
Tak lama setelah aku selesai membaca kaji ku,David pun kembali dari mesjid.
"Assalamualaikum istri solehaku...."
Sapa David saat aku melipat mukena ku.
Haah ....
Gak salah...
Kataku dalam hati yang merasa aneh.
"Tumben..."
Kataku bukannya menjawab salam David,tapi malah mengkritiknya.
"Kalau ada yang mengucapkan salam itu di jawab bukan di kritiik."
Protes David kesal.
"Bukan gak mau jawab,tapi terkejut saja kenapa mendadak kau jadi pria yang manis."
Kritik ku lagi.
"Tidak bisakah kau menjawab salam ku terlebih dahulu sebelum memberikan kritikan wahai wanita penceramah."
Kata David kesal sambil mengganti pakaian nya.
"Waalaikumsalam suamiku yang soleh...."
"Senang...."
Kataku menjawab salam dan sapa David setelah berdebat.
"Hemmm...."
Kata David mulai membuka laptop untuk memeriksa email yang masuk dan seraya menahan senyum yang ingin keluar dari bibirnya.
Dasar duda sombong....mau senyum saja gengsi..
Maki ku dalam hati saat ku lihat senyum yang tertahan di wajah David.
"David...."
"Bisa kau pindah sofa?"
Perintahku berdiri di samping tempat tidur dan membuka lipatan sprei yang ingin ku pasang.
"Kenapa?"
"Apa di tempat tidur kau merasa tidak nyaman hingga harus minta mencoba di sofa?"
Kata David yang melenceng dari apa yang ku maksud.
"Apa maksudmu?"
"Aku meminta mu pindah karena aku ingin mengganti sprei?"
"Jangan mesum ini masih pagi."
Jelasku mulai memasang sarung bantal.
"Haha....."
"Lalu kenapa jika masih pagi?"
"Selagi masih halal itu sah sah saja...."
__ADS_1
Jawab David terus saja melenceng meskipun fokus dengan pekerjaannya.
"Huff....."
Aku menarik nafas panjang dam coba mencari ide bagaimana caranya agar David mau pindah ke sofa tanpa harus berdebat olehku.
"David,suami ku yang soleh...."
"Tolong pindah ke sofa biar sprei nya di pasang...."
Pinta ku begitu lembut seolah membujuk.
"Nah...coba dari tadi nyuruhnya seperti itu kan bagus..."
"Aku langsung pindah tanpa berfikir negatif."
Kata David membawa laptopnya dan pindah ke sofa.
"Haah...?"
"Memang apa yang kau fikirkan saat aku memintamu pindah ke sofa?"
Tanyaku sambil memasang sprei.
"Sudah tidak usah di fikirkan,cepat selesaikan pasang sprei nya ,aku ingin rebahan setelah selesai memeriksa email email ini."
Jawab David yang enggan memberitahu pikirannya yang menyimpang itu.
"Apa kau ingin tidur lagi?"
Tanyaku heran kenapa hari ini David menjadi pria yang suka bermalas malasan.Berbeda dari biasanya yang setiap pagi selesai sholat meskipun sambil berdebat dia langsung fokus dengan pekerjaan nya hingga waktu nya untuk sarapan sebelum berangkat ke kantor.Dan pagi ini saat dia mengatakan dia ingin rebahan sepagi ini,aku pun jadi heran dan bertanya tanya apakah dia terlalu lelah karena pertempuran tadi malam?.Hiks....
"Kenapa?"
"Kau ingin ikut dan kita ulangi lagi?"
Tanya David tersenyum sinis seolah mengingatkan kejadian tadi malam.
Gerutuku
"Kau mengatakan sesuatu...?"
Tanya David yang ternyata samar mendengar grutuanku.
"Haah....?"
"Aku...?"
"Tidak ada...?"
Jawabku mengelak.
"Sudah katakan saja,jika kau ingin mengulangnya,tidak usah malu lagi,bukan kah kau yang mengatakan itu adalah hak mu?"
"Hehe ...."
Kata David mengingatkan ku kembali dialog tadi malam.
"Halo Tuan duda...."
"Berhentilah berpikiran mesum,masih banyak pekerjaan yang harus ku lakukan dari pada bermalas malasan dengan rebahan bersama mu di pagi ini."
Kata ku mengingatkan bahwa si mba tidak ada di rumah jadi semua pekerjaan harus ku selesaikan sendiri termasuk menyiapkan sarapan untuk David.
Dan akhirnya selesai ngomel nya,selesai juga pasang spreinya.Aku pun bergegas untuk segera turun ke dapur menyiapkan sarapan untuk David.Namun lagi lagi aku kena jebakan saat hendak mengambil nampan yang berisi gelas dan teko yang berisi air putih yang biasa ku siapkan setiap malam sebelum tidur,dan nampan itu terletak di meja dekat sofa.Dengan sengaja David menselonjorkan kaki nya saat aku berjalan hendak mengambil nampan itu,namun sayang sebelum aku mengambil nampan itu aku keburu jatuh duluan ke pangkuan David karena tersandung oleh kakinya.
"Bbrraaak..."
__ADS_1
Aku terjatuh tepat di pangkuan David.
Oouuch....sial...
Kataku dalam hati karena sudah ku bayangkan apa akibatnya dari kecelakaan ini meskipun itu dengan unsur kesengajaan yang di lakukan David.
"Maaf ..maaf...."
Kataku tidak sadar kata maaf akan membuat aku semakin terjebak.
"Ouccch....siap...!"
Kata ku semakin kesal dan aku pun bergegas untuk segera berdiri,namun David lebih dulu menahan ku dengan cengkraman yang sangat kuat di tangan ku.Matanya menatapku begitu tajam seperti singa lapar yang ingin menerkam mangsa.
"David lepaskan tangan ku..."
"Lihat lah hari semakin terang aku banyak pekerjaan di dapur."
Kataku sambil coba melepaskan cengkraman tangan David.
Namun David hanya tersenyum sinis dan kembali menarik ku hingga aku kembali terjatuh di pangkuannya.
"Kenapa sangat pusing memikirkan pekerjaan di dapur,biarkan saja abaikan itu.Lagi pula kau ini istriku bukan pembantu ku jangan jadikan pekerjaan di dapur sabagai alasan untuk menghindari hukuman dari kata maaf mu."
"Lagi pula kau yang memulai adegan ini,jadi ayo segera kita selesaikan."
Tanya David mulai melingkarkan kedua tangan nya di sekeliling tubuhku dan mendekap ku begitu erat hingga aku terasa sesak bernafas.
"David...apa kau tidak lapar?"
Tanya ku coba mengalihkan pembicaraan.
"Lapar......"
"Dan sangat lapar..."
"Jadi bersiap lah kau untuk menjadi makananku."
Jawab David berbisik terdengar begitu mengancam hingga akhirnya dia menggigit daun telingaku dengan lembut yang membuat aku mulai menggeliat karena geli.
"David..."
"Tidak bisakah hadiah dari kata maaf ku kau minta nanti setelah pekerjaanku selesai."
Tanyaku yang masih berusaha melepaskan diri meskipun sulit.
"Tidak...!!
Jawab David begitu nakal seperti anak kecil yang tidak bisa di bujuk saat menginginkan sesuatu.
"David tolong jangan sekarang..."
"Ku mohon..."
Kataku memohon sambil menggeliat menahan geli karena bibir David mulai mencium leherku.
"Jangan bermohon padaku,tapi bermohonlah pada juniorku yang sudah mulai mengeras."
"Inilah akibat nya jika kau berani meminta hak mu padaku dan menuntut kewajiban ku padamu."
"Jangan coba coba lari atau aku tidak akan memberi ampun....!
Ancaman David yang semakin membabi buta menyerang ku.
"David......"
Panggilku mendesah tak berdaya dan aaaaa.......
__ADS_1
kami pun melakukan nya lagi dan lagi di pagi setelah fajar di sofa yang dulu pernah berubah fungsi menjadi tempat tidur ku waktu dulu di malam yang harusnya menjadi malam pertama kami namun David enggan berbagi tempat tidur denganku.Dan dengan rambutku yang masih basah karena baru selesai keramas saat mandi sebelum subuh tadi.
Bersambung.....