Duda Sombong Pilihan Ayah

Duda Sombong Pilihan Ayah
Bab 133..


__ADS_3

Rasa kantuk pun menyerangku,bahkan aku tidak tahu sejak kapan aku tertidur , sampai akhirnya suara gemericik air dari kamar mandi membuatku terjaga dan membangunkan ku.Dengan mata yang masih berat aku coba untuk bangkit dari rebahanku dan duduk bersandar di kepala tempat tidur.


Tubuhku terasa begitu sangat lelah hingga membuatku tidur begitu nyenyak bahkan aku tidak tahu sejak kapan David sudah kembali.Perlahan aku coba berdiri untuk berjalan menuju pintu kamar mandi.


"Tok....tok..."


"David kau kah itu....?"


Tanyaku sambil mengetuk pintu.


"Bukan..."


"Hantu...."


Jawaban dari dalam kamar mandi yang sudah bisa ku pastikan bahwa itu suara David.


"Jangan bercanda...."


Sahutku kesal bersandar di pintu kamar mandi.


"Jika kau tidak percaya,masuklah kedalam dan lihat sendiri tubuh polos tanpa sehelai benang ini suami mu atau bukan?"


Jawab David yang terdengar seperti menggoda.


"Apa...?"


Tanyaku tercengang dan mengernyitkan dahi ku.


"Cepatlah.....sebentar lagi aku selesai....?"


Teriak David dari dalam masih menggoda.


"Huff...dasar duda mesum..."


Jawabku kesal dan menjauhi kamar mandi.Dan David terdengar sangat senang setelah berhasil menggodaku.


Berpikir jika waktu masih malam aku pun merebahkan kembali tubuhku di sofa untuk bermalas malasan.Tak lama kemudian samar samar aku mendengar suara lantunan orang mengaji dengan merdu.Seketika aku pun langsung duduk sambil melihat ke arah jam.Sungguh aku benar benar di buat terkejut.suasana yang aku pikir tadi nya masih malam,ternyata faktanya adalah jarum jam sudah menunjuk kan waktu akan masuk sholat subuh.


"Haah...."


"Ternyata ini sudah pagi...!!"


"Dan David.....?"


Tanyaku dalam hati terputus dan bertanya apakah David sudah pulang sejak tadi malam tapi aku tidak mengetahuinya atau dia memang pulang sampai sepagi ini.


Tak lama kemudian David pun keluar dari kamar mandi dan terlihat telah bersiap untuk pergi ke mesjid dengan memakai pakaian sholat.


"Kau pulang pagi...?"


Tanyaku berbasa basi....


"Tidak...."


Jawab David sambil merapikan baju Koko nya di depan cermin.


"Lalu .....?"


Tanyaku lagi.


"Hem...aku pulang saat kau sudah tertidur begitu lelap,hingga kau tidak lagi terasa saat ku peluk erat..."


Jawab David terdengar sinis.


"Maaf...."

__ADS_1


Kataku merasa bersalah.


"Hem...siapkan hadiah untuk kata maaf mu itu."


Jawab David tersenyum dan bermain mata terlihat begitu senang karena sudah berhasil menjebak ku,hingga dia hilang dari pandangan ku setelah mengucapkan salam dan turun untuk pergi ke masjid.


"Waalaikumsalam......."


Jawabku masih merasa bersalah hingga akhirnya...


"David....."


Teriak ku berlari menuju balkon setelah tersadar bahwa aku terjebak agar dia menerima hadiah dari kata yang ku ucapkan.


Dan ternyata aku msih dapat melihatnya dari atas balkon kamar.


"Dasar duda mesum...."


Kataku menggerutu dan tersenyum karena merasa geli.


Karena aku masih dalam masa nifas setelah keguguran,jadi tidak sholat subuh.Aku pun memutuskan untuk segera menyegarkan diri dan membantu si mbak di dapur menyiapkan sarapan.


Selang satu jam kemudian David dan ayah mertua pun telah kembali dari mesjid.Dua cangkir kopi dan beberapa potong roti tersedia di meja makan untuk menemani obrolan mereka menunggu sarapan selesai.


"David...."


"Sudah bagaimana perkembangan tentang Rima dan Sahira..?"


Tanya ayah mertua yang dapat ku dengar dari dapur masak.


