Duda Sombong Pilihan Ayah

Duda Sombong Pilihan Ayah
Bab 139..


__ADS_3

Tak lama kemudian aku pun menyusul Rima dan David ke atas.Tampak mereka sedang bersenda gurau melepaskan rasa rindu.Aku pun tak ingin merusak moment indah antara ayah dan putrinya dan memilih pergi ke kamarku.


Ku rebahkan tubuh di atas kasur seolah ingin menghempaskan semua rasa lelah hati dan pikiran ku,atas semua masalah yang selama beberapa Minggu ini begitu menguras tenagaku.Tak lama mataku terpejam dan hampir terlayang David pun menyusul ke kamar dan merebahkan tubuhnya tepat di samping ku.Dengan menghela nafas yang cukup panjang dia pun memelukku.


"Apakah kau lelah....?"


Tanya David dan melingkarkan tangannya di tubuhku.


"Hem...."


"Tapi lelahku tidak begitu terasa,karena Rima telah kembali kepada kita."


Jawabku.


"Bersabarlah,karena selangkah lagi kita akan memenangkan semua nya."


"Emmuach...."


Satu ciuman mendarat di pipiku sembari memberiku semangat untuk kuat melawan rasa lelah yang mulai ku keluhkan.


"Hei.....jangan coba ambil kesempatan dengan dalih menyemangati ku ya.."


Protesku tersenyum dan menatap wajah David yang begitu sangat dekat dengan wajahku.


"Apa...?"


Tanya David memasang ekspresi tampang polos.


"Apa itu barusan...?"


Tanyaku.


"Mencium istriku..."


Jawab David lagi dengan gamblangnya.


"Atas dasar apa?"


"Aku sedang tidak mendapat hukuman,atau kau sedang tidam harus memberiku hadiah...."


Tanyaku menatap David dengan menaikan kedua alis ku.

__ADS_1


"Akh.....aku tidak perduli dengan itu semua,yang aku tahu aku itu adalah cara ku mengekspresikan kerinduanku pada istriku..."


"Emmuach....emmmuach...emmmuach...."


Bahkan David menjadi tak berhenti menciumi ku.


"Oya..."


"Benarkah kau sangat merindukan ku..."


Tanyaku menggoda David yang semakin buas.


"Heiii....kendalikan dirimu..."


Sambungku coba mengelak.


"Ehmmm...."


"Berapa lama lagi..."


Tanya David.


Tanyaku.


"Masa liburmu..."


Tanya David menatapku.


"Hem...."


"Entahlah...."


"Yang pasti sampai aku benar benar pulih lahir dan batin.Jadi....untuk itu kau tolong bersabarlah lah sedikit ya Tuan duda."


Jelasku tersenyum lebar yang tak sengaja membuat David kesal.


"Hem...."


"Kau bisa tertawa sekarang mengejekku,jika nanti saatnya tiba bersiaplah karena aku tidak akan mengampuni mu bahkan untuk sedetik pun.."


David memberikan ultimatum padaku sembari melepaskan pelukannya dan dan beranjak kemudian pindah ke sofa memeriksa pekerjaan nya di laptop.

__ADS_1


"Heii...."


"Kenapa jadi marah...."


"Ow....ayolah....apa kau pikir aku juga tidak merindukan hal itu?"


Kataku menghampiri David di sofa dan coba membujuknya.


"Tolong ....jangan memberi umpan pancingan dengan menggodaku,jangan buat aku tidak mampu mengendalikan diriku.."


Kata David yang berusaha cuek dengan bujukan ku dan tetap fokus pada laptopnya.


"Hahaha......"


Tawaku terbahak bahak,bukan nya merasa ngerih aku malah merasa risih.


"Sudah lah lupakan hal itu,ayo kita bahas yang lain..."


Sambungku coba mengalihkan pembicaraan.


"Apa ...?"


Tanya David dengan nada datar.


"David,apa kau percaya Sahira bisa sebaik ini?"


Tanyaku kembali dan menyandarkan punggungku di sisi kanan David yang masih fokus dengan laptopnya.


"Maksudnya...?"


Tanya David lagi.


"Aku curiga,kenapa Sahira begitu mudahnya mengizinkan Rima kembali ke rumah bersama kita.Aku takut dia sedang merencanakan sesuatu di balik kabaikan nya ini...."


Ujarku sedikit was was.


"Ya ...bisa jadi seperti itu,tapi kau tidak perlu khawatir kita sudah memiliki bukti yang cukup kuat untuk menjebloskannya ke penjara"


jelas David coba menghilangkan rasa resahku.Namun entah kenapa hatiku meyakini bahwa Sahira telah merencanakan sesuatu di balik kebaikannya mengizinkan Rima kembali bersama kami.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2