
Dengan tenaga yang tersisa,aku coba mengumpulkan semangatku untuk bangkit berdiri.Namun semangat itu seperti terbang begitu saja saat aku mendengar David tertawa begitu kuatnya hingga terbahak bahak.
"Haha....haha...haha..."
"Cepatlah kau berdiri dan lihat di cermin wajah bodohmu itu,lucu sekali."
David mengejek ku begitu puasnya setelah apa yang dia lakukan padaku.Tapi memang benar apa yang di katakan David aku terlihat begitu bodoh dan konyol.Tak ingin terus terusan di tertawakan oleh David aku pun bergegas berdiri menghapus air mataku yang menurutku tebuang sia sia,dan merapikan rambutku yang berantakan dan aku pun langsung pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan wajahku.
Aku sengaja menghabiskan waktu cukup lama di kamar mandi untuk menghindari ejekan David.Tadinya ku pikir David akan diam dan berhenti tertawa setelah ku tinggal begitu saja ke kamar mandi dengan waktu yang cukup lama.Tapi ternyata tidak,David kembali tertawa mengolok olok ku begitu melihat aku keluar dari kamar mandi.
"Haha....mau sebersih apa pun kau cuci wajahmu,tetap saja wajah bodohmu masih tertinggal di situ.haha..."
Tawa David kembali.
Aku yang merasa begitu kesal dengan perlakuan David enggan membalas semua hinaanya,bahkan aku hanya diam tanpa berbicara sepatah kata pun.Segera ku bereskan pekerjaan ku dan aku pun naik ke sofa untuk tidur.
Ternyata sikap diamku membuat David tersadar dan berhenti tertawa.
"Hei..wanita penceramah,ada apa denganmu?"
"Kenapa kau diam saja?"
"Apa kau marah?"
Tanya David heran melihat ku yang tidak mengatakan apa pun untuk membalas ejekannya.
"Ya ampun...ayolah Naima,aku hanya bercanda kenapa kau marah.Atau kau marah karena kecewa sebab apa yang terjadi tidak seperti yang kau harapkan?"
Tanya David masih saja terus tertawa karena melihat aku yang diam saja seolah merajuk.
"Apa katamu bercanda?"
"Kau anggap ini lelucon setelah apa yang terjadi?"
"Sungguh David bercanda mu tidak lucu."
Jawabku sangat kesal.
"Lalu kenapa kau begitu marah ,aku tidak mencumbumu,aku hanya meminta agar kau tetap menjadi ibu yang baik untuk Rima."
"Apa itu salah?"
Tanya David mulai meninggikan suaranya.
"Permintaan mu memang tidak salah dan aku tidak keberatan memenuhinya.Tapi cara mu yang tidak benar !"
Jawabku.
"Apa maksudmu tidak benar?"
__ADS_1
Tanya David.
"Setelah membuat aku resah dan takut,apa itu kau anggap bercanda?"
jawabku kembali bertanya.
"Hei...aku tidak melakukan apa pun padamu,kau saja yang meresponnya berlebihan."
David coba berdalih.
"Berlebihan katamu?"
"Dengan rasa takut yang ku alami kau bilang aku berlebihan?"
Tanyaku dengan mata yang berkaca kaca.
"Oh....ayolah wanita penceramah jangan mendramatisir keadaan kenapa kau harus marah.Atai kau marah karena aku tidak melakukan apa yang kau bayangkan?"
Tanya David padaku seolah aku mengharapkan saat itu David akan mencumbu ku dan aku kecewa karena ternyata dia tidak melakukannya.
"Memangnya apa yang ku bayangkan menurutmu?"
Tanyaku menatapnya penuh dengan amarah.
"Jangan sok lugu,aku tau kau marah karena kau berharap aku akan mengajakmu bercinta kan?"
Kata David begitu percaya diri.
"Kau pikir wanita seperti apa ?"
"mengharap kau akan mencumbu ku begitu?"
"Jangan mimpi..!"
Aku semakin kesal karena merasa di rendahkan.
"Ha.ha..ha.."
"Kali begitu Kenap kau marah hingga menangis?"
"Tentu saja aku berpikir demikian."
David mulai tertawa lagi untuk meledek ku.
"Dengarkan ini baik baik.."
"Agar kau tahu alasan nya kenapa aku sangat marah bahkan aku semakin membencimu."
Kataku.
__ADS_1
"Ya...katakan lah aku tidak peduli."
Kata David dengan begitu santainya bahkan tidak melihatku dan sibuk bermain ponsel.
"Aku marah karena kau telah bersikap kurang ajar padaku.Kenapa harus memperlakukan ku seperti itu jika kau hanya ingin meminta agar aku menjadi ibu yang baik untuk Rima,Apa kau tau bagaimana rasa takut menyelimuti ku saat kau memperlakukan ku demikian?"
"Aku merasa seperti wanita yang di lecehkan oleh pria asing yang sudah berani menyentuhku tanpa ijin dariku."
"Terserah kau menganggap apa perkataanku ini,tapi setidaknya kau harus tahu seumur hidupku bahkan hingga aku di tinggal menikah oleh pria yang ku cintai,tidak ada seorang pun yang pernah memperlakukan ku sekurang ajar itu bahkan tidak juga orang yang ku cintai."
"Tadinya aku berpikir kau tidak akan pernah memperlakukan ku seperti itu,karena aku percaya meskipun kita tidak saling mencintai setidaknya kita bisa hidup dengan saling menghargai di balik perdebatan kita."
"Tadinya aku mulai bisa melihat sisi baik dari dirimu dengan semua pengakuan dan pembelaan mu di depan umum untuk ku,aku mulai percaya kau adalah ayah dan lelaki terbaik yang telah mengisi hidupku.Tapi ternyata aku salah,bukan nya menghargai ku kau malah coba melecehkan ku tidak hanya dengan perbuatan mu tapi juga dengan kata kata mu."
Jelasku begitu panjang dengan linangan air mata yang sudah membasahi pipiku.
Mendengar isak tangisku David yang tadinya cuek dengan semua yang ku katakan seketika berhenti memainkan ponsel dan terperangah menatapku.
"Mungkin menurutmu itu lelucon,tapi menurutku ini sebuah penghinaan."
Kataku lagi dengan begitu tegas,berdiri dari sofa membawa selimutku dan pergi meniggalkan David di kamar sendirian.
David yang tadinya tidak henti menertawakan kan ku,tidak memberikan jawaban apa pun.dia hanya terdiam bahkan lidahnya kelu ketika dia ingin memanggil namaku saat aku pergi keluar dari kamar.
Naima,
Kenapa kau tidak coba memahami ku,aku melakukan ini hanya ingin melihat bagaimana ekspresi mu jika aku coba mendekatkan diri ku dengan mu.Ternyata kau adalah wanita yang begitu polos yang begitu menjaga kehormatan mu.
Maafkan aku jika sudah membuat mu tersinggung dengan perlakuan ku.Meskipun hanya aku yang tahu apa yang menjadi niatku di balik perlakuan itu.
Saat ini aku juga bingung dengan perasaanku.Satu sisi penghianatan Sahira telah membuatku menjadi manusia yang tidak lagi percaya pada kata cinta.
Tapi di sisi lain kehadiranmu sebenarnya telah membuatku dalam diam merasakan telah terjadi sesuatu pada diriku dan aku sedang kesulitan untuk memahaminya.
Aku coba ingin mendekatimu dengan sebuah candaan tapi ternyata aku telah menyakitimu.
Tolong maafkan aku....
Curhat David dengan hatinya sendiri.
Sambil menangis karena merasa tak di hargai aku berlari ke kamar Rima.Ku lihat Rima sudah begitu nyenyak sekali tidur.Wajah Rima yang polos kembali mengingatkan ku tentang apa yang menjadi alasanku bersedia menikah dengan David.
Hoh...ya ampun,ada apa denganku ?
Kenapa aku jadi sensitif seperti ini .Harusnya aku ingat perioritasku hanya Rima dalam ikatan pernikahan ini bukan tentang status dan sikap David padaku.
Curhatku dalam hati dan mulai menyadari jika sikapku sudah salah.
Sebaiknya aku tidur saja besok pagi aku akan meminta maaf pada David.
__ADS_1
Pikirku dalam hati dan langsung memeluk Rima sambil memejamkan mataku.
Bersambung....