
Setelah selesai membantu ibu membereskan semuanya kami pun langsung berpamitan untuk pulang.
"Ayah,ibu...terimakasih untuk jamuan makan malam nya."
Kata David begitu santun sebelum kami pulang.
"Sama sama nak,kami juga sangat berterimakasih karena kalian mau makan malam di sini,setidaknya Ki tidak merasa kesepian."
Jawab ayah.
Setelah berpamitan kami pun bergegas melangkah untuk menyebrangi jalan.Aku yang mulai begitu ribet dengan gaun dan haigheels ku ternyata memancing David untuk melakukan adegan romantis yang sama sekali tidak ku duga.Saat aku mencoba untuk berjalan dengan tenang dan pelan,tiba tiba saja David mengangkat ku dengan kedua tangannya dan menggendong ku dalam pelukannya sama persis saat kaki ku cedera waktu itu.
"Hey...apa yang kau lakukan?"
"Sepertinya drama romantis sudah selesai turunkan...!"
"Aku bisa berjalan sendiri.."
Kataku sok jual mahal,padahal aku merasa begitu nyaman dalam gendongan David.
"Sudah diamlah..aku tidak ingin mengambil resiko memjadi doktermu lagi jika kau terjatuh lagi karena haigheels mu yang ribet itu."
jawab David yang tetap menggendongku sambil menyebrangi jalan.
"Haha...."
"Tanpa mereka sadari sebenarnya mereka sudah semakin dekat dan saling mencintai satu sama lain ya suami ku."
Kata ibu tertawa yang ternyata tanpa kami tahu ayah ibu masih melihat dan memandangi kami sejak tadi bahkan saat adegan romantis itu terjadi hingga kami masuk ke rumah David.
"Benar istriku,aku selalu berdoa semoga David dapat menyembuhkan luka di hati Naima begitu pula Naima sebaliknya terhadap David."
Doa ayah pada hubungan aku dan dan David.
"Aamiin..."
Sahut ibu.
Dan kembali ke kediaman tuan Wijaya....
"Apa kau akan terus menggendongku seperti ini di depan ayah ibu mu?"
Tanyaku saat kami telah tiba di depan pintu.
"Hem....baikah"
"Brreg...."
David menurunkan ku dari gendongannya begitu kasar hingga hampir saja aku terjatuh karena menahan kaki untuk me jaga keseimbangan.
__ADS_1
"Auww...."
"Tidak bisakah kau bersikap lembut pada seorang wanita?"
Kataku mengeluh.
"Hei wanita penceramah,tidak bisakah kau menghargai sebuah kebaikan yang telah di lakukan seorang pria padamu?"
Jawab David membalikkan pertanyaan padaku.
"Kebaikan?"
"Bukan kah itu namanya mengambil kesempatan dalam situasi yang ada?"
Tanyaku mengkritik.
"Terserah padamu..."
"Teruslah lakukan penilaian mu seenak yang ada di pikiranmu."
Jawab David kesal dan langsung masuk begitu si mba membukakan pintu.
Aku pun bergegas naik menuju kamar untuk mengganti pakaian dan menyegarkan diri lalu segera ke kamar Rima.
Aku tidak melihat David saat tiba di kamar.
Kemana si duda sombong itu?
Pikir ku dalam hati dan segera aku mengganti pakaianku.Karena tidak ada David di kamar aku pun berfikir untuk mengganti gaun yang mewah nan gegap gempita itu di dalam kamar saja tidak ke kamar mandi cukup menutup pintu kamar saja.Namun saat gaun telah terlepas dari tubuhku tiba tiba David muncul karena pintu kamar hanya ku tutup begitu saja tanpa di kunci.Dan....
"Aaaaaaaaaaaaaaa....."
Teriakku begitu syok setelah mendengar suara pintu di buka dan di tutup kembali dan saat aku menoleh ke belakang ternyata ada David yang juga ikut syok karena tak sengaja dan tidak tahu jika aku sedang berganti pakaian.
"Ouch....sial..."
Ucap David merasa bersalah dan menyesal lalu memalingkan wajah dan pandangan nya dariku.
"Kau....!"