"Tenanglah ayah...."


"Rima pasti akan segera kembali bersama kita.."


"Lalu kapan David...?"


"Ibu tidak mau cucu ini berhasil di cuci otaknya oleh wanita siluman itu."


Sambung ibu mertua yang tiba tiba ikut nimbrung dalam pembicaraan ayah mertua dan David.


"Ayah ..ibu..."


"Tolong jangan membuat aku semakin tertekan dengan desakan kalian,ayah mana yang tidak ingin agar segera mengambil putrinya dari wanita seperti Sahira,tapi ku mohon bersabarlah...aku dan Naima sedang merencanakan sesuatu untuk mengambil Rima dari Sahira tanpa harus mempertaruhkan Bisnisku dan semua asset kita."


Jawab David terdengar sangat kesal hingga akhirnya meninggalkan kedua orangtuanya yang sedang mengajaknya berbicara.


Mendengar intonasi yang sangat kesal itu dari mulut David aku pun segera menuju ruang makan mencoba utk menenangkan David,namun sayangnya aku terlambat karena David keburu naik ke kamar dan meninggalkan kopinya.


"David...."


Panggilku.Namun David tidak menghiraukan ku dan terus berjalan menaiki anak tangga menuju kamar.


"Naima sayang pergilah antarkan kopi itu untuk peria pemarah itu...!"


Perintah ibu mertua.


"Ibu....."


Panggilku bermaksud agar mereka menyudahi perdebatan mereka dan menyusul David dengan membawa secangkir kopi yang di tinggal kannya.


"David...."


"Kopimu..."


Panggilku begitu masuk ke kamar dan menyodorkan secangkir kopi yang dia tinggalkan.Dan David pun mengambilnya tanpa menoleh ke arahku.

__ADS_1


Yakin,bahwa David benar benar merasa kesal,aku pun memilih duduk di sampingnya untuk menenangkannya.


"Emmmmuach...."


Satu ciuman mendarat di pipi David dari ku tanpa David memintanya.


"Naima,aku rasanya ingin menyerah saja ..."


Kata David mengeluh dan menyandarkan kepalanya di bahuku.


"Hei...kenapa kau menjadi lemah?"


"Bukan kah kita sudah menyusun rencana?dan rencana pun sudah mulai kita jalan kan."


Kataku untuk menguatkan David yang sudah mulai menyerah.


"Aku rasa rencana itu butuh waktu yang lama untuk kelihatan hasilnya,dan kemungkinan berhasil sangat kecil."


Jawab David pesimis.


"Tidak David,kau tidak boleh menyerah aku ada satu bukti kuat tentang kejahatan Sahira."


Aku coba memberikan semangat dengan menceritakan file rekaman yang ku temukan.


"Bagaimana ku bisa memiliki bukti ini?"


Tanya David dengan begitu semangat.


Lalu aku pun menceritakan kembali awal mula aku menemukan file rekaman tersebut.


"Lalu apa langkah kita selanjutnya?"


Tanya David begitu antusias.


"Sebaiknya kita ke kantor hari ini.."


Ajak ku.


"Untuk apa?"


Tanya David.


"Ayo kita periksa kembali berkas berkas kerja sama kita dengan Arga dengan teliti."


"Aku yakin ada hal yang salah di situ yang mungkin bisa merugikan kita,dan siapa tau bisa jadi bukti."


"Bukan kah Arga hanya lah perentara saja untuk ikatan proyek besar kita,padahal sebenarnya itu adalah perusahaan Arya..?"


"Aku yakin mereka menyusun rencana yang bisa menghancurkan bisnis mu bahkan hidup kita."


Jelasku mengingatkan kembali kepada David.


"Hem...."


"Ku rasa kau benar,cepatlah bersiap kota akan pergi ke kantor."


Titah David setuju dengan pemikiranku.


Dan aku pun segera beranjak dari duduk di pangkuan David.Dan segera bersiap pergi ke kantor.


Entah mengapa aku begitu bersemangat dalam aksi mengumpulkan bukti layaknya seorang detektif.Bahkan aku sudah lupa nasihat dokter Nisa yang memintaku untuk istirahat total.


Karena bagiku Rima adalah segalanya,aku tidak hiraukan apa pun sekalipun itu kesehatanku.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2