
Rasa tak sabar dan penasaran akan isi remasan kertas yang ku kutip dari tempat sampah tadi begitu mendesak ku.Hingga aku tak menghiraukan David yang sejak tadi bertanya "Ada apa?".
Mataku langsung terbelalak melihat isi di kertas kusut itu yang coba ku rapihkan dengan membentangkannya di atas pangkuanku.Ternyata dalam kertas yang sudah kumal itu Rima menggambar susuatu yang mengingatkan ku sepertinya aku sudah melihat gambar ini sebelumnya,yaitu gambar keluarga bahagia di mana ada seorang ayah yang menuntun anak perempuannya dan seorang ibu berkerudung sedang menggendong bayi dan seolah dalam gambar itu mereka berjalan bersama dengan goresan gambar khas karya anak dari kelas Taman kanal kanal.
Rima tidak hanya membuat gambar di kertas Kumal itu,namun dia juga menuliskan sebuah pesan yang membuat air mataku tanpa sadar menetes.
Isi dari tulisan Rima :
Dear Ayah dan Ibu Nai....
Setelah kalian membaca pesan ku ini,ku mohon lakukan lah sesuatu agar aku bisa kembali kepada kalian tanpa harus membuat ayah dan semua usaha bisnisnya merugi..
Sungguh aku sangat merindukan kalian,bahkan waktu terasa berjalan begitu lama semenjak aku tinggal tidak bersama kalian.Maafkan aku terpaksa tidak bertegur sapa kepada kalian demi menjaga perasaan ibu Sahira.
Apa kalian tahu...?
Sebenarnya ini sulit bagiku,harus menahan diri mengabaikan kalian di depan ibu Sahira.Aku sudah tidak sabar ingin sekali memeluk kalian berdua.Tapi aku juga tidak ingin membuat bisnis ayah hancur dan mengalami kerugian hanya karena ayah harus menuruti permintaan ibu Sahira.
Ibu Nai,bagiku kau adalah ibu yang luar biasa,kumohon segera temukan cara agar aku bisa kembali kepada kalian,namun ayah juga tidak mengalami kerugian.Karena aku akan merasa bersalah jika ayah bersedia kehilangan sebagian bisnisnya demi diriku yang akan menyebabkan sebagian banyak orang akan mengalami dampak yang merugikan akibat hal ini.
Ibu Nai,aku sudah tahu kelicikan dari ibu Sahira di balik rencana dan permintaannya kepada ayah,namun aku tidak punya sesuatu untuk membuktikannya.Jika ibu Nai bisa besok pagi latakkan ponsel yang dapat membantuku merekam semua rencana ibu Sahira yang dapat di jadikan bukti.Dan letakkan lah di tempat Ibu mendapat surat ini dariku.
Aku sayang kalian,peluk cium dariku untuk kalian
Emmmuach....
Jiwaku semakin meronta tak terarah setelah membaca pesan dari kertas Kumal itu.Bahkan aku tidak dapat membayangkan bagaimana sedihnya Rima menjalankan hari hari bersama Sahira tanpa ada kami.Air mataku bercucuran membasahi pipi yang seketika membuat David semakin bingung karena sejak tadi dia menanyai diriku dan aku hanya terdiam fokus membaca tulisan Rima yang penuh pesan kerinduan.
Sambil menghapus air mataku aku memberikan kertas Kumal itu pada David.
"Ini...."
__ADS_1
"Bacalah...."
Kataku sambil memberikan secarik kertas berisi pesan yang menyentuh hati.
Seketika David pun menghentikan mobil.dan membacanya.
"David ini untuk pertama kalinya aku ingin meminta sesuatu padamu."
"Aku tidak peduli seberapa banyak kerugian yang akan kita alami aku hanya ingin Rima kembali kepada kita."
Kataku memohon kepada David tanpa memperdulikan apa yang harus ku korbankan untuk permintaan Sahira jika aku ingin Rima Kembali kepada kami.
"Tenanglah Naima,jangan gegabah dalam memutuskan sesuatu."
Kata David sambil melipat kertas Kumal itu dengan rapih dan memasuk kan ke saku kemejanya.
"Bagaimana bisa tenang...."
"Lalu bagaimana aku bisa tenang...."
Spontan emosi ku tersulut.
"Ayo turun lah..."
Ajak David begitu tenangnya dan membuat aku semakin geram melihat sikap tenangnya.
"David jangan terlalu santai...."
"Sekarang juga ayo kita jemput Rima di rumah Sahira..."
Kataku semakin panik.
__ADS_1
"Ayo turun lah dulu,kau akan tahu apa yang di maksud Rima dalam tulisan pesannya."
Ajak David sambil membuka kan pintu mobil untuk ku.Aku pun bergegas turun dan baru menyadari ternyata kami sudah berada di panti asuhan yayasan milik David yang sudah lama tidak ku kunjungi.
"Kenapa dia membawaku ke sini?Apa sebenarnya yang ingin dia tunjuk kan kepadaku?Apa ini ada kaitannya dengan Rima?"
Aku bertanya tanya dalam hati.
Bersambung.....
**********
Hallo semua pembaca setia DUDA SOMBONG PILIHAN AYAH....ποΈποΈποΈποΈ
Terimakasih buat kalian yang masih setia terus mengikuti alur cerita ini.Aku mohon maaf banget karena akhir akhir ini tidak pernah upload episode terbaru tiap harinya.Aku sadar kalian pasti kecewa.
Untuk itu aku mohon maaf sekali.Karena beberapa bulan terakhir ini aku sedang ada sesuatu pekerjaan yang tidak bisa di tinggal dan harus fokus ke situπππ
Tapi Alhamdulillah semua pekerjaan itu sudah selesai dan insya Allah aku janji mulai besok setiap hari akan ada episode baru di Duda sombong pilihan ayah....
Mohon doanya agar aku selalu sehat dan baik baik saja agar bisa terus lanjut menulis karya ku ini.
terimakasih untuk like nya,coment nya bahkan ada yang chat langsung ke aku
terimakasih banyakππππ
like dan koment kalian adalah penyemangat ku untuk segera sembuh dan tetap sehat
agar terus bisa melanjutkan cerita DUDA SOMBONG PILIHAN AYAH....
LOVE YOU ALLπππ
__ADS_1
TUNGGU EPISODE TERBARUNYA BESOK YAποΈποΈποΈ