Duda Sombong Pilihan Ayah

Duda Sombong Pilihan Ayah
Bab 69...


__ADS_3

Di balik gairah yang membara,tanpa sadar kami telah berhasil melucuti pakaian kami satu persatu dan yang tersisa hanyalah penutup daerah yang terlarang saja.Kemudian dengan lembut David membaringkan tubuhku di tempat tidur,tanpa perlawanan aku pun mengikuti instruksi dari gerakan tangan David.


Tanpa sehelai benang yang tersisa akhirnya David pun mulai mengerjakan aksinya dalam balutan selimut yang menjadi penutup tubuh kami.Jari jemari David pun mulai berjalan menyusuri tiap lekuk tubuh ku.Sempat berhenti cukup lama di bagian dada dan memberinya kecupan merah seolah tanda seperti stempel kepemilikan.Puas bermain di bagian dada akhirnya jarinya kembali mulai berjalan ke lekukan tubuhku yang lain,hingga akhirnya berhasil membuka bagian pengamanku untuk daerah yang paling berharga ku yang biasa di sebut mahkotanya wanita.Jaari jati nakal David sangan betah bermain di daerah itu bahkan dengan waktu yang cukup lama.Bahkan David semakin bersemangat saat melihat aku yang menggeliat menahan rasa geli dari perjalanan jari jari nya yang telah melanglang buana hingga ke bagian hutan belantara yang ku punya.


"David....."


Pnggilku mendesah tak kuasa menahan hasrat yang membara.


"Hem...."


Jawab David yang masih sibuk dengan kerja jari jemarinya di bagian hutan belantara milikku.Hingga akhirnya dia menaikkan kepalanya kembali ke bagian dada dan fokus menatapku yang sedang menggeliat.Dengan tersenyum dia pun melanjutkan aksinya.Selanjutnya david merentangkan kedua tanganku dan menindih tubuhku di bawah tubuhnya yang kekar,Aku pun semakin tak kuasa untuk melawan hingga akhirnya dia menyerang bibirku dengan ciuman yang amat dalam dan aku pun membalasnya dengan penuh hasrat.


Perlahan aku mulai merasa seperti benda tumpul yang sedikit keras namun hangat coba menembus daerah terlarang ku yang ternyata itu milik David yang coba mencari jalan untuk membuka pintu keamanan mahkota berharga ku yang masih tertutup rapat.David terus berusaha mencobanya dan masih fokus melancarkan serangan ke bibirku.Setelah beberapa kali mencoba dan akhirnya....


"Jlleeb....."


Benda tumpul yang hangat nan keras milik David itu berhasil menembus pintu mahkotaku yang selama ini ku jaga.


"Auwww.....ikhh........"


Desah ku lirih menahan rasa sedikit perih namun nikmat saat David berhasil dengan usahanya.


"Sakit ya...?"


Bisik David di telingaku dengan tetap membiarkannya di dalam meskipun sejenak berhenti.


"Hem...."


Jawabku memejamkan mata seolah berkata teruskan....


Seperti paham saat melihat ekspresi di wajahku dengan tubuh yang terus menggeliat David pun melanjutkan aksinya.Hingga akhirnya dengan kerjasama yang baik kami pun mencapai rasa nikmat yang kami inginkan dari hubungan itu.


Keringat pun bercucuran membasahi sekujur tubuh kami di bawah selimut tebal yang membalut tubuh kami.Dengan nafas yang Ter engah engah...kami mencoba menstabilkan pernafasan kami hingga menjadi normal.Seolah kehabisan tenaga karena setelah bekerja cukup keras perlahan David pun mulai mencabut miliknya keluar dari mahkota ku.Rada sedikit perih itu pun kembali terasa saat David mencabutnya.


"Terimakasih untuk hadiahnya...."


"Emmmuach...."


Cium David di pipiku hingga akhirnya dia terbaring lemah di sampingku.

__ADS_1


Tanpa kata aku hanya bisa mengangguk dan coba menormalkan pernafasan ku.Seolah kehilangan tenaga yang cukup banyak,David pun langsung tertidur nyenyak di sebelahku dengan tangan yang melingkar di pinggangku.


"Terimakasih juga untukmu yang telah memberiku hak ini."


