Duda Sombong Pilihan Ayah

Duda Sombong Pilihan Ayah
Bab 138....


__ADS_3

Tak lama kami pun tiba di rumah,Rima begitu sangat riang terlihat dan sabar bertemu kakek dan neneknya hingga lupa mengucapkan salam saat masuk ke rumah.


"Kakek....Nenek...."


Teriak Rima berlari mencari kakek dan neneknya di setiap ruangan.


"Ow...cucu tersayang nenek...."


Teriak ibu mertua begitu bahagia keluar dari kamar saat melihat kedatangan Rima.


"Nenek.....!!"


Teriak Rima lagi berlari menghampiri neneknya dan memeluknya.


Suasana seketika terasa begitu berbeda setelah kedatangan Rima kembali.


"Nenek..."


"Apakah nenek we senang aku pulang ke rumah"


Tanya Rima dalam gendongan neneknya.


"Ow...tentu saja sayang,nenek sangat sangat senang dengan kedatangan mu..."


Jawab ibu mertua tak sengaja meneteskan air mata di depan Rima yang dia duduk kan di sofa setelah dia menggendongnya.


"Lalu kenapa nenek menangis?"


Kritik Rima sambil menghapus air mata yang membasahi pipi neneknya.


"Ow....sayangku ini adalah tangis bahagia karena kau kembali ke rumah nenek."


Jawab ibu mertua kembali memeluk cucunya seolah melampiaskan rasa rindu, sementara aku dan David hanya bisa tersenyum melihat kebahagiaan yang kembali terpancar di wajah ibu mertuaku.


"Rima sayang,ayo kita ganti pakaian mu dulu nanti kita ngobrol lagi dengan nenek.."


Ajak ku.

__ADS_1


"Naima sayang,ini hari pertama dia baru kembali ke rumah setelah beberapa Minggu dengan wanita siluman itu...."


"Setidaknya biarkan kami saling melepaskan rindu..."


Bantah ibu mertua yang tidak sadar sudah mengatakan hal buruk tentang Sahira di depan Rima.


"Wanita siluman...?"


"Siapa dia...?'


Celetuk Rima bertanya seakan penasaran dengan mengernyitkan dahinya.


"Ehm.....bukan siapa siapa sayang,nenek hanya bercanda karena terbawa suasana setelah melihat serial tv...."


Jawabku coba mengalihkan perhatian Rima.Biar bagaimana pun aku tidak ingin Rima berspesikulasi hal yang buruk tentang sosok Sahira ibu kandungnya,meskipun faktanya tingkah Sahira terkadang lebih dari seorang wanita siluman.


"Benarkah nek....?"


Tanya Rima kembali pada ibu mertua.Namun ibu mertua enggan menjawab bahkan setelag melihat wajah memelasku yang ingin mengatakan "..Ibu tolong jangan katakan hal yang buruk tentang Sahira di depan Rima..."


"Ehm....iya sayang,ibu Nai benar."


Titah ibu mertua yang akhirnya setuju dengan maksud dari ekspresi wajah memelasku saat menatapnya.


"Baiklah nenek,lagi pula aku sudah sangat merindukan kamarku..."


"Dan katakan pada kakek saat dia kembali bahwa cucu kesayangannya sudah kembali..."


Rima pun setuju dengan bujuk kan ku.


"Ow....tentu saja sayang..."


"Emmmuacch...."


Ibu mertua pun setuju dengan pesan dari Rima dan menciumnya karena gemas.


"Ayo tuan putri,pengawalmu sudah siap menghantarkan sampai di kamar anda...."

__ADS_1


Ajak David berlutut dan membungkuk di hadapan Rima layaknya seorang pengawal kerjaan yang melayani tuan putri nya.


"Apakah kuda kita juga sudah siap?"


Tanya Rima yang sudah di mengerti oleh David.


"Tentu saja tuan putri,ayo...."


Jawab David menghadapkan punggungnya di depan Rima,dan Rima pun naik dengan di gendong di punggung David,mereka tertawa riang sambil menaiki anak tangga menuju kamar Rima.


"Ibu...."


"Ku mohon jangan pernah katakan hal buruk lagi tentang Sahira di depan Rima."


Pintaku pada ibu setelah David dan Rima berlalu dari pandangan kami.


"Kenapa?"


"Itu kan memang benar..."


Jawab ibu ketus.


"Iya,kau benar ibu,bahkan aku mengakui dia lebih buruk dari wanita siluman,tapi setidaknya jangan ucapkan itu di depan Rima."


Pintaku dengan wajah memelas.


"Memang apa masalahnya Naima,ibu rasa sudah waktunya Rima tahu sifat buruk dari wanita siluman itu."


Jawab ibu mertua begitu kesal.


"Suatu saat dia pasti akan tahu ibu sifat buruk dari Sahira,tapi setidaknya itu karena penilaian Rima sendiri,bukan karena cerita dari kita,karena biar bagaimana pun Sahira adalah ibu kandung Rima,aku tidak ingin Rima membenci Sahira karena kebencian yang kita tanamkan padanya."


Jelasku coba memberi pengertian pada ibu mertua.


"Akh....ibu kandung macam apa dia yang tega menjadi kan putrinya opsi untuk mendapatkan yang dia inginkan.


Bantah ibu semakin kesal dan meninggalkan ku sendirian di ruang makan.Tapi aku paham bukan karena dia marah padaku melainkan karena dia meluapkan kekesalanya pada Sahira.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2