
Meninggalkan pertikaian dingin antara kedua mertua ku dan Sahira,aku pun bergegas menuju ke mobil karena David dan Rima sudah menungguku.
"Cepatlah ibu Nai..."
"Nanti kita terlambat..."
Teriak Rima dari dalam mobil.
"Iya sayang sebentar...."
Jawabku dengan jalan tergesa gesa sambil membawa kotak bekal yang berisi dua keping roti untuk sarapan David.
"David,biar aku saja yang menyetir.."
"Kau pindahlah ke sebelah sana."
Titahku pada David yang sebenarnya sudah siap mengemudi.
"Hey....wanita penceramah,ada apa denganmu"
"Kenapa tiba tiba saja ingin sekali jadi supir?"
Tanya David heran.
"David...."
"Please jangan berdebat sekarang..."
"Atau kami akan terlambat."
"Pindahlah,ku mohon...!"
Kataku memohon.
"Iya ayah...."
"Sudah ikuti saja apa kata ibu Nai,nanti kita terlambat..."
Rengek Rima.
"Ya..."
"Baiklah...baiklah..."
Kata David menurut dan bergeser ke bangku sebelah kiri.
Aku pun langsung masuk mobil dan duduk di bangku supir.Karena menyetir bukan lah hal yang langka untuk ku meskipun semenjak menikah dengan David aku sudah tidak pernah lagi menyetir sendiri semenjak David menunjuk kan sikap posesifnya yang tidak mengizinkan aku dan Rima pergi mengendarai mobil sendiri.Sehingga menyebabkan si Merah kesayangan ku selalu terparkir di garasi rumah ayah dan ibu ku.
Setelah David memakai sabuk pengaman aku langsung menyodorkan kotak bekal dan satu cup kopi untuk sarapan David.
"Ini...makanlah sarapanmu."
"Tidak baik mengawali aktifitasmu tanpa sarapan."
"Benarkan tuan putri?"
Kataku melibatkan Rima dan coba menjelaskan kepada David alasanku memintanya untuk pindah ke sebelah kiri.Dan alasan nya agar David dapat sarapan dengan tenang meskipun di dalam mobil.
"Wow....so sweet..."
__ADS_1
"Ibu Nai perhatian sekali dengan ayah."
"Ciee....cie....."
Sorak Rima dari bangku belakang,seolah memberi komentar pada perhatianku.
"Kau lihat?"
"Tuan putri kecil ini sudah berani menggoda kita."
"Haha...."
Kata David tertawa tersipu malu.Dan aku pun tak kuasa menyembunyikan senyumku menahan rasa kikuk mendengar komentar Rima.
"Tapi...."
"Terimakasih untuk perhatianmu."
Sambung David menatapku sambil bermain mata dengan mengedipkan salah satu matanya padaku yang tanpa kami sadar ternyata Rima sedang memperhatikan kami dari bangku belakang.
"Wow....ayah!"
"Itu sangat romantis...."
Kata Rima tiba tiba memeluk David dari belakang dan membuat kami berdua terkejut.
Dan kami hanya terdiam dalam beberapa saat hingga akhirnya kami tak kuasa menahan tawa.
Perjalanan menuju ke sekolah di hari pertama kami masuk sekolah sangat menyenangkan.Meskipun sebelumnya ada sedikit perdebatan di meja makan namun akhirnya antara kami bertiga (Aku,David,dam Rima) selalu menyisakan cerita yang bisa membuat kami tertawa satu sama lain.
Bersamaan dengan dua keping roti yang sudah habis di makan david untuk sarapannya di mobil sepanjang perjalanan,tak lama kami pun tiba di depan gerbang sekolah.
"Ibu Nai...."
"Ada kedua temanku di depan gerbang,bolehkan aku turun lebih dulu?"
Kata Rima meminta izin untuk turun lebih dulu.
"Baiklah sayang tapi hati hati ya dan langsung ajak teman mu masuk ke dalam gerbang."
Kataku mengarahkan Rima.
"Baiklah...."
"Sampai jumpa ayah...."
"Emmmuach...."
Pamit Rima pada David dan bergegas turun dari mobil.
"Sampai jumpa sayang..."
"Semoga hari mu menyenangkan..."
Kata David melambaikan tangan nya dari jendela mobil.
Hanya tinggal kami berdua di dalam mobil.Aku pun bergegas turun menyusul Rima.
"Baiklah....kalai begitu aku pergi dulu."
__ADS_1
Kataku juga pamit pada David sambil melepaskan sabuk pengamanku.
"Tunggu.....!"
Kata David menghentikan ku dengan menarik tangan kiri ku.
"Ada apa?"
Tanyaku yang masih juga deg degan jika melihat David menatapku dengan begitu tajam bahkan dalam jarak yang sangat dekat.
"Terimakasih karena begitu peduli padaku?"
"Emmmuach...."
Ucap David mengecup punggung tangan ku.
"Dua...."
Kataku seoalah mengingatkan David berhutang dua hadiah padaku dari ucapan terimakasihnya.
"Haha...."
"Kau ini merusak suasana romantis saja"
David tertawa sambil menghempaskan tanganku dari peganganya karena merasa aku sudah mulai pandai membalikkan keadaan dari kebiasaannya.
"Haha..."
"Tapi aku benarkan?"
Tanyaku.
"Ya....baiklah."
"Katakan,kau ingin hadiah apa dari ku?"
Tanya David kembali memegang tangan ku.
"Kau...."
Tanyaku nyeletuk begitu saja tanpa sadar konsekuensinya dari yang ku ucapkan terkadang bisa jadi hal yang mengancam untuk ku.
"Oops...."
Kataku menutup mulutku setelah sadar aku sudah keceplosan.
"Baiklah....kalau begitu siapkan dirimu untuk nanti malam."
Jawab David dengan menatap ku begitu tajam,dan senyuman sinis di bibirnya.
"Kalau begitu tidak usah ada hadiah saja..."
kataku menghempaskan kembali pegangan David karena merasa sudah mulai tidak aman.
"Daaag....."
Aku pun langsung bergegas turun dari mobil dan melambaikan tangan.Dan David pun hanya tertawa sambil turun dari mobil untuk pindah tempat duduk hingga akhirnya mobilnya pun berlalu meninggalkan sekolah.
Bersambung.....
__ADS_1