"Tidak bisakah kau mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk kamar!"
kataku begitu kesal dengan mata yang liar mencoba mencari sesuatu yang dapat di gunakan untuk menutupi tubuhku yang hanya mengenakan sepasang pakaian dalam saja dan ku tutup dengan menyilang kan kedua tanganku untuk menutupinya sementara.
"Jangan berteriak padaku...."
"Seharusnya aku yang bertanya,tidak bisa kah kau mengganti pakaian mu di kamar mandi?"
Jawab David dengan posisi berdiri membelakangi diriku.
__ADS_1
David memang sosok pria yang menghargai kehormatan wanita.Bahkan dia tidak berani menoleh ke arahku apa lagi mendekatiku meskipun dia memiliki kesempatan itu dan dia berhak atas tubuhku.Namun aku yang tidak pernah mengalami kejadian memalukan ini begitu syok bahkan tubuhku menggeletar hingga aku pun menangis tanpa merespon lagi Apa pun yang di katakan David.
Mendengar suara Isak tangis David pun bertanya tanya.
"Hei...wanita penceramah"
"Kau menangis...?"
Tanya David yang masih membelakangi ku.
Namun aku hanya menjawabnya dengan suara Isak tangis dan dalam kebingungan karena tidak menemukan sehelai kain pun di dekat ku.Sementara gaun yang telah ku lepaskan tadi telah ku campakkan ke dalam ember tempat pakaian kotor yang letaknya berada di depan pintu kamar mandi,sementara posisi tempat aku berdiri berada jauh dari pintu kamar mandi.Begitu juga dengan letak tempat tidur jika aku ingin menarik sprei atau pun selimut untuk menutupi tubuhku.Di tambah lagi kaki ku yang menggeletar membuatku tidak berdaya untuk melangkah menuju salah satu tempat itu.
"David...."
"Tolong aku..."
Tangisku pecah memohon pertolongan dengan suara gemetar karena malu dan syok.
"Ya Tuhan...."
Gumam David yang kebingungan dan dalam keadaan serba salah.Karena jika dia ingin menolong ku otomatis dia jadi melihat tubuh polos ku dan dia takut aku salah paham.Tapi jika dia memutuskan pergi ke luar dari kamar dia tidak tega setelah mendengar suara ku yang menggeletar karena menahan dingin nya AC yang sedang menyala di kamar.Sementara remote AC berada di meja rias dekat aku berdiri.
Akhirnya setelah berpikir cukup lama,David pun menemukan ide.Perlahan dia berjalan mundur menuju tempat tidur dan menarik selimut kemudian berjalan mundur lagi menuju ke arah ku dan mendekatiku.
"Ini..pakailah.."
Kata David begitu lembut tanpa melihat ke arah ku.
Namun kedua tanganku menjadi kaku hanya fokus menutupi tubuhku khususnya di bagia bagian yang rawan.
Merasa aku tidak mengambil selimut ya g di berikan kepadaku,David pun bergegas menutup matanya dan berbalik ke arahku dan langsung menutupkan selimut ke tubuhku tanpa sengaja hingga memeluku berlapiskan selimut.
"Ayo ganti pakaianmu.."
Ajak David menuntunku melangkah ke kamar mandi dan masih memelukku dengan selimut yang menutupi tubuhku.
Kemudian aku pun masuk ke kamar mandi dan David melepaskan pelukan nya.
Sadar bahwa aku belum membawa pakaian ganti,David pun mengetuk pintu kamar mandi kembali dan memberikan setelan piyama untuk ku pakai.
Tak lama kemudian aku pun keluar dengan kepala tertunduk dan di selimuti rasa malu atas kejadian tadi.
"Rima tadi mencari mu dia ingin kau menemaninya tidur."
Kata David sebagai alasan.
Melihat aku yang menjadi canggung karena kejadian tadi,David pun menjadi merasa bersalah.
David berpikir jika aku bertemu Rima,melihat dan mendengarkan celotehannya mungkin itu bisa sedikit membuat ku lupa akan kejadian yang telah membuat aku syok.
__ADS_1
Lagi lagi aku menemukan nilai plus dari seorang david di balik sosok nya yang dingin dam sombong tapi ada kelembutan di dalamnya.
Tanpa memberikan komentar apa pun,aku pun langsung keluar kamar menuju kamar Rima.