
Setelah selesai menerima laporan dari para pengurus Panti tentang pengeluaran,kebutuhan anak anak,perkembangan anak anak dan prestasinya,kami pun bergegas pulang dan menyudahi kunjungan.sebelum pulang David mengajak kembali menemui anak anak yang berada di panti karena belum sekolah untuk berpamitan dengan mereka.
Satu persatu menyalami dan mencium tangan kami,hatiku begitu tersentuh melihat kesantunan mereka.
"Tuan David dan Nyonya Naima,terimakasih atas kunjungan kalian."
"Semoga kalian selalu sehat dan selalu di beri rezeky yang barokah."
Kata salah satu pengurus Panti Asuhan.
"Aamiin..."
Jawab David yang menganggap ucapan ibu pengurus itu adalah doa.
"Terimakasih untuk doanya."
"Pastikan agar mereka selalu sehat dan disiplin."
"Anak anak sampai ketemu lagi ya"
Kata David sambil melambaikan tangan nya kepada anak anak panti.
Namun sebelum kami masuk ke mobil,lagi lagu aku di buat takjub dengan fasilitas yang di berikan David untuk mereka.Ku lihat pintu gerbang di buka,tadinya aku pikir karena mobil kami akan keluar meninggalkan panti.Ternyata aku salah,pintu gerbang di buka karena ada sebuah minibus yang akan masuk dan mini bus itu adalah mobil anatar jemput yang sengaja di siapkan David untuk mengantar jemput anak ank panti yang bersekolah.Terlihat anak anak sedang keluar dari mini bus dengan memakai seragam sekolah berbagai tingkatan mulai dari SD,SMP, dan SMA.Mereka berlari menuju kami sambil bersorak gembira memanggil nama David.Dan David pun menyambut mereka begitu hangat sama hal nya saat david menyambut Rima pulang sekolah jika dia sedang di rumah.
Ada yang salam mencium tangan David untuk anak wanita,dan ada yang salam kemudian memberi toss layaknya seorang teman untuk anak laki laki.Mereka terlihat begitu akrab.
"Wah....sudah pulang sekolah semua?"
Tanya David begitu ramah...
"Sudah Tuan..."
Jawab mereka serentak.
"Bagaimana di sekolah tadi?"
"Semoga hati hari kalian selalu menyenangkan."
Kata David.
"Dan perkenalkan,ini adalah ibu Naima istri saya..."
Kata David memperkenalkan ku pada mereka.
"Assalamualaikum ibu Naima..."
Sapa mereka padaku begitu santun.
"Waalaikumsalam,senang bertemu dengan kalian."
Jawabku begitu senang.
"Baiklah anak anak segera ganti seragam kalian dan ajak adik adik kalian ke ruang makan."
Perintah ibu pengurus Panti.
"Ya...ya..."
"Ayo bergegas kalian pasti sudah lapar kan?"
Kata David menyemangati mereka.
"Sangat lapar...."
Jawab salah seorang anak yang mengenakan seragam SD jika melihat postur tubuhnya mungkin sekitar kelas tiga SD.
"Haha....."
Tawa mereka pecah dan terdengar begitu bahagia.
"Baiklah anak anak..."
"Dengarkan apa yang di katakan ibu pengurus dan sampai jumpa lagi."
__ADS_1
Kata david berpamitan dan melambaikan tangan sebelum kami masuk ke dalam mobil.
"Sampai jumpa lagi Tuan David dan ibu Naima...."
Teriak mereka melambaikan tangan dan mobil pun melaju meninggalkan Panti Asuhan.
Aku masih begitu terkesan dengan apa yang kulihat selama di Panti.Begitu banyak pelajaran yang ku dapat tidak hanya pelajaran tentang ingat berbagi pada mereka yang tidak seberuntung diriku tapi juga pelajaran bagaimana cara kita menilai seseorang.Aku merasa begitu malu dengan penilaian ku terhadap David selama ini.
Ternyata kau memang pria yang berhati emas,apa yang ku lihat dan ku dengar hari ini tentangmu seketika meruntuhkan penilaian ku yang salah pada mu selama ini.Dan harus ku aku aku semakin jatuh cinta padamu.
I love you full Tuan duda.
Emmuach.....
Ungkapan perasaan dari dalam hatiku yang terus menatap David sepanjang perjalanan.Sementara David tengah fokus menyetir sambil berbicara menerima telepon lewat ear phone.
