
Ku lihat Rima sedang bermain boneka di kamarnya.
"Sayang..."
"Kau belum tidur...?"
Tanyaku menyapa Rima dan mendekatinya.
"Belum ibu Nai..."
"Aku belum mengantuk."
Jawab Rima sambil menyisir rambut bonekanya.
"Oya..."
"Benarkah?"
"Karena itu kau meminta ayahmu agar ibu ke sini untuk menemanimu tidur?"
Tanyaku ikut menyisir rambut boneka Rima yang lain.
"Aku...?"
Tanya Rima bingung.
"Ehem....tentu saja dirimu."
"Benarkan?"
Tanyaku.
"Tapi ibu Nai,kau tidak ada bertemu ayah sejak tadi.Malah aku kira kalian belum kembali dari makan malam romantis."
Jawab Rima membuatku bingung.
"Benarkah?"
Tanyaku untuk meyakinkan diriku sendiri dan sejenak aku terdiam.
__ADS_1
"Oke,baiklah Rima sayang ibu rasa saatnya kau tidur sekarang karena hari sudah malam."
Titahku pada Rima.
"Tapi aku ingin ayah dan ibu tidur di sini juga bersamaku."
Pinta Rima merengek.
Sontak permintaan Rima membuat jantungku kembali berdetak kencang.Karena alasanku ke kamar ini ingin menghindari tatap muka dengan David Krena rasa malu ku.Lalu bagaimana mungkin aku kembali ke kamar dan meminta David tidur bersama karena permintaan Rima.
Setelah beberapa menit terdiam sembari menunggu Rima menyusun mainannya akhirnya sebuah ide muncul di kepalaku meskipun ini hanya sebuah alasan tapi setidaknya aku dapat menghindari bertemu David karena permintaan Rima.
"Ehm...Rima sayang,jika kau tidak bertemu ayahmu sejak kami kembali tadi,mungkin saja dia sudah tidur karena lelah,dan tidak baik jika membangunkan orang yang sudah tidur karena lelah."
"Ya kan...?"
Kataku coba memberikan penjelasan pada Rima meskipun itu sebuah alibi dari ku.
"Hemm...."
"Ibu Nai benar,baiklah malam ini aku tidur dengan ibu Nai saja."
Kata Rima menuruti kataku.
Kataku sambil menggendong Rima dan membawanya ke tempat tidur.
Maafkan ibu Rima,terpaksa berbohong padamu.
Kataku dalam hati sambil memeluk Rima dan coba memejamkan mata.Namun hingga pukul sebelas malam mataku juga enggan terpejam.Dan aku teringat jika aku belum sholat isya.Setelah ku lihat Rima sudah tertidur pulas aku pun bergegas ke kamar untuk mendirikan sholat sebelum tidur.
"Semoga si duda sombong sudah tidur"
"ummuach..."
Kataku dan mencium pipi Rima yang sudah tertidur.
Dan aku pun kembali ke kamar ku.Ku buka pintu kamar dan ku lihat lampu kamar telah di matikan ,hanya lampu tidur saja yang menyala.Itu berarti David sudah tidur.Ku lihat arah tempat tidur,benar David sudah tidur begitu nyenyak hingga tidak merespon saat aku menyalakan lampu kamar.
Aku pun segera melaksanakan sholat.Dalam sujud terakhirku aku seperti merasa sudah begitu tenang seakan semua rasa malu yang ku rasakan tadi sirna seperti aku mendengar ada yang berkata di hati ku " kenapa aku sampai sebegitu nya risau saat David melihatku tanpa busana,toh aku telah halal bagi David dan terlebih lebih lagi David pun begitu menghormati ku sebagai seorang wanita yang sudah sah menjadi istrinya..."
__ADS_1
Setelah merasakan ketenangan itu,aku pun segera mengangkat kepalaku dari sujud terakhirku dan menyelesaikan sholat ku.Dalam waktu yang bersamaan setelah aku mengucapkan salam tiiba tiba David membalikkan badan ke arahku,kedua mataku langsung memandang wajahnya yang terlihat begitu teduh saat terpejam.Dan bagaikan hati yang di tuntun aku mengangkat kedua tanganku sambil menatap wajah David ku ucapkan syukur kepada Tuhan dalam doa ku.
