Duda Sombong Pilihan Ayah

Duda Sombong Pilihan Ayah
Bab 73....


__ADS_3

Tak lama kemudian aku pun selesai mandi.Dengan mengendap endap aku mengintip dari balik pintu kamar mandi aku coba memastikan situasi aman dari ancaman yang akan berakhir di tempat tidur.


Mataku liar memandang setiap sudut kamar mencari david yang tak terlihat.


Hufff....syukurlah mungkin dia sedang turun ke dapur.


Pikirku dalam hati.


Dengan hanya mengenakan handuk aku pun bergegas keluar dari kamar mandi untuk mengambil pakaian yang telah ku pilih dan membawa nya kembali ke kamar mandi untuk ganti.Ku pikir itu lebih baik untuk jaga jaga takut karena David bisa muncul kapan saja.Dan bisa jadi pada saat aku mengganti baju ku,bisa bisa acara makan siang di luar jadi batal.


Selesai mengganti pakaian ku aku pun langsung keluar dari kamar mandi untuk merias diri dan memakai hijabku.Namun belum ada beberapa menit aku duduk di depan meja rias untuk mulai make up David pun tiba tiba muncul.


"Sudah lewat dari dua puluh menit."


Kata David yang masuk dari pintu yang menuju balkon kamar.


"Hallo tuan duda,kau kemana saja?"


"Bahkan aku sudah selesai mandi sebelum dua


puluh menit yang kau tentukan.Sampai aku mengganti pakaian ku kau baru muncul."


Jelasku membela diri.


"Wah...sayang sekali aku tidak melihatnya padahal aku ada di balkon kamar."


"Hehe..."


Kata David menggodaku.


Huuuuh.....


Dasar duda mesum.


Ejek ku dalam hati.


"Sudah tidak perlu dandan berlebihan,akan akam tetap terlihat cantik meskipun tanpa make up."


Kata David yang sepertinya memujiku tapi ternyata.....


"Ya....selama kau berjalan nya di sampingku."


Sambung David menunjuk kan kesombongannya.


"Jangan terlalu percaya diri...."


"Aku rasa kalimat mu itu terbalik."


Kataku kesal karena ternyata secara tidak langsung David hanyalah memuji dirinya sendiri.


"Apa maksudmu?"


Tanya David.


"Bukan apa apa..."


"Ayo kita pergi..."


Jawabku sambil menyelesaikan riasan dengan memakai lipstik merah merona sebagai riasan terakhir.


"Kau sudah selesai?"

__ADS_1


Tanya David menatapku dengan tajam seolah akan memberikan komentar.


"Sudah,yuk pergi..."


Ajaku mengambil tas.


"Dengan bibir menor seperti itu?"


Tanya David mengkritik ku.


"Ini bukan menor,ini warna merah..."


"Lagian apa yang salah dengan bibir ku,toh ini cocok cocok saja dengan warna baju ku."


Jawabku kembali bercermin.


"Hapus...."


Perintah David.


"Kenapa?"


"Apa warna merah mengganggu mu?"


Tanyaku masih tetap mempertahankan lipstik merah di bibirku.


"Bukan aku,tapi aku tidak ingin klien ku gagal fokus hanya memperhatikan bibir mu yang menor itu saat meeting."


Jelas David dengan alasan yang tidak masuk akal.


"Itu hanya pendapatmu saja yang berlebihan."


"Aku tidak akan menghapusnya karena lipstik merah ini cocok dengan dress ku yang hitam ini."


"Hapus sekarang atau aku yang akan menghapusnya dengan ******* bibirmu."


Perintaj David kembali sekaligus memberi ultimatum.


Dasar duda mesum...


Selalu saja memanfaatkan situasi untuk kepentingannya.


Kataku menggerutu dalam hati.


Dengan kesal tanpa berkata apa pun aku langsung menghapus lisptik ku dan menggantinya dengan warna soft.


"Nah....begitu juga terlihat lebih cantik."


Puji David menyenangkan hatiku padahal lipstik yang ku ganti sama sekali tidak cocok dengan warna baju yang ku pakai.


"Ayo kita pergi..."


Ajak David menggandeng tangan ku dan kami pun keluar kamar.


Aku masih saja diam meskipun sudah berada di dalam mobil.


"Jangan cemberut seperti itu,kau terlihat semakin jelek."


Kata David meledek ku yang sepanjang perjalanan hanya terdiam.


"Bukan wajahku yang cemberut yang membuat aku jelek tapi lipstik pilihan mu yang membuat aku jelek."

__ADS_1


Jawabku kesal.


"Kau masih saja membahas soal lipstik?"


Tanya David jadi kesal karena menurutnya aku membesar besarkan hal spele.


"Tentu saja,karena ini untuk pertama kalinya dalam hidup ku aku memakai lipstik yang tidak macing dengan baju yang ku pakai."


jawabku masih kesal.


"Tidak usah berlebihan...."


"Kan sudah ku katakan tanpa lipstik merah merona mu itu,jika kau berada di sampingku itu akan tetap terlihat cantik meskipun tanpa lisptik."


"Kau bisa buktikan ucapan ku ini saat kau bertemu para klien ku nanti."


Jelas David kembali.


Dan tak lama kemudian kami pun tiba di restaurant tempat meeting di jadwalkan.


Begitu turun dari mobil David langsung mengulurkan tangannya dan memintaku menngandengnya.Dan aku pun menuruti nya tanpa banyak komentar,kami pun langsung memasuki restaurant menuju ruang VIP yang telah di booking untuk meeting.


Tampak beberapa staff dari kantor David dan para klien termasuk Arga sudah hadir dalam ruangan meeting tersebut.


Kami langsung di sambut hangat oleh sekretaris David yang miminta izin untuk membawakan tas ku.


"Silahkan masuk bapak dan ibu para peserta meeting sudah menunggu."


"Permisi ibu biar saya bawakan tas anda."


Sambut sekretaris David yang memang selalu siaga untuk setiap aktifitas pekerjaan David.


"Terimakasih...."


Balasku dengan senyuman ramah yang sangat berbeda dengan David yang hanya mengucapkan kata "Hem.."


Sepanjang jalan menuju tempat duduk yang telah di siapkan untuk kami aku pun mulai paham kenapa David keberatan aku berdandan begitu mencolok.Mungkin keberadaan Arga alasannya.


OOO....makanya si duda ini keberatan aku memakai lipstik merah merona,karena akan membuat aku terlihat sangat cantik ,dan dia mungkin takut Arga hanya akan menatapku dengan kata lain dia cemburu.Hiks....


Pikirku dalam hati dengan begitu percaya diri.


Dan seperti sebuah kebetulan tanpa kesengajaan aku duduk di antara David yang ada di sebelah kanan ku di kursi pemimpin meeting dan Arga yang ada di sebelah kiri ku sebagai klien yang menghadiri meeting.


wajah David terlihat begitu serius dan aku yakin itu bukan karena pekerjaan saja tapi juga keberadaan arga dan posisi duduk Arga.Di tambah lagi senyuman ramah dari Arga yang mempersilahkan ku duduk dan kata kata pujian nya yang mengatakan aku cantik sebelum yang juga di dengar oleh David.


Aku pun tak ingin menyia nyiakan keadaan ini untuk menyulut api cemburu di hati David.


Hemmm....


Kali ini aku harus berhasil membuat David cemburu dan akhirnya dia mengakui cintanya padaku.


Tapi sebelum itu aku harus mendekatkan diri terlebih dahulu dengan Arga.


Ikh....menjijik kan sekali kedengarannya tapi aku memang harus melibatkan Arga dalam rencana ku ini.Semoga Arga bisa membantuku.


Pikirku dalam hati menyusun sebuah rencana dan berharap kali ini akan berhasil.


"Hehe....tuan duda siap siap mengakui cintamu padaku"


Sambungku lagi dalam hati tak sabar melihat kecemburuan di wajah Arga yang sebenarnya sudah mulai terlihat samar samar di balik wajah yang cool tapi menyembunyikan kegelisahan.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2