
Setelah cukup lama mengantri di tempat pemesanan tak lama David dan Rima pun datang menghampiri ku dengan membawa dua mangkuk ice cream dan satu cup cappucino dingin.
"Ibu Nai,ini untukmu...."
Rima memberiku satu mangkuk ice cream alpukat choco dengan toping choco chips si atasnya.
"Wow... terimakasih sayang,bagaimana kau bisa tahu sayang kalau ini ice cream favorit ibu Nai?"
Tanyaku sangat senang.
"Bukan aku yang memilihnya ibu Nai,tapi ayah?"
Jawab Rima menunjuk David yang sangat santai menikmati capucino nya sambil bermain ponsel.Dan aku terperangah.
"Sudah...di nikmati saja,jangan salah tanggap,itu bukan sebuah kebetulan.Aku pikir ice cream itu cocok untuk suasana hati mu yang terkadang sering tidak stabil dan marah marah.Jadi ice cream itu dapat melelehkan hatimu yang sedang panas saat ini."
Kata David dengan gengsi coba menyembunyikan jika pelan pelan dia mulai mencari tahu apa yang ku suka.
Ya,kau benar hati ku memang sedang meleleh saat Gea bilang kaulah sebenarnya orang yang telah mendonorkan darah untuk Rima.Tapi ...ada apa denganmu Kenapa aku sangat sulit melihat sisi baik dari dirimu setelah semua yang terjadi.
Jawabku hanya dalam hati sambil menikmati ice cream pilihan David.
Tak lama kemudian kami pun pulang setelah menghabiskan ice cream dengan candaanku dengan Rima dan tidak ketinggalan perdebatanku dengan David yang berujung saling menghina.Tapi entah kenapa belakangan ini aku malah menikmati perdebatan dan hinaan itu dari nya,bahkan aku merasa terhibur dengan perdebatan kami.
Malam pun tiba....
Selesai makan malam aku pun membantu Rima untuk mengerjakan tugas sekolahnya.Mungkin Rima terlalu lelah dengan aktifitasnya satu hari ini sehingga tanpa banyak permintaan baru sebentar aku membacakan cerita untuknya dia langsung tertidur sangat nyenyak sekali.Aku pun memutuskan untuk segera beristirahat ke kamarku.
Tadinya aku berniat menanyakan semua pertanyaan tentang donor darah itu yang ada di kepala ku.Tapi ku lihat David sangat sibuk dengan laptopnya karena masalah pekerjaan,oleh sebab itu aku mengurungkan niatku dan memutuskan untuk tidur lebih awal.
Aku pun merebahkan tubuhku di sofa yang telah menjadi tempat tidurku.Pertanyaan yang masih tersimpan di kepala ku membuat mataku sulit untuk di pejamkan.Aku pun jadi merasa gelisah,sesekali aku coba memejamkan mataku tetap saja aku tidak berhasil untuk tertidur.Alhasil aku pun tidak bisa tenang merebahkan tubuhku.Bukanya tertidur aku mlh berbolak balik karena rasa gelisah yang akhirnya menarik perhatian David untuk berkomentar pedas.
"Tidak bisakah kau tenang bahkan pada saat tidur!"
Kata David mulai kesal,katanya gerakan bolak balik ku mengganggu konsentrasinya.Apa hubungannya coba?Dasar manusia pemarah.
Aku tidak menjawabnya dan malah berbalik lagip membelakanginya.Dan sontak tingkahku membuat dia semakin kesal.
"Hallo ...wanita penceramah ada apa denganmu."
__ADS_1
"Jika kau merasa tidak nyaman tidur di sofa tidur sana di tempat tidur,malam ini aku sedang baik hati."
Penawaran dari David yang membuat aku terkejut akan kebaikannya.
"Apa?"
"Satu tempat tidur denganmu."
Tanyaku terkejut.
"Hei ada apa denganmu?"
"Tidak perlu berlebihan terkejutnya dan jangan berpikir yang aneh aneh"
"Aku mengizinkan mu tidur di kasurku karena malam ini aku sedang baik hati dan kasihan padamu,tapi jangan harap aku mau satu tempat tidur denganmu untuk melepaskan kesucianku ini dengan mu.Karena aku akan tidur di kamar Rima."
Kata David dengan songongnya.
