katakan Rima,padahal yang sebenarnya aku yakin dia akan mencari keuntungan dari perintah ini.


Huff......habislah aku.....

__ADS_1


Kataku dalam hati dan menatap David begitu tajam.


Bersambung......


__ADS_2