*Tuhan...
Maaf kan aku yang dulu berfikir kenapa takdir begitu kejam membuat aku menjadi wanita yang tidak dapat menjadi seorang ibu hingga aku harus rela di tinggalkan pria yang begitu ku cintai.Bahkan aku menganggap diriku sebagai wanita sial setelah Engkau pertemukan ku dengan David yang ternyata dialah seseorang yang telah Engkau tetapkan untuk kebahagiaanku bahkan mengizinkan ku menjadi seorang ibu meskipun tidak terlahir dari rahim ku.
Tuhan...
Terimakasih karena telah mempertemukan ku dengan pria seperti ini yang begitu menghormati kehormatanku meskipun dia berhak atas itu*.....
Curhatan ku dalam doa.
Semakin lama aku memandang wajah David,rasanya semakin aku ingin mendekatinya.Ku lipat mukena dan sajadah ku lalu kuberanikan diriku memandang David lebih dekat dengan naik ke atas tempat tidur dan duduk di sebelahnya.
Bahkan aku tak mampu menahan jemariku untuk membelai wajanya yang tampan.
"Kau begitu terlihat tampan jika kau diam seperti ini,terimakasih untuk semua yang telah kau lakukan seharian ini."
"Emmmuach......"
Hadiah ucapan terimakasih langung ku daratkan di wajah tampan David yang tertidur pulas.
Aku pun merebahkan tubuhku di sebelahnya dan menghadap David karena aku ingin memandang wajahnya sampai puas bahkan sampai aku tertidur.Namun tiba tiba seketika David membalik kan tubuhnya kembali ke arah semua dan sekarang jadi membelakangi ku.
Aku pun semakin gemas dengan keadaan itu.Dan entah yang merasuki pikiranku ini aku begitu lancang tanpa ragu memeluk David dari belakang dan terasa begitu nyaman.
Dan ternyata David belum tidur seperti yang ku pikirkan.Hal itu terlihat saat David menyentuh tanganku yang sedang memeluk tubunya yang kekar itu.Aku merasakan hal itu namun aku tidak berani membuka mata karena takut David marah karena telah menyentuhnya tanpa izin darinya.
Akupun kembali berakting seoalah aku sudah tertidur nyenyak dalam pelukannya meskipun itu hanya memeluk punggung David.Tak lama kemudian mungkin merasa aku telah tertidur David membalikan kembali tubuhnya menghadapku dan akhirnya kami saling berhadapan dengan mataku yang terpejam tapi elingaku masih mampu mendengar dengan jelas apa yang di katakan David.
"Maafkan aku telah membohongi mu untuk ergi ke kamar Rima,padahal dia tidak memintanya.Aku hanya ingin kau tidak kikuk melihatku setelah tanpa sengaja aku melihatmu tanpa sehelai pakain.Kau begitu polos,sepolos tubuhmu yang memiliki bentuk yang begitu indah.Hingga kau merasa malu dan syok saat tubuhmu kelihatan olehku saat tanpa memakai pakaian meskipun aku ini adalah suami mu.Kau memang wanita yang berakhlak dan berhati lembut."
"Terimakasih karena telah hadir dalam kehidupan ku khususnya untuk Rima putri ku."
"Emmmuach......"
Hadiah ucapan terimakasih langsung mendarat di kening ku dari David yang terasa begitu lembut.Bahkan David pun tak hentinya membelai rambutku begitu lembut.
Karena tak kuasa untuk menahan senyuman yang ingin muncul di bibirku,aku pun segera membalikkan tubuhku dan sekarang aku yang membelakangi David.Gemas melihat ku membelakanginya,hal yang sama pun di lakukan David.Tangan nya melingkar di pinggangku memeluk ku dengan erat dan sesekali dia mencium punggungku.
__ADS_1
Sekitaka aku menggeliat menahan rasa geli saat David mencium punggungku,namu aku tetap harus bisa menahan nya agar adegan malam pertama tak terjadi.Aku ingin hal itu terjadi setelah setelah David si duda sombong menyatakan cinta nya padaku.
Bersambung....