Dan rasa kagumku membuat ku tidak sadar,ternyata David merasa jika aku sedang menatapnya sejak tadi.
"Ehem...."
"Jangan terus terusan menatap ku seperti itu."
Kata David setelah selesai berbicara di telepon.
"Kenapa?"
Tanyaku cuek dan terus menatap David.
"Karena itu akan berpengaruh pada ketampanan ku."
Jawab David dengan ciri khas kesombongan nya.
"Biarkan saja,lagian semakin lama aku memandangmu ketampanan mu akan semakin bertambah."
Kata ku coba menggoda David.
Namun bukan David namanya jika tidak mampu menutupi ekspresi tersanjung nya jika di puji dengan wajah datarnya yang sok cool.
"Jangan salahkan aku jika kau nanti jatuh cinta karena terlalu lama menatapku."
"Dan itu sudah terjadi bahkan aku tidak akan menyalahkan mu."
Jawabku begitu gamblang.
"Jangan bodoh....!"
Kata David.
"Kenapa?"
Dan aku tak berpaling sedikit pun menatapnya.
"Karena itu kan menyakitimu."
Jawab David begitu tegas tapi perkataannya seolah mengandung ke putusasaan.
"Biarkan saja."
"Karena cinta ku bukan karena ketampanan mu."
Balasku begitu tegas terdengar.
"Lalu?"
Tanya David.
"Ehm....."
"Ada deh....."
"Ahaha......."
Tawaku begitu riang melihat raut wajah yang ekspresinya sangat serius.
__ADS_1
"Dasar wanita penceramah,kata kata mu todak bisa di percaya."
Kata David mulai kesal.
"Jangan marah....."
Kataku meledek David yang sudah mulai kesal.
"David....
Panggilku.
"Hemm..."
Jawab David.
"Boleh aku tanya sesuatu..."
kataku meminta izin.
"Kenapa meminta izin,bukan kah kau selalu banyak pertanyaan."
Jawab David.
"Iya,tapi kali ini pertanyaan yang serius."
Kata ku.
"Katakan lah..."
Balas David.
"David,kenapa kau tidak pernah menceritakan ini padaku selama ini,kau tahu aku sangat menyukai anak anak mungkin saja aku bisa membantu mu."
Tanyaku memulai obrolan serius.
"Sebenarnya aku ingin memberi tahu mu sejak dulu,tapi belum ada waktu yang pas.Dan aku rasa hari ini adalah waktu yang pas untuk memberi tahumu."
"Dan Panyi Asuhan ini adalah jawaban yang paling tepat atas pertanyaan mu kenapa aku memilih mu memimpin proyek kerjasama kita bersama perusahaan Arga."
Jelas david yang sedikit membuatku kurang paham.
"Aku memilihmu jadi pemimpin di proyek ini,karena aku ingin keuntungan dari proyek ini kau kelolah untuk kepentingan Panti Asuhan."
"Aku percaya kau adalah wanita yang tepat untuk mengurus Panti Asuhan ini.Itulah sebabnya kenapa aku katakan kau harus mulai belajar tentang bisnis,karena hasilnya kau bisa melakukan kegiatan sosial dan bukan kah itu sangat mendukung kegemaran mu yang suka berbagi dengan orang lain."
Jelas David yang kata kata nya terdengar begitu sangat wibawa dan bijaksana.
"Terimakasih sudah mempercayai ku sampai sejauh itu."
Kataku selah lupa dari kalimat itu ada imbalan yang harus ku berikan padanya.
"Hemmmm...."
"Dan siapkan hadiah mu untuk itu."
Kata David tersenyum sinis mengingatkan ku.
"Hooh....ya ampun,kau ini kenapa tidak bisa berkompromi padaku tentang hal hadiah."
"Bukan kah kau adalah typekal pria yang dermawan?"
Kataku protes.
"Ehm...ehm..."
"Untuk hal itu tidak bisa,karena itu akan memberikan kerugian padaku."
Jawab David menolak untuk memberi dispensasi tentang hadiah padaku.
"Dasar duda mesum...."
Kataku kesal dan David hanya tertawa dengan kekesalan ku.
__ADS_1
Dan tak lama kami pun tiba di rumah.Aku bergegas untuk turun dan menyegarkan diri,karena harus segera menyiapkan makan malam.