Harusnya aku yang berkata seperti itu duda sombong,karena yang masih suci dan belum pernah terjamah itu aku,bikan kau yang sudah duda punya anak satu.ciih....
Aku. memakinya hanya dalam hatiku.Aku berusaha meredam semua emosiku untuk semua perkataannya yang angkuh karena aku ingin bertanya baik baik padanya tentang kerahasiaan identitasnya dalam donor darah.
"Aku ingin bertanya sesuatu padamu,penting,ku mohon.."
"Apa lagi?"
"Tidak bisakah sehari saja tidak memberikan ceramah pada orang orang dengan pertanyaan pertanyaanmu."
Kata David lgi lagi kesal dan menghentikan langkahnya.
"Ini bukan ceramah,tapi murni pertanyaan."
Kataku lembut.
"Lalu apa yang ingin kau tanyakan,cepat katakan aku tidak punya banyak waktu."
Kata David dengan sejuta kesombongannya.
"Kenapa kau merahasiakan identitasmu saat mendonorkan darah untuk Rima?
__ADS_1
"jika kau bisa melakukannya kenapa saat ayah mertua memintamu ,kenapa kau menolaknya bahkan kau ragu mengakui Rima adalah darah dagingmu?"
"Jika kau ragu,lalu kenapa pada akhirnya kau setuju diam diam memberikan darahmu pada Rima.atau sebenarnya sebelum tes DNA kau memang sudah yakin bahwa Rima memang putrimu?"
"Jika memang benar,kenapa kau lakukan ini semua pada Rima.?"
"Kenapa kau mempermainkan perasaannya?"
Kataku menghujani David dengan banyak pertanyaan tanpa memberinya kesempatan untuk menjawab pertanyaanku satu per satu.
"Dari mana kau mengetahui semua hal ini?"
Tanya David pura pura sambil merapihkan semua pekerjaannya untuk menghilangkan kegugupannya.
"Tidak perlu tanya bagaimana bisa aku mengetahui semuanya,jawab saja pertanyaan ku."
Kataku.
"Baiklah jika kau ingin tahu alasan di balik semua kerahasiaan ini."
"Sebenarnya saat aku melakukan donor darah itu kondisi ku masih dalam keraguan.Tapi semua itu kulakukan karena rasa prihatinku melihat seorang ibu sedang menangis di mushollah rumah sakit memohon agar Tuhan memberikan pertolongan pada putrinya yang padahal bukan darah dagingnya.Tanpa berpikir lagi aku pun pergi mendonorkan darahku untuk Rima dengan alasan kemanusiaan untuk menolong seorang ibu yang sedang berdoa untuk anaknya."
Jelas David yang sebenarnya seorang ibu yang di maksudnya itu adalah aku.
"Sekarang aku rasa kau sudah tenang dan bisa tidur nyenyak setelah mendengarkan kan jawabanku,jadi tidurlah di tempat tidurku untuk malam ini saja.karena besok dan seterusnya kau tidak akan mendapatkan hak ini."
Kata David pergi meniggalkan ku untuk tidur ke kamar Rima.Aku hanya terdiam seperti patu g setelah mendengar penjelasan David yang ternyata tanpa ku sadari telah menyentuh hatiku.
Ternyata benar dia memiliki sisi baik yang selama ini tidak dapat ku lihat karena terbungkus sifat arogan dan kesombongannya.
Pikirku dalam hati.Tapi setidaknya aku merasa lega karena semua pertanyaanku terjawab sudah.
*****
TERIMAKASIH BUAT KALIAN SEMUA YANG SELALU SETIA MEMBACA DAN MENGIKUTI ALUR CERITA DUDA SOMBONG PILIHAN AYAH
TERIMAKASIH UNTUK LIKE NYA DAN KOMENTAR Nya YANG JADI MEMOTIVASIKU UNTUK JADI RAJIN MENULIS DAN UPDATE EPISODE BARU.
BAGAIMANA KELANJUTAN CERITA NAIMA DAN DAVID SELANJUTNYA DAN KONFLIK APA LAGI YANG AKAN MUNCUL SETELAH INI????
__ADS_1
NANTIKAN EPISODE SELANJUTNYA YA......
SEE YOU DI EPISODE BERIKUTNYA🖐️🖐️