Duda Sombong Pilihan Ayah

Duda Sombong Pilihan Ayah
Bab 56...


__ADS_3

Melihat ayah dan ibu mertua berdiri di depan tangga di ikuti oleh Rima,aku jadi merasa seperti putri cinderlela yang sedang berjalan menuruni anak tangga kerajaan yang akan di sambut oleh raja ratu dan putri kecilnya.Hiks.....


"Wow....ibu Nai,kau terlihat seperti putri sebuah kerajaan.Cantik sekali..."


Kata Rima memuji ku.


"Benarkah...?"


Kataku tersenyum sumringah merasa tersanjung dengan pujian Rima dambil mencubit gemas kedua pipinya.


"Iya itu benar sayang kau terlihat cantik sekali,David pasti dengan sangat bangga memperkenalkan mu sebagai istrinya kepada rekan bisnisnya."


Tambah ibu mertua memberi kan pujian yang membuat aku serasa ingin terbang sambil mencium keningku dengan penuh kasih sayang.


"Terimakasih ibu mertua..."


Kataku memeluknya karena dia termasuk orang yang mendukung agar aku dan David bisa menjalin hubungan layaknya pasangan suami istri yang normal.


"Pergilah nak bersenang senang,david sudah menunggu mu di luar."


Sambung ayah mertua mengusap kepalaku layaknya putri kesayangannya.


"Baiklah ayah..."


Kataku.


"Selamat berkencan ibu nai...."


Kata Rima menyemangatiku.


"Haha...."


"Apa kau yakin tidak ingin ikut?"


Tanyaku.


"Tidak ibu nai,aku di rumah saja menemani kakek dan nenek karena acara orang dewasa pasti sangat membosankan."


Jawab Rima dengan gaya begitu menggemaskan.


"Baiklah,ayah dan ibu mertua dan Rima sayang aku pergi dulu."


Pamitku pada mereka dan keluar menyusul david.


"Ada dimana si duda sombong ini?"


"Mobil juga belum menyala?"


Aku bertanya tanya mencari David yang tak terlihat di sekitar pekarangan rumah.Ku lihat mobil juga tidak menyala.


Tak lama kemudian tampak David sedang berada di tepi jalan dan sepertinya ingin menyebrang.


Dari mana dia?


Kenapa hendak menyebrang pasar dari depan rumah ayah dan ibu?"


Tanyaku dalam hati bingung.


Aku pun coba berjalan ke depan pekarangan.


"Kau sudah siap?"


Tanya David menghampiriku setelah menyebrang jalan.


"Aku sudah sejak tadi di sini mencarimu."


"Kau darimana saja?"


Jawabku dan bertanya balik sambil menatap David tajam penuh kecurigaan.

__ADS_1


"Tidak dari mana mana"


"Hanya pergi untuk memastikan apakah semua persiapan untuk pertemuan sudah sempurna atau belum."


Jawab David.


"Memang nya di mana?"


Tanyaku semakin bingung.


"Di rumah ayah dan ibu mu."


Jawab david.


"Apa kau sudah gila?"


Tanyaku terkejut.


"Kenapa?"


Tanya david kembali dengan santai.


"Kau tahu kan siapa yang akan hadir di pertemuan ini?"


"Dan juga tau bagaimana tidak suka nya kedua orangtua ku dengan Arga setelah apa yang terjadi.?"


Kataku coba menjelaskan agar pertemuan ku dengan Arga ini jangan melibatkan ayah dan ibu ku.Karena aku tidak ingin membuka kembali luka lama di jati orang tuaku atas pernikahan ku yang di batalkan oleh Arga begitu saja.Karena itu pasti akan sangat menyakiti hati mereka kembali.


"Sudah .....kau tenang saja."


"Aku sudah mengatur semuanya,dan aku janji a ku pastikan kalau ayah ibu mu akan baik baik saja setelah pertemuan ini."


"Apa kau tidak ingat aku ingin Arga tidak minta maaf hanya denganmu saja,tapi juga dengan ayah dan ibu mu.Oleh sebab itu aku membuat pertemuan ini di rumah ayah dan ibu mu saja agar tidak menjadi tontonan orang ramai jika terjadi suatu drama nantinya."


Jelas David coba meyakinkan ku.


"Apa kau yakin?"


"Hem..."


"Percayalah padaku."


Jawab David yang berusaha membuatku nyaman.


"Baiklah ayo kita pergi."


Kataku sambil mengangkat sedikit gaun ku yang menjuntai panjang hingga menyapu jalan.


"Berikan tas mu...!"


Pinta David.


"Kenapa?"


"Bukankah kau telah membelikan tas ini untuk ku?"


"Lalu kenapa meminta nya kembali?"


"Padahal aku sudah sangat menyukainya."


Kataku.


"Benarkah kau sangat menyukainya?"


"Tapi aku merasa kau tidak menyukainya."


Kata David.


"Tentu aku sangat menyukai nya jika tidak kenapa aku terus memakainya."

__ADS_1


Jawabku.


"Benarkah?"


"Tapi sepertinya kau lupa mengatakan sesuatu jika kau suka dengan pemberianku "


Kata David lagi lagi mencoba triknya tanpa aku sadar.


"Tadi nya aku ingin mengatakannya saat aku menemui mu di sini sebelum kita pergi."


"Tapi untuk apa lagi ku katakan jika kau sudah memintanya kembali."


" Nah...Ambillah...."


Kataku kesal sambil menjulurkan tangan ku memberikan tas yang di minta David.


"Haha...."


"Dasar wanita bodoh...."


"Untuk apa aku meminta kembali tas ini darimu."


David tertawa melihat aku kesal.


"Lalu?"


Tanyaku bingung menatap David.


"Aku hanya ingin membantu mu,karena ku lihat kau sangat repot sekali dengan gaun dan tas ini belum lagi haigheels mu."


Jawab David.


"Gleek .."


Aku langsung menelan ludah karena kagum dengan perhatian david padaku.


Andai saja aku tidak berencana ingin mencari kepastian tentang perasaan david padaku,aku tidak akan mau menemui Arga hanya untuk memafkannya,karena perhatian david padaku perlahan telah berhasil menyingkirkan Arga Dari hati ku.Tapi apalah daya agar rencanaku berhasil aku harus melibatkan Arga dalam sanidwara ini.


Merasa perhatian David luar biasa,tanpa berpikir panjang aku langsung memberi ucapak terimakasih untuk David lewat satu kecupan manis yang mendarat di pipinya dalam waktu yang cukup lama.


"emmmmmmuaccch....."


"Terimkasih untuk semua yang kau lakukan."


Bissiku begitu dekat di telinga David.


Spontan david langsung terdiam tak bergerak dengan pandangan kosong.Namun bukan David namanya juka dia tidak mampu menyembunyikan rasa senangnya di balik wajahnya yang cool dan pembawaan yang dingin.


"Hem..."


Kata david langsung memegang pipi yang ku cium dan ku lihat dia tak kuasa menahan senyum lalu memalingkan wajahnya dari ku.


Ya ampun Naima....


Berani nya kau....


Bagaimana jika david marah dan menghina mu?


Kataku mengutuk diriku sendiri.


Dalam beberapa saat kami sama sama terdiam dalam posisi berdiri hendak menyebrang jalan.Dan aku yang baru menyadari keberanianku setelah mencium David akhirnya aku kikuk sendiri.


Dan tak lama kemudian David mengulurkan tangannya di hadapanku.Tanpa bersuara aku menatap david penuh tanda tanya.


"Pegang tanganku selama kita menyebrang jalan,aku tidak ingin menjadi dokter mu lagi karena harus merawat passien bawel seperti mu jika kau terjatuh dan kaki mu cedera lagi karena haigheels kegemaran mu itu."


Kata David dengan ekspresi wajah yang kembali datar,namun tetap mengulurkan tangan naya di hadapan ku untuk ku sambut agar aku menggandeng tangannya saat berjalan untuk menyebrang.


Entah itu modus atau memang dia benar benar care padaku,aku tidak peduli.Yang aku peduli adalah cara david yang begitu manis saat ingin menjaga dan melindungi ku meskipun dengan wajah yang datar dan sikap yamg dingin.

__ADS_1


Dengan mantap aku menyambut tangan David dan tanpa ragu memegangnya begitu erat.Kami mulai melangkah berjalan menyebrangi jalan dengan bergandengan tangan.Tanpa kami sadar moment romantis telah terjadi dalam hubungan kami yang aneh ini.


Bersambung.....


__ADS_2