Duda Sombong Pilihan Ayah

Duda Sombong Pilihan Ayah
Bab 96....


__ADS_3

Matahari sangat bersahabat pagi ini,dimana sinar yang di pancar kan nya bagus untuk kesehatan tulang,aku pun berniat membawa Rima bermain di taman kompleks bersama binggo juga (Kucing plus teman kesayangan Rima).


Ku tinggalkan david di kamar yang sedang sibuk memeriksa laporan keuangan bisnisnya meskipun hari libur.


"Rima sayang,ayo kita bermain di taman komplek cuaca sangat cerah hari ini banyak teman teman mu yang sedang bermain di sana."


Kataku mengajak Rima.


"Wow....ide yang bagus ibu nai."


Jawab Rima setuju.


"Iya sayang pergilah,teman teman mu pasti sudah sangat merindukan mu selama kau pergi berlibur."


"Dan kami juga mau berkunjung


ke rumah kakek dan sebrang mengantarkan oleh oleh untuk mereka."


Kata ibu mertua setelah selesai sarapan.


"Sahira,apa kau ingin ikut bersama kami?"


Tanyaku berbasa basi karena ku lihat dia hanya diam saja di tengah tengah obrolan kami.


"Ehm...sepertinya tidak,aku ingin menelpon teman ku yang ada di kota ini."


"Kalian pergilah duluan nanti aku menyusul."


Jawab Sahira menolak ajakan ku.


"Baiklah tidak masalah,ayo sayang..."


Kataku menggandeng tangan Rima dan meninggalkan Sahira sendiri di meja makan begitu juga dengan ayah dan ibu mertua.


Terlihat David sedang berdiri di balkon kamar dengan setelan kaos dan celana pendek sambil memegang secangkir kopi.


"Ayah....."


"Ayah tidak ikut bersama kami?"


Teriak Rima memanggil David yang juga melihat kami.


"Ayah masih banyak pekerjaan sayang,kalian pergilah...!"


Jawab David melambaikan tangannya.


"Aaaa....."

__ADS_1


"Ayolah ayah ini kan hari libur,kenapa ayah terus bekerja..."


Rengek Rima.


"Baiklah sayang,kalian pergilah lebih dulu nanti ayah akan menyusul."


Jawaban David sama seperti Sahira.


"Janji..."


Tanya Rima menunjukan jari kelingkingnya ke atas ke arah David.


"Janji...."


Balas david melakukan hal yang sama.


Kami pun pergi dengan membawa binggo ke taman komplek.Rima langsung di sambut teman teman nya begitu kami datang dia pun bermain begitu riang bersama binggo dan teman temannya.Dan aku memeilih duduk di bangku taman untuk berjemur sambil mengawasi Rima dan sesekali bercengkrama dengan ibu ibu lain yang juga membawa anaknya ke taman.


Kebetulan bangku taman yang kududuki posisinya menghadap ke arah pekarangan rumah kami.Sehingga letak taman komplek yang tidak jauh dari rumah dapat membuat aku bisa melihat ke arah pekarangan rumah meskipun dari kejauhan.


Tidak lama kemudian,kulihat David keluar dari rumah dan duduk di bangku pekarangan umah yang kebetulan posisinya juga menghadap ke arah bangku taman komplek yang aku duduki.Sehingga David juga dapat melihatku meskipun dari kejauhan.Saling pandang dari kejauhan pun terjadi begitu juga dengan ke isengannya.


Ponsel ku berdering.Kulihat panggilan masuk dari David.Dengan tertawa aku langsung menjawab panggilan itu.


"Ada apa...?"


"Begitukah caramu menjawab panggilan telepon dari suami mu?"


Protes David.


"Haha....."


"Iya..iya...maaf..."


Jawabku semakin tertawa.


"Ulangi..."


Perintah David.


"Hem...baiklah."


"Assalamualaikum suami ku yang soleh,yang tampan,yang dermawan....?"


Kataku mengulangi sapaan ku menjawab panggilan telepon David.


"Enggak perlu lebay juga...."

__ADS_1


Protes David kembali yang merasa aku terlalu berlebihan.


"Sudahlah,kau memang tidak pernah puas dengan semua yang ku lakukan."


Kataku kesal.


"Haha....jangan marah."


"Wajah jelekmu terlihat dari sini."


Jawab David seraya menggodaku.


"Katakan,kenapa kau menelepon ku?"


"Apa kau butuh sesuatu?"


Tanyaku yang tetap memandang David dari kejauhan.


"Tidak ada,aku hanya merindukan mu."


Jawab David.


"Gombal...."


Sahutku meski jujur aku senang dengan kata gombalan nya.


"Haha....."


Tawa di David begitu bahagia.


"Kemarilah,temani aku di sini jika kau merindukan ku."


Ajak ku meminta David datang mendekat.


"Kau akan beri aku apa jika aku kesana?"


Tanya David.


"Kejutan."


Jawabku menggoda.


"Baik,aku datang kejutan...."


David bergegas berdiri untuk menyebrang menghampiriku.Namun langkahnya terpaksa terhenti karena Sahira tiba tiba muncul keluar dari rumah dan memanggil David yang dapat kulihat dari bangku tempat aku duduk dan dapat ku dengar suaranya karena David belum menutup panggilan telepon dengan ku.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2