
Melihat aku yang sudah tidak lagi merespon apa pun yang di jelaskan,Dokter Nisa pun berinisiatif memanggil David untuk menemuiku di ruang pemeriksaan.
"David ...."
Panggilku tak kuasa menahan tangis.
"Ada apa?"
"Apa yang terjadi?"
"Kenapa kau menangis?"
"Kau baik baik saja kan...."
David begitu panik melihat keadaanku.Dengan jalan yang tertatih David pun mendekatiku ke tempat aku berbaring.
"Naima....."
"Tenanglah...."
"Semua akan baik baik saja..."
Kata David memegang ke dua tanganku yang masih gementaran dan berusaha menenangkan ku meskipun dia belum tahu alasan di balik keadaanku saat itu.
"David...."
"Aku....aku...."
"Itu aku...ternayata...."
Kataku terputus putus karena tangis haru dan perasaan bahagia yang campur aduk membuatku tak mampu berkata kata dengan benar.Dan aku pun langsung memeluk david begitu eratnya sehingga tangis haru ku pun pecah bercampur dengan rasa bahagia.
"Hey.,....Naima...?"
"Tenanglah.."
"Katakan dengan tenang,ada apa?"
Tanya David mengelus punggungku agar aku tenang.
"Nisa ada apa ini?"
"Kenapa kau malah tersenyum sambil menangis?"
Tanya David panik .
"Hem.....david tenanglah...."
"Yang terjadi tidak seburuk yang ku pikirkan."
Kata dokter Nisa tersenyum sambil menghapus air matanya yang tak sengaja menetea karema terharu ikut merasakan apa yang ku rasakan.
"Lalu kenapa Naima seperti ini?"
Tanya David yang tetap memeluk ku.
"David..."
"Ayo bawa Naima ke depan,dan aku akan menjelaskan semuanya."
Kata dokter Nisa.
Tanpa ragu David langsung menggendongku untuk turun dari tempat pemeriksaan dan menduduk kan ku di sofa yang ada di ruang kerja dokter Nisa.
"Baiklah Naima...."
"Ayo sekarang tarik nafas yang dalam lalu buang secara perlahan,lakukan tiga kali."
"Jika sudah lalu minum lah air putih ini."
Kata dokter Nisa menyodorkan segelas air putih padaku.Dan aku pun mengikuti apa yang di perintahkan dokter Nisa.Setelah merasa sedikit rilex aku pun langsung meneguk segelas air putih yang di berikan dokter Nisa.
Setelah terlihat aku merasa tenang,dokter Nisa pun mulai bicara untuk menjelaskan lebih detail kepada kami.
"Baiklah...."
"Naima,bagaiaman perasaanmu?"
"Kau sudah merasa tenang dan baikan?"
Tanya dokter Nisa memastikan sebelum mulai menjelaskan.
"Ya dokter,aku sudah merasa lebih baik sekarang."
Jawabku.
"Baiklah,biar aku jelaskan detailnya hasil dari pemeriksaan tadi."
__ADS_1
Lanjut dokter Nisa mulai menjelaskan.
"Jadi David,keadaan yang di alami Naima tadi bukanlah hal yang buruk,hal itu wajar pada setiap seseorang jika mendengar hal yang sama sekali tak di duganya.Itu di namakan luapan ekspresi."
Jelas dokter Nisa.
"Maksudnya apa Nisa?"
Tanya David terlihat khawatir.
"Hehe...."
"Tidak perlu khawatir David..."
"Biar ku jelaskan hasil pemeriksaannya"
"Ehmmmm....."
"Jadi setelah kami lakukan USG dari hasilnya aku melihat bahwa rahim Naima masih ada dan alat reproduksinya juga masih bagus meskipun terbilang sedikit lemah."
Jelas dokter Nisa kembali.
"Benarkah?"
Tanya David terlihat begitu senang meskipun belum bisa mempercayainya.
"Ya benar...."
"Hahaha...."
"Santai bro...."
Jawab dokter Nisa tertawa melihat semangat David saat memastikan pada dokter Nisa.
"Itu artinya Naima punya potensi untuk mengandung,begitu.....??"
Tanya David masih dengan wajah kakunya.
"Ya benar,dan aku harap itu segera terjadi."
Jawab Dokter Nisa menyemangati kami.
"Tapi,tunggu...tunggu....!"
"Bukan kata Arga.......?"
"Ya,itulah yang ingin ku jelaskan."
"Pertama saranku sebaiknya kalian berdua menemui Arga dan minta dia menceritakan yang sebenarnya."
"Dan yang ke dua aku perlu nama dokter dan alamat rumah sakit tempat Rima operasi"
Kata dokter Nisa.
"Ini maksudny apa Nis?"
"Maksud kamu jadi Arga membohongi Naima?"
"Begitu."
Tanya David geram.
"Tidak menutup kemungkinan seperti itu."
"Memang benar di sekitar bawah perut Naima ada luka seperti sayatan setelah operasi,aku berpikir memang benar berarti saat itu Naima melakukan operasi,tapi aku yakin itu bukan operasi pengangkatan rahim,karena hingga saat itu kondisi rahim Naima tetap ada dan baik baik saja,meskipun ku prediksi sedikit lemah.Tapi itu bukanlah hal ataupun masalah besar jika pada saat kehamilan nanti Naima lebih berhati hati menjaga kehamilannya."
Jelas dokter Nisa seolah memberikan harapan baru untuk ku.
"Tapi Nisa,jika hingga saat ini rahim istriku masih ada,lalu operasi apa yang di lakukan dokter pada waktu itu?"
David mulai bertanya tanya untuk mencari tahu kebenarannya.
"Entahlah..."
"Oleh karena itu seperti yang ku katakan sangat penting bagi kalian untuk menanyakan hal ini langsung pada Arga."
"Dan maka dari itu juga aku perlu nama dokter dan alamat rumah sakitnya.Aku akan mengusut kasus ini hingga tuntas,jika terbukti semua adalah kebohongan,maka Arga dapat di jebloskan ke penjara.
Jawab dokter Nisa ,yang terlihat sangat mensupport kami.
"Dan untukmu Naima,kau tidak perlu begitu cemas memikirkan ini karena itu bisa mempengaruhi reproduksi mu.Tenang saja ku janji kebenaran pasti akan terungkap."
Kata Dokter Nisa memberikan nasihat padaku.
"Jadi dokter coba katakan sekali lagi,pakah benar aku berpotensi bisa hamil?"
Lagi lagi aku bertanya untuk meyakinkan diriku sendiri.
__ADS_1
"Haha....itu benar Naima."
"Kalau tidak percaya ya....di coba saja."
"Hehe......"
Kata dokter Nisa.
"Sudah Nis,berulang kali malah..."
Sahut David seolah tak canggung.
"Hehe..."
"Dassar....."
"Pllak....."
Pukulan ringan ke bahu David oleh dokter Nisa.
Sementara aku hanya tertunduk dan tersipu malu.
"Lalu,coba berikan prediksi mu sampai berapa lama kami harus mencobanya..?"
Tanya David dengan pertanyaan nakal.
"Itu semua berpulang kepada Tuhan,Sang pemilik keajaiban."
Jawab dokter Nisa.
"Kalau begitu apa gunanya temanku seorang dokter?"
David mulai merajuk saat merasa jawaban dokter Nisa memuaskannya.
"Ehmmmm....."
"Gunanya adalah untuk memberi saran bagaimana agar uji coba mu segera berhasil."
Jawab dokter Nisa tertawa melihat tingkah David.
"Maksudku begini lakukan lah hubungan suami istri yang rutin di masa masa subur Naima."
Lanjut dokter Nisa.
"Naima,apa ku sudah mengalami menstruasi untuk bulan ini?"
Tanya Dokter Nisa.
"Ehm....belum dok,dan sepertinya kalau ikut tanggal teraturnya itu berkisar dua atau tiga hari lagi."
Jawabku.
"Baiklah,kalau begitu setelah masa haidmu selesai hingga bersih,mungkin kalian bisa mencobanya dan itulah yang di sebut masa subur."
Jelas dokter Nisa.
"Lalu bagaimana jika bulan ini Naima tidak menstruasi?"
Tanya David nyeletuk.
"Ya....."
"Itu artinya uji coba yang kau katakan sudah berulang kali itu berhasil dan segera kalian datang lagi temui aku agat kita periksa hasilnya."
Jawab Dokter Nisa begitu cerdas dan aku sangat mengaguminya.
"Baiklah dokter,terimakasih karena penjelasan mu telah memberiku secerca harapan."
"Sungguh aku merasa seperti terlahir kembali sebagai wanita yang sangat beruntung."
Kataku mengucapkan terimakasih dan memeluk dokter Nisa.
"Sama sama Nai,ini semua karena keajaiban Tuhan."
"Jaga kesehatanmu,makan makanan sehat,rajin olahraga,dan kau harus selalu punya harapan."
Dokter Nisa memberi nasihat untukku saat kami berpelukan.
"Hey....para wanita apa kalian ingin berpelukan sepanjang hari?"
"Ayolah...."
Protes david dan dokter Nisa tersenyum menatapnya.
"Aku salut padamu teman ku yang bawel.Kau suami yang sangat bertanggung jawab."
Peluk dokter Nisa pada David sebagai teman yang selalu mensuport.
__ADS_1
Bersambung.....