Duda Sombong Pilihan Ayah

Duda Sombong Pilihan Ayah
Bab 95....


__ADS_3

Ayah dan ibu mertua sudah menunggu di meja makan.Dengan ekspresi rasa risau yang ku lihat di wajah ibu mertua.


"Selamat pagi...."


Sapa David kepada mereka saat menuruni anak tangga terakhir.


"Selamat pagi sayang...."


Jawab ibu dengan ekspresi penuh tanya melihat wajah David yang sumringah saat menyapa mereka.


"Apa kabar ayah dan ibu?"


"Bagaimana perjalanan kalian?"


"Menyenangkan?"


Tanya David sebelum meneguk kopi yang telah di sajikan.


"Kami baik..."


Jawab ibu yang masih menatap David dengan pertanyaan.


"David...."


Panggil ibu mertua.


"Hemm...."


Jawab David seperti biasa.


"Apa kau pulang sangat larut malam kemarin?"


Tanya ibu mertua.


"Ya ibu,ada meeting penting dengan beberapa klien yang harus ku hadiri semua kemarin."


Jawab David sambil menyantap dua keping roti dengan olesan selai coklat dan kacang yang ku buat kan.


"Apa kau sudah bertemu Rima?"


Tanya ibu mertua lagi.


"Sudah dan sekarang dia sedang mandi"


Jawab David begitu tenangnya.Hingga membuat ibu mertua heran karena pasti dia bertemu Sahira.


"Lalu apakah kau bertemu.....?"


Tanya Ibu ragu menyebut nama Sahira.


"Siapa?"


"Wanita siluman itu?"


Tanya David santai.


"Ya wanita siluman yang terkutuk itu?"


Sambung ibu.


"Ya aku melihatnya..."


"Tapi aku enggan melihat wajahnya."


Jawab David tanpa ekspresi apa pun.

__ADS_1


"Dan kau tidak apa apa?"


"Emmm maksud ibu apa kau tidak khawatir dengan keberadaanya?"


"Apa kau baik baik saja nak?"


Tanya ibu begitu risau.


"Tenanglah ibu...."


"Jika kedatangan wanita siluman itu punya tujuan yang buruk,kita punya wanita penceramah yang memiliki bisa mematikan untuk menghadapinya."


Jawab David menyikut lengan ku yang duduk di sebelahnya.


"Pllaak..."


"Kau ini."


Balas ku memukul bahu David.


"Apa kalian yakin?"


Tanya ayah mertua yang juga ikut risau dengan keberadaan Sahira.


"Tenanglah ayah..."


"Semua akan baik baik saja,menantumu ini yang menjamin kan nya padaku."


"Dan jika nanti terjadi sesuatu yang tidak di inginkan,dia yang akan menunggung resikonya."


"Hem...."


Kata David tersenyum menatapku seolah perkataannya seperti ultimatum yang harus ku ingat.Dan aku yang belum tahu harus menyusun rencana apa untuk Sahira,hanya bisa tersenyum agar mereka tidak perlu risau.


Tak lama Rima pun turun bersama Sahira.


"Selamat pagi nenek...."


Sapa Rima sambil menuruni anak tangga.


"Selamat pagi sayang...."


Jawab kakek dan nenek bersamaan.


"Selamat pagi semua "


Lanjut Sahira menyapa kami,namun bukannya dapat balasan, semua orang yang ada di meja makan langsung memasang wajah tidak nyaman menyambut Sahira.Merasa tidak enak dengan keadaan itu aku pun langsung berbasa basi mempersilahkan Sahira duduk untuk bergabung sarapan bersama.


"Sahira ayo sarapan."


"Duduklah..."


Kataku berbasa basi.


"Terimakasih...."


Jawab Sahira dengan senyuman datar di wajahnya.


"Rima sayang kau mau makan apa"


Tanyaku.


"Nasi goreng dengan telur mata sapi."


Jawab Rima yang duduk di sebelahku.Namun lagi lagi Sahira seperti ingin menabur genderang perang padaku yang berusaha bersikap baik padanya.

__ADS_1


"Baiklah sayang biar ibu ambilkan dan ibu akan menyuapimu..."


Kata Sahira yang langsung mengambil piring yang pegang dan menyajikan nasi goreng untuk Naima.


"Ayo buka mulut mu..."


"Aaaaaaa...."


Kata Sahira berusaha menunjuk kan semua kasih sayang Nya untuk Rima di depan kami semua.


"Ibu Sahira...."


"Biar aku saja yang makan sendiri dan menghabiskan sarapan ku."


Kata Rima menahan tangan Sahira yang ingin menyuapinya.


"Kenapa sayang?"


"Apa kau tidak suka ibu suapi?"


Tanya Sahira dengan wajah memerah.


"Bukan seperti itu ibu Sahira."


"Aku sudah terbiasa menjadi anak yang mandiri seperti yang di ajarkan ibu Nai selama ini padaku."


"Agar aku tidak bergantung pada orang lain."


"Dan aku juga tidak ingin bergantung dengan ibu Sahira.Jika aku terbiasa ibu suapi setiap kali aku makan,lalu bagaimana jika nanti ibu pergi lagi?"


"Pasti sulit nanti jadinya bagiku membiasakan hidup jadi anak mandiri."


Jelas Rima seolah memberikan tamparan keras pada Sahira.Dan itu seperti buah dari sikap tega dari masa lalu yang pernah dia lakukan pada David dan Rima.


"Wah Rima memang anak pintar..."


Kata Sahira memuji Rima sambil mengusap usap kepala Rima untuk menutupi rasa malu nya karena sudah telak dengan jawaban Rima.


Dan jawaban Rima sekaligus membuat ayah,ibu dan david merunduk menyembunyikan senyum kemenangan mereka.


"Ayah, ibu sudah percaya kan?"


"Semua akan baik baik saja."


"Naima...aku sudah tidak berselera menghabiskan sarapanku."


Kata David berdiri dari tempat duduknya dan ingin naik ke kamar.


"David aku ingin membicarakan hal penting berdua dengan mu."


Kata Sahira sebelum David pergi.Layaknya wanita yang tidak punya urat malu Sahira pun ikut berdiri untuk meminta waktu David.


"Maaf tidak ada lagi waktu ku yang tersisa untukmu."


"Naima tolong bawakan kopi ku ke kamar."


Jawab David sekaligus menyuruhku dan berlalu dari hadapan kami semua.


"Ehm...Rima sayang,cepat habiskan sarapan mu setelah itu ibu akan menagajakmu ke taman bermain bersama Binggo."


"Kucing manis itu juga sangat merindukan mu."


"Okey...."


Kata ku mengarahkan Rima dan pergi ke atas menyusul David.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2