
Setelah aku menerima permintaan maaf Arga dan memaafkannya,akhirnya kesepakatan bisnis yang telah di rancang sebelumnya pun sepakat di teruskan.Seperti janji David pada Arga, setelah aku memaafkannya begitu juga ayah dan ibu maka David pun akan langsung menandatangani perjanjian kerjasama yang telah di siapkan oleh kedua belah pihak.
Melihat rasa tidak nyaman mulai tampak di wajah David saat menandatangani perjanjian kerjasama,aku pun mulai memainkan rencanaku yang sudah ku bicarakan oleh ibu dan ibu pun menyetujuinya.Hem....tenti saja ibu setuju karena ini demi David.
Terlihat dari sudut kiri di tempat aku duduk bersama David ibu sudah menganggukkan kepalanya yang berarti "Mulailah...."