Bisikku pelan di telinga David yang sudah tertidur nyenyak.Aku pun merasa lelah,rasanya seperti baru membakar banyak kalori dalam tubuhku akibatnya keringat yang keluar membuat aku lelah dan mengantuk.Ku miringkan tubuhku ke arah David dan melingkarkan tanganku ke tubuhnya.Hingga akhirnya kami tidur saling berhadapan,saling memeluk tanpa sehelai benang pun yang menempel di tubuhku kami yang hanya di tutup oleh balutan selimut tebal.


**********


Aku tidur begitu nyenyak hingga pagi menjelang subuh akhirnya datang.Suara gemericik air terdengar dari kamar mandi yang akhirnya membuat aku terbangun.Dengan mata masih terpejam aku meraba kasur tempat tidur yang masih ku ingat jika di sebelah ku tadi malam adalah David namun sudah tidak ada.Perlahan ku buka mata dan memandangi setiap sudut kamar yang terlihat sedikit berantakan dengan beberapa pakaian kami yang bertebaran di lantai.


Kutarik tubuhku untuk duduk bersandar dan menutupi nya dengan selimut.Tak lama kemudian David pun keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk.


"Ow ..nyonya besar sudah bangun rupanya."


Sap David sambil membuka handuknya dengan hanya mengenakan boxer saja.


"Hei....apa apaan kau ini?"


Teriakku dan memalingkan wajah.


"Apa?"


"Tidak bisakah kau pakai pakaian mu di kamar mandi tanpa harus bertelanjang dada seperti itu di hadapan ku?"


Tanyaku yang ternyata masih merasa janggal saat melihat tubuh David sepolos itu.


"Kenapa?"


"Kau masih malu?"


Tanya David menyelesaikan memakai akaiannya.


"Tentu saja,itu menodai mata ku yang masih perawan ini ,tau..."


Jawabku seolah lupa dengan apa yang sudah terjadi sepanjang malam bersama David.


"Malu....?"


"Lalu kenapa saat aku tidak memakai apa pun seperti tadi malam kau tidak malu?"

__ADS_1


Tanya David yang membuatku terdiam dan tertunduk malu mengingat tingkah kau saat melakukan malam pertama.


"Sudah,mandi sana dan sholat lah...aku akan pergi ke mesjid."


Perintah David sebelum pergi.


"Hemm...."


Jawabku yang membalut penuh tubuhku dengan selimut saat hendak turun dari tempat tidur.


"Sudah....di buka saja,tidak perlu di tutupi aku sudah tahu isi dalam nya..."


"Haha......"


Tawa David meledek ku dan kemudian pergi ke mesjid untuk sholat subuh berjamaah.


"Duda sialan.....buat aku semakin malu saja."


Kataku memaki David.


aku pun beranjak turun kulihat ada noda bercak darah di sprei yang berarti mahkota kebangaan ku yang juga merupakan kebanggaan para wanita pada umumnya telah hilang.Dan kebanggaan milik ku telah di renggut oleh David kesuciannya.


"Sebaiknya sprei ini segera ku buka dan ku ganti saja sebelum si duda itu pulang jika dia melihat ini,nanti dia akan mengolok olok ku lagi.


Aku pun bergegas ke kamar mandi untuk segera mandi wajib dan melaksanakan sholat subuh.Dan di sujud terakhir dalam sholatku tanpa sengaja aku meneteskan air mata.Ku selesaikan sholatku dan ku akhiri dengan salam.Ku angkat kedua tanganku untuk berdoa kepada Tuhan yang Maha Mengatur Kehidupan.


*Tuhan yang Maha Mengetahui....


Yang lebih tau mana yang terbaik untuk hidupku....


Terimakasih atas nikmat yang telah engkau halalkan bagi ku dan bagi suamiku.


Aku sangat besyukur atas nikmat ini meskipun tidak ada cinta yang hadir antara kami berdua...tapi aku ikhlas melakukannya dan memberinya pada suamiku semata mata sebagai kewajiban ku sebagai seorang istri terhadap suaminya,dan ku mohon pada Mu ya Allah ,nilai lah ini sebagai ibadah ku juga terhadapmu yang akan menjadi pahala bagi ku.


Aamiin*.....


Doa ku sebagai rasa syukur ku atas nikmat yang ku dapat lewat David.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2