Duda Sombong Pilihan Ayah

Duda Sombong Pilihan Ayah
Bab 48...


__ADS_3

Tak lama kemudian David dan Rima pun tiba di sebuah pusat perbelanjaan yang ada di kota kami.Tampak Arga sudah duduk di salah satu coffeshop yang ada di pusat perbelanjaan tersebut sedang menunggu kedatangan David.


"Selamat siang tuan Arga..."


Sapa David begitu ramah dan menjabat tangan Arga layaknya seorang pebisnis profesional.Namun berbeda dengan Arga,dia terlihat sedikit canggung stelah mengetahui bahwa David adalah suami ku wanita yang pernah di tinggalkannya.


"Hallo tuan David,selamat datang..."


Jawab Arga menyambut David dan mempersilahkannya duduk.


"Gadis kecil yang cantik ini ,anak anda?"


Tanya Arga berbasa basi.


"Ya benar,dan anaknya Naima juga..."


Jawab David dengan sengaja.


"Gllek...."


Arga pun langsung terdiam dengan raut wajah syok.


"Rima sayang ...pergilah berbelanja dengan bibi anita (Asisten pribadi David),ini ponsel ayah jangan lupa video call ibu Naima dan tanya di mau di beli kan apa."


"kau setuju?"


Kata David mengalihkan perhatian Rima sebelum dia memulai pembicaraan dengan Arga.


"Anita,pergilah bersama Rima belikan apa pun yang dia mau begitu juga untuk nyonya Naima."


Perintah David kepada asisten pribadinya sambil memberikan kredit card nya pada Anita.


"Baik tuan."


Jawab sang asisten dan berlalu pergi membawa Rima.


"Daag....ayah..."


Rima melambaikan tangannya sebelum pergi .


Sementara Arga hanya diam dan terpukau melihat prilaku David kepada Rima yang begitu menyayangi anaknya.Terlebih lebih saat dia mendengar agar Rima membeli apa pun yang ku butuhkan.Sekilas rasa bersalah terlintas di hati Arga.


"Tuan Arga kenapa kau hanya diam,ayo duduklah,mati kita pesan dua cangkir kopi."


Kata David berbasa basi sebelum melancarkan serangan pertanyaan yang lain kepada Arga.


"Hehe ..aku hanya terpukau melihat anak mu tuan David dia begitu cantik dan pintar."


"Anda sangat beruntung."


Kata Arga memuji Rima.


"Ya...tentu saja,dia harta yang tak ternilai dalam kehidupan ku dan istri ku Naima."


Jawab David.


"Uhuk....uhuk ..."


Sontak mendengar nama Naima membuat Arga yang tengah menikmati secangkir kopi menjadi tersedak dan terbatuk batuk.Tapi David malah bersikap santai saja menanggapi hal itu.


"Katakan tuan Arga,ada cerita apa antar anda dan Naima ?"

__ADS_1


"Karena kejujuran anda akan menentukan keputusan saya tentang kesepakatan bisnis kita.."


Gertak David.


Dengan menarik nafas panjang Arga pun mulai menceritakan masa lalunya dengan Naima.Pengakuan Arga di nilai David jujur karena dia mengatakan cerita yang sama seperti aku bercerita kepada David.Bahkan Arga menyatakan rasa bersalah dan penyesalannya karena dia telah meninggalkan ku dengan alasan yang tidak Adil.Dia pun mengakui jika apa yang terjadi pada rumah tangganya sekarang itu seperti hukuman atas dosa yang telah dia lakukan padaku.


"Ku mohon sampaikan permohonan maaf ku ini kepada Naima istri anda."


Kalimat terakhir dari mulut Arga dalam ceritanya.


Sejenak David hanya terdiam menatap Arga dengan tajam.


"Tuan Arga,apa anda tahu sejak aku melihat Naima menangis saat bertemu anda dan kemudian dia menceritakan masa lalunya aku langsung memutuskan untuk membatalkan kesepakatan bisnis kita ini tidak perduli apakah itu akan membuat rugi antara kita berdua atau tidak.Aku hanya ingin kau juga merasakan bagaimana sakitnya jika mimpi mu,harapan mu akan sesuatu tiba tiba hilang begitu saja.Sama seperti apa yang di rasakan Naima istriku."


"Tapi kau sangat beruntung,pernah mengenal wanita sebaik Naima.Meskipun kau begitu sangat menyakiti hatinya dia masih mengasihanimu setelah mengetahui keadaan kehidupan pribadimu sekarang."


Jelas David yang secara tidak sadar dia telah memberi pujian kepadaku dengan mengatakan aku wanita yang baik.


"Kau benar tuan David,Naima adalah wanita yang baik dan aku sadar jika wanita yang kucintai meninggalkan ku sekarang itu tak lain adalah sebuah karma untuk ku yang telah menyakiti hati Naima dan keluarganya."


Kata Arga menundukkan kepalanya mengakui kesalahannya.


"Baguslah jika kau sadar apa kesalahanmu."


Sambung David.


"Aku tahu jika kesepakatan bisnis ini gagal maka perusahaan mu di ambang kehancuran,tapi melihat kejujuranmu setidaknya kau tidak seburuk yang ku pikirkan.Maka dari itu aku memutuskan akan tetap melanjutkan kesepakatan bisnis ini."


Kata David.


"Terimakasih tuan David,saya percaya anda pebisnis yang profesional dan tidak pernah melibatkan urusan pribadi dalam urusan bisnis."


Kata Arga sedikit tenang.


David tersenyum sinis.


"Maksudnya....?"


Tanya Arga kembali deg degan karena dia sangat berharap bisa menjalin kerjasama dengan perusahaan David untuk bisa membuat perusahaanya tetap kuat.


"Ada persyaratan yang harus kau setujui jika kau ingin kesepakatan bisnis ini terjadi."


Kata David menawarkan kesepakatan di dalam kesepakatan.


"Apa itu?"


Tanya Arga kembali menjadi penasaran.


"Syaratnya di luar dari isi kesepakatan bisnis yang tertulis di kontrak ini.Ini menyangkut hal pribadi."


Jawab David.


Sejenak Arga terdiam beberapa menit,hingga akhirnya dia bertanya kembali appa syarat yang di minta David.


"Ehm...baiklah jika itu bisa membuat kesepakatan bisnis ini terjadi,aku bersedia melakukan apa pun demi perusahaanku."


Kata Arga.


"Anda yakin...."


Tanya David lagi.

__ADS_1


"Ya...katakan."


Jawab Arga yakin.


"Syaratnya sebelum aku menandatangani kesepakatan bisnis kita,aku ingin anda menemui Naima dan kedua orang tuanya untuk meminta maaf.Dan menceritakan kehidupan pribadi mu yang sebenarnya di balik cerita sukses bisnis mu !"


Kata David mengajukan persyaratan.


Arga lagi lagi terdiam meskipun akhirnya dengan berat iya menyetujui persyaratan dari David.


"Ya ...baiklah.."


Jawab Arga.


"Kapan anda akan menemui mereka?"


Tanya David untuk memastikan.


"Secepatnya."


Arga lagi.


"Baikla,kalau begitu berkas berkas kesepakatan ini akan ku tanda tangani setelah kau menemui mereka dan meminta maaf seperti apa yang telah aku minta dan katakan."


Kata David menyodorkan kembali berkas berkas perjanjian kesepakatan yang telah di buat oleh masing masing pihak ke arah Arga.


"Baiklah tuan David,secepatnya anda akan mendengar kabar itu."


"Permisi...."


Kata Arga yang sudah kehilangan muka mengahadapi David karena kini David telah melibatkan diriku sebagai penentu masa depan dari bisnis nya.Setelah berjabat tangan dengan David sebagai tanda setuju dengan syarat yang di minta David kemudian Arga pun mohon diri untuk pergi lebih dulu.


Dasar Pria tidak berprinsip.Rela menjatuhkan harga diri demi uang.Naima kau sangat beruntung tidak di nikahi pria seperti dia.


Ujar David dalam hati tanpa sadar lagi lagi kalimat yang terucap di hatinya seolah mengatakan dia begitu care padaku.


Tak lama Rima pun datang bersama asisten pribadi David dengan menenteng tas belanjaan yang penih di tangan.


"Ayah...."


Panggil Rima begitu senang saat menghampiri David.Tanpa menghitung berapa banyak uang yang telah di habiskan putrinya dengan belanjaan yang begitu banyak David pun langsung menghampiri Rima dan Anita untuk membantu membawa beberapa tas belanjaan mereka.


"Wow....sayang,sepertinya satu mall ini sudah kau beli semua ya,haha....?"


Kata David tertawa melihat Rima yang kerepotan dengan hasil shoppingnya.


"Haha....ayah,di sini juga ada barang barang ibu Nai."


Jawab Rima.


"Benarkah. ?"


"Kalau begitu pasti pesanan ibu Nai yang paling banyak.Dia kan ratu sekarang ....."


Kata David lagi lagi meledek keadaan ku.


"Ayah......"


Panggil Rima manja yang tetap tidak ingin ayahnya mengatakan hal yang buruk tentangku.


"Haha....maaf...bercanda."

__ADS_1


Kata David tertawa sambil berjalan menuju tempat parkir mobil.


Bersambung.....


__ADS_2