
Akhirnya,kaki ku sudah sembuh dan aku sudah bebas dapat berjalan seperti biasa tanpa harus menggunakan tongkat lagi sebagai alat yang membantuku untuk berjalan.
Kulihat jam, masih ada waktu dua jam lagi sebelum David pulang dari kantor yang biasanya bersamaan dengan Rima pulang dari tempat less.Selama kaki ku cedera David yang mengambil alih tangggung jawab untuk antar jemput Rima di tempat less nya.
Aku merasa bosan sendirian di kamar.Ku lihat sekeliling kamar terlihat sudah berantakan dan perlu dirapihkan.Aku pun berinisiatif untuk membersihkan kamar dan coba merubah tatanan agar merasakan susana yang baru untuk menghilangkan rasa jenuhku.Dan aku pun mulai mengerjakannya,di awali dari memilih beberapa barang barang yang masih ingin di pakai atau di letakkan di kamar dan mana yang tidak.Baru separuh jalan aku mengerjakan pekerjaan beres beres kamar, sejenak aku berhenti saat membersihkan sudut kamar tempat letaknya rak sepatu sepatu ku.Tiba tiba rasa rinduku memakai high heels muncul.Aku termasuk salah satu wanita pecinta high heels.Bahkan tidak hanya rasa rindu yang kali ini muncul bahkan naluri ingin memakainya pun juga muncul,meskipun sepintas suara David seperti terngiang di telingaku dengan perintahnya yang melarangku agar jangan lagi coba coba menggunakan high heels,namun naluri ingin mencoba ku sangat kuat sekali dan tanpa menghiraukan larangan David aku pun mencobanya.
Aku merasa lebih percaya diri untuk berjalan setelah memakai high heels,terlebih lebih saat aku berdiri di depan kaca dengan pantulan bayangan cermin yang tampak full menangkap seluruh tubuhku mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki ku,aku merasa menjadi wanita yang begitu cantik.Coba berbalik ke arah kanan dan berbalik ke arah kiri,kemudian aku pun coba melangkahkan kaki untuk berjalan dengan high heels ku layak nya seorang model yang bejalan di atas catwalk tanpa aku sadar tali sandal high heelsku tidak ku pasang dengan benar dan itu sangat bahaya untukku.
Akan tetapi keadaan yang membahayakan itu segera di atasi oleh kedatangan David yang ternyata sejak tadi sudah memperhatikan ku bergaya dan berjalan tanpa aku ketahui.Begitu dia merasa bahwa itu tidak aman untukku dia pun dalam senyap berjalan menghampiriku kemudian memegang kedua bahuku tepat di belakangku lalu mendudukkan ku di atas pangkuannya.
Sungguh aku sangat terkejut dengan perlakuan itu.
"Hei ..kau mau apa?"
Tanyaku terkejut dengan perlakuan David tapi t tubuhku tetap nurut dengan duduk di atas pangkuannya.Tanpa berbicara mengatakan satu kata pun David langsung menundukkan kepalanya ke arah kaki ku dan mengancingkan tali high heels ku dengan benar.
"Pakai high heels mu dengan benar jika kau tidak ingin di suruh duduk diam di atas tempat tidur selama dua Minggu."
Kata David mengingatkan ku setelah mengancingkan tali high heels ku.
Tapi aku,bukan nya mengucapkan terimakasih malah diam terperangah melihat perhatian dan perlakuan David bahkan aku malah merasa nyaman duduk di atas pangkuannya.
"Kenapa malah diam saja?"
"Berdirilah...!"
"Apa kau pikir kau tidak berat"
Kata David meledekku.
"Aku kan tidak minta kau memangku ku?"
"Kau sendiri yang datang datang menduduk kan ku di atas pangkuan mu."
Kataku tak mau kalah.
"Iya itu memang benar,karena jika aku tidak membuatmu duduk di atas pangkuanku bagaimana aku bisa memperbaiki tali high heels mu itu ...!"
Jawab David seketika berubah ketus.
"huff...dasar duda menyebalkan."
Aku menggerutu dan bangkit dari pangkuan David.
"Apa kata mu?"
Tanya David yang ternyata samar samar mendengar grutuanku.
"Haah...!"
__ADS_1
"Ehm...maksudku kenapa kau sudah pulang?'
Jawabku mengalihkan pembicaraan dan membuat pertanyaan.
"Malam ini aku ada janji pertemuan dengan Arga."
Jawab David.
"Lalu bagaimana Rima?"
Tanyaku.
"Rima satu jam lagi baru selesai jam les nya.Cepat lah kau bersiap kita akan keluar sore ini sebelum bertemu Arga sekalian menjemput Rima."
Perintah David padaku.
"Tapi...kenapa aku harus ikut dalam pertemuan mu dengan Arga?"
Tanyaku.
"Kau lupa bukan kah kau yang akan memberi keputusan untuk kesepakatan bisnis ku dengan Arga."
Jawab David mengingatkan ku.
Huff....ya Tuhan,kenapa harus malam ini sih aku harus bertemu Arga.Sumpah males banget aku.
"Harus malam ini?"
"Tidak bisa kah di tunda besok saja atau Minggu depan?"
"Kau lihat kan kamar ini berantakan sekali dan aku sedang merapihkan nya."
Kataku coba memberi alasan agar dapat menghindari pertemuan dengan Arga,setidaknya untuk malam ini.
"Kau tidak perlu repot repot seperti wanita kurang kerjaan untuk merapihkan kamar ini,ada si mba yang akan meneruskan pekerjaan mu yang berantakan ini."
"Pertemuan ini tidak bisa di tunda lagi,semakin cepat semakin baik."
"Cepatlah bersiap aku menunggu mu di bawah."
Jelas David menolak semua alasanku,bahkan sebelum dia keluar kamar sempat sempat nya dia menghina jerih payahku yang tengah membereskan kamar kami.
Dasar duda gila,seenaknya saja kalau bicara.
Dia pikir enggak capek apa mengerjakan ini semua.
Protesku dalam hati dan pergi ke kamar mandi untuk mengganti pakaian ku.
Tak butuh waktu terlalu lama buatku untuk bersiap dengan pakaian casual,setelah selesai aku pun bergegas turun untuk menemui David yang sudah menunggu ku di dalam mobil.
__ADS_1
"Kenapa lama sekali?"
Tanya David menyambutku begitu aku masuk ke dalam mobil.
Ya ampun....sudah secepat ini masih di bilang lama sekali?
Dasar duda gila....bilang saja kau tidak bisa lama lama jauh dari ku.Hiks.....
Komentarku dalam hati.
"Hei...tuan,tidak bisakah kau bersabar sedikit saat menunggu seorang wanita?"
Tanyaku kesal.
"Tidak...."
"Jalan pak...!"
Jawab David dan memerintahkan pak supir menyalakan mobil.Tak lama mobil baru melaju lagi lagi David memberikan komentar pada apa yang ku pakai.Terkadang aku bingung apakah komentarnya adalah bentuk perhatian nya atau memang itu menunjukkan dia adalah pria ya g cerewet.Hem...entahlah.
"Kenapa kau menggunakan sepatu sports seperti ini?"
"Dimana semua high heels mu yang sangat kau minati itu hingga membuatmu cedera?"
David mulai mengkeritik tentang apa yang kupakai.
"Kau tidak lihat aku memakai pakaian apa?"
Jawabku ketus.
"Kenapa?"
Tanya David santai sambil bermain ponsel,yang sebenarnya tidak serius dengan pertanyaannya.
"Memangnya cocok jika pakaianku yang seperti ini lalu alas kaki nya menggunakan high heels?"
Tanyaku kesal.
"Kenapa tidak cocok?"
"Aku rasa cocok cocok saja selama itu kau yang pakai."
Jawab David begitu gamblangnya.Yang membuat aku bingung apakah dia memberikan pujian untuk ku yang secara tidak langsung ingin mengatakan jika aku cocok mengenakan apa pun.Atau malah sebaliknya perkataanya hanyalah sebuah hinaan.
"Glleek..."
Aku langsung terdiam dan memalingkan wajahku dari David tak kuasa menahan senyumku meskipun aku belum yakin dia memujiku atau menghinaku.
Bersambung.....
__ADS_1