
Suasana di ruang makan sangat hening tanpa ada perbincangan.
"Selamat pagi semua ..."
Sapaku mencoba mencairkan suasana.
"Selamat pagi sayang ..."
Jawab ayah dan ibu mertua bersamaan.
Aku pun langsung duduk tepat di sebelah David untuk sarapan.
"Rima sayang bukankah Minggu depan sekolah mu sudah libur untuk satu pekan?"
Tanya ibu mertua melanjutkan obrolan.
"Ya nenek...kami sudah libur."
Jawab Rima
"Ehm....bagaimana jika kau ikut kakek dan nenek ke luar negeri berkunjung ke rumah adik nenek."
"Di sana sedang musim salju sayang,kau pasti suka memghabiskan waktu liburan mu di sana."
Kata ibu mertua mengajak Rima liburan.
"Wow...."
"Itu pasti keren.."
Sahut Rima.
"Kenapa mendadak kalian ingin liburan ke luar negeri?"
Tanya David.
"Sebenarnya liburan ini sudah lama ibu rencanakan bersama ayahmu,dan kami menunggu waktu saat Rima libur dari sekolah karena kami berencana ingin membawanya juga karena ini untuk pertama kalinya Rima akan jalan jalan ke luar negeri."
Jelas ibu mertua.
"Ibu mu benar David..."
"Rima juga harus berkenalan dengan saudara saudara kita yang tinggal di luar negeri."
Sambung ayah mertua.
"Iya,kalian benar ..."
"Akan tetapi jika kalian sudah membicarakan ini dari jauh hari sebelumnya aku kan bisa menyusun jadwal kerjaku dan kita semua bisa pergi bersama."
Protes David karena tidak mengetahui rencana ayah ibu mertua untuk pergi liburan secara mendadak.
"Itu tidak perlu nak...'
"Fokuslah pada pekerjaanmu kami yang akan membawa Rima jalan jalan."
"Lagi pula bukan kah perusahaan mu baru terikat kerjasama untuk sebuah proyek besar?"
Kata ibu mengingatkan David.
"Ibu benar...."
"Kalau begitu kalian semua bisa pergi."
"Kau pergilah bersama mereka,bukan kah kau juga libur ?"
Kata David menatapku memberi penawaran padaku untuk berlibur.
"A...a....a..."
"Tidak sayang,Naima tidak bisa ikut."
Kata ibu mertua bahkan sebelum aku menganggukkan kepalaku untuk menyetujui penawaran liburan dari David.
__ADS_1
"Kenapa Bu?"
Tanya David bingung kenapa kali ini ibu mertua tidak ingin mengajak ku,karena selama ini yang dia tahu bahwa ibu mertua selalu mengutamakan ku.
"Jika Naima juga ikut,lalu siapa yang akan mengurus keperluan mu di rumah selama kami pergi,karena si mbak juga ikut bersama kami."
Jelas ibu mertua.
"Ibu....kenapa terlalu pusing memikirkan ku."
"Aku bisa merawat diriku sendiri selama kalian pergi."
Kata David besikeras agar aku ikut dalam perjalanan liburan.
"Kasian Naima jika di rumah sendirian."
"Aku pikir dia juga butuh liburan."
Sambung David seolah sangat peduli padaku.
"David,ayah rasa sebaiknya Naima saja yang tinggal bersama mu di rumah,dia kan istrimu sudah terbiasa jika dia yang mengurus semua keperluan mu."
"Jika di gantikan oleh si mbak mungkin dia merasa canggung nantinya."
"Lagian jika Naima butuh liburan dia bisa pergi bersama mu setelah pekerjaan mu selesai."
"Ya ...anggap saja sekalian bulan madu.Bukan kah kalian belum pernah bulan madu sejak menikah?"
Saran ayah mertua yang sontak membuat aku tersedak saat mengahabiskan sarapan ku.
"Uhuk.....uhuk...uhuk...."
Aku terbatuk batuk begitu telingaku mendengar kata bulan madu.
Dengan siaga David pun langsung menyodorkan segelas air padaku.Dan ibu mertua tersenyum melihat sikap cepat tanggap David.
Melihat senyuman manis di wajah ibu mertua aku merasa liburan dadakan ini memang sudah di rencanakan terutama tentang ketidak ikut sertaanku dalam perjalanan liburan itu.Aku merasa mereka sengaja pergi tanpa memperbolehkan ku ikut agar aku tinggal berdua saja bersama David saat di rumah.
Tanya David.
"Ayah aku belum punya waktu untuk hal itu,jadi sebaiknya biar saja Naima pergi bersama kalian."
Sambung David yang masih bersikeras aku harus ikut.
Akan tetapi karena aku sudah mulai paham maksud di balik liburan mendadak ini,akhirnya aku pun menolak untuk ikut.
"Mereka benar David,sebaiknya aku tinggal di rumah saja bersama mu.Jika kau butuh sesuatu mungkin nanti aku dapat membantu mu."
Kataku coba menjelaskan pada David.
"Kau yakin..?"
Tanya David.
"Ehem..."
Jawabku sambil mengangguk sekaligus menatap ibu mertua ya g tersenyum dan dengan sembunyi sembunyi mengacungkan jempol untuk ku.
Ternyata dugaanaku benar.
Kata ku dalam hati.
"Naima benar David,lagi pula bukan kah kau pernah cerita bahwa hubungan kerja sama mu dengan tuan Arga akan melibatkan Naima?"
Kata ibu mertua mengingatkan David dan sekaligus membuat aku terkejut menatap David karena David belum cerita padaku.
"Aku akan menceritakannya di mobil."
Jawab David langsung pada ku karena tau aku menatapnya dengan penuh tanda tanya.
"Ayah...ibu..."
"Ayo kita pergi nanti kita terlambat."
__ADS_1
Ajak Rima yang sejak tadi hanya menjadi pendengar dalam perbincangan liburan mendadak ala kakek dan neneknya.
"Tentu saja sayang..."
"Sebentar ibu akan mengambil kotak bekal mu."
Kataku pergi ke dapur.
"Baiklah.."
"Aku nunggu di mobil ya..."
"Sampai jumpa kakek .."
"Sampai jumpa nenek...."
"Assalamualaikum..."
Kata Rima berpamitan
"Waalaikumsalam sayang...."
Jawab kakek dan nenek Rima bersamaan.
"David ayah harap kau mulai paham maksud dari rencana liburan kami ini.Kau punya lebih banyak waktu untuk berdua,manfaatkan itu sebaik baiknya dan cobalah cari tahu kebenaran tentang yang kita bahas sebelum rencana liburan ini."
Kata ayah mertua yang samar samar ku dengar dari dapur.
Selesai menyiapkan kotak bekal Rima aku pun kembali ke ruang makan dan berpamitan sebelum berangkat.Begitu juga dengan David.
"Cepatlah ayah...."
Teriak Rima yang sejak tadi sudah menunggu di mobil.
"Ya sayang,ayah datang...."
Jawab david berjalan menuju mobil dan di susul olehku.
"Kenapa ayah ibu lama sekali?"
Kritik Rima.
"Iya...iya...maaf kan kami."
Kata David masuk ke mobil dan menyalakan mesin sebelum menyetir karena hari ini Pak supir di beri izin cuti satu Minggu kedepan oleh ayah dan ibu mertua sampai mereka kembali pulang dari liburan.Benar benar liburan dengan perencanaan yang begitu matang.
"Ayah...ibu Nai..."
Panggil Rima dari bangku belakang.
"Ya sayang..."
Jawabku dan David bersamaan.
"Wow....kalian kompak sekali."
Kata Rima membuat kami tersipu malu.
"Aku berharap kalian tetap kompak seperti ini selama aku pergi liburan nanti."
Kata Rima sudah seperti orang tua yang memberi nasihat kepada kedua anaknya sebelum pergi.
"Baiklah ibu Rima...."
Kata David meledek Rima karena bersikap memggemaskan.Dan aku pun hanya tertawa melihat tingkah Rima.
"Dan aku berharap aku sudah punya adik bayi saat aku kembali dari liburan nanti."
Sambung Rima begitu gamblangnya berbicara.
Sontak kalimat terakhir Rima membuat aku dan david berhenti tertawa dan kami pun langsung diam seribu bahasa.
Bersambung.....
__ADS_1