Duda Sombong Pilihan Ayah

Duda Sombong Pilihan Ayah
Bab 32...


__ADS_3

Hampir satu pekan sudah David di luar negeri untuk urusan pekerjaannya.Dan hari ini dia akan kembali.Tak ingin terus di tagih hadiah bak depkolektor yang menagih hutang aku pun telah menyiapkan sesuatu untuk ku berikan sebagai hadiah dari ucapan terimakasih ku yang lalu.


Suasana tenang begitu terasa di kamarku dalam sepekan selama David pergi.Meskipun terkadang ada rasa rindu yang tiba tiba terlintas begitu saja dalam benakku.


Hari ini hari terakhir aku merasakan ketenangan dan kenyamanan itu.Karena setelah David kembali perdebatan dan keributan antara aku dan dia akan kembali mewarnai suasana kamar ini.Untuk itu aku berfikir ingin menikmati suasana sore hari dengan duduk bersantai di balkon kamar dengan menikmati secangkir kopi sambil mengawasi Rima yang sedang bermain bersama Binggo.


Selang waktu beberapa menit saat aku membaca majalah untuk menghabiskan waktu santaiku,tiba tiba sebuah mobil mewah berwarna putih masuk ke pekarangan rumah.Dan mobil itu milik David.


"Tin...tin...tin..."


Supir membunyikan tlekson atas perintah David untuk Rima yang tengah bermain di tempat mobil David akan di parkir.Dan Rima yang tengah asyik bermain pun bersorak begitu senang saat melihat David turun dari mobil.


"Yeaaay....ayah sudah pulang...."


Teriak Rima begitu keras dan berlari ke arah David.Dan David pun langsung menggendongnya.Aku yang tengah bersantai pun sontak berdiri melihat ke bawah siapa yang datang dan ternyata David.


Hem....sudah sampai si duda yang hobi berdebat ini,baiklah Naima persiapkan kembali dirimu untuk menghadapinya.


Kataku dalam hati memberi support diri sendiri.


"Ibu Nai...ayah sudah kembali."


Teriak Rima dalam gendongan David sambil melambaikan tangannya.Dan aku pun melambaikan tanganku dari balkon dengan senyum yang di paksa seolah seperti istri yang begitu senang dengan kepulangan suaminya.Dan tak lama kemudian mereka masuk karena aku sudah tidak melihat mereka lagi dari balkon kamar.


"Siap siap Naima,untuk hadiah yang ingin kau berikan."


Kau berkata kata sendiri untuk mempersiapkan mentalku sambil merapikan jilbabku.Dan tak lama kemudian.


"Gubrrraakk...."


David mencampakkan tas kerjanya dan merebahkan tubuhnya ke kasur.Tentu saja hal itu membuat sakit mataku dan mengundang amarahku.Namun saat aku coba mengatakan sumpah serapahku, lagi lagi diriku sendiri berbisik untuk mengingatkan harus lebih tenang dan lebih sabar sampai aku selesai memberi hadiahku padanya.Kemudian aku coba menarik nafas panjang untuk menenangkan diriku.Seperti sengaja ingin memancing keributan David pun kembali beraksi dengan melepaskan sepatunya dan mencampakkannya di sembarang tempat.Dan aku pun kembali menarik nafas panjang untuk tidak terpancing emosi.


Karena aku hanya diam dengan semua aksinya dia pun merasa aneh hingga akhirnya memanggilku dengan panggilan favoritnya.


"Hei wanita penceramah..."


Panggil David.Dan aku hanya tersenyum sbil mengutip sepatu dan tas yang di campakkannya di sembarang tempat.


"Hei...hei...setan baik mana yang sudah merasuki mu."


Tanya David tertawa dan merasa aneh karena aku tidak memakinya untuk membalas.


Tidak ada ,karena setannya sekarang sedang ada di hadapanku.


Aku bergumam.


"Kau mengatakan sesuatu?"

__ADS_1


Tanya David yang ternyata samar samar mendengar aku bergumam.


"Ah tidak,aku tidak mengatakan apa pun mungkin itu hanya perasaanmu saja."


Jawabku coba meyakinkannya.


"Baiklah,aku mau mandi dulu menyegarkan diriku setelah itu siapkan hadiahmu karena aku tidak bisa bertoleransi lagi memberimu waktu."


"Apa kau sudah menyiapkan hadiahnya."


Tanya David menatapku.


"Hem,sudah..."


"Pergilah mandi aku akan menyiapkan hadiahmu dan kau bisa melihatnya sambil menikmati secangkir teh."


Jawabku.


"Wow...tidak ku sangka ternyata kau bisa bersikap manis juga,aku jadi curiga jika kau sudah menyusun sutu rencana untuk hal buruk?"


Prasangka buruk David.


"Berprasangka buruk itu tidak baik,dan itu akan memberimu efek negatif nanti."


Jawabku tersenyum dan mengedipkan satu mataku padanya.David pun tersenyum penasaran.


Kata David tersenyum dengan tatapan tajam.


"Sudah....pergi segarkan dirimu sekarang aku akan menyiapkan teh untukmu."


Kataku sebelum pergi untuk turun ke bawah membuatkan teh untuknya.Dengan penuh kecurigaan dan penasaran David pun masuk ke kamar mandi untuk menyegarkan diri.


Setelah beberapa menit aku pun kembali ke kamar dengan membawa secangkir teh lalu meletakkan nya di meja kerjanya.


"David...apa kau sudah selesai?"


Teriakku bertanya untuk memastikan berapa lama lagi dia akan keluar dari kamar mandi,agar aku bisa setel rencana ku untuk hadiahnya.


"Sebentar lagi..."


Teriak David yang masih bersantai berendam air sabun yang hangat.


Mendengar kata sebentar lagi aku pun bergegas untuk menjalankan rencana ku.segera ku ambil kotak hadiah yang ku simpan di lemari pakaian dan ku letakkan di atas meja kerjanya tepat di sebelah cangkir teh yang telah ku siapkan.


Saat meletakkan kotak hadiah ini aku pun tersenyum geli membayangkan bagaimana ekspresi wajah David nanti setelah membuka kotak hadiahnya.


Mengingat David yang mungkin sebentar lagi akan keluar dari kamar mandi,aku pun bergegas untuk segera turun untuk menghindari hal dahsyat yang bisa saja terjadi.

__ADS_1


"Tok ..tok...tok..."


Aku mengetuk pintu kamar mandi.


"Ada apa?"


"Masuk saja sini jika kau sudah tidak sabar memperlihatkan hadiahmu."


Teriak David dari dalam kamar mandi.


Apa?


Ciih...memang hadiah apa yang di pikirkan otak mesum si duda gila ini.


Kataku dalam hati mengernyitkan dahi ku.


"Tidak David.."


"Aku hanya ingin bilang kalau teh mu aku letakkan di meja kerja mu bersama dengan hadiahnya."


"Aku mau turun ke dapur membantu menyiapkan makan malam."


Kataku mulai menjalankan rencana.


"Hemm...baiklah."


Jawab David.Dan aku pun segera turun untuk menyiapkan makan malam.Namun selama di dapur aku sungguh tak sabar melihat ekspresi di wajah David saat turun setelah membuka kotak hadiah yang telah ku siapkan untuknya.


Dan tak lama Rima pun turun di susul oleh David.Sepintas ku lihat ekspresi wajah David biasa saja padahal aku ingin sekali melihat ekspresi penuh rasa marah dan takut terpancar di wajahnya setelah membuka kotak hadiah dari ku.Tapi tidak,dia malah bersikap tenang seolah dia tidak mengalami apa pun sebelum turun.Padahal isi kotak yang ku berikan sebagai hadiah itu adalah hal yg paling membuat David takut (seperti yang di infokan oleh Rima )Dan aku memang sengaja memberikan itu untuk memberikan pelajaran padanya yang suka menindas orang orang yang padahal mengucapkan terimakasih padanya.


Sepertinya kotak itu belum di buka oleh si duda sombong ini,atau ekspresinya ini adalah hanya sebuah sandiwara untuk membalas ku.


Pikirku bertanya tanya dalam hati melihat David yang sangat santai bersenda gurau di meja makan bersama Rima menunggu makanan di sajikan.


"David,apa kau sudah meminum tehnya?"


Tanyaku coba mencari tahu.


"Sudah..."


Jawab David singkat.


Lalu aku pun berniat menanyakan perihal kotak hadiah nya,namun tidak sempat karena ayah dan ibu mertua keburu datang untuk makan malam bersama.


Tak ingin di hujani banyak pertanyaan dan ledekan aku pun mengurungkan niatku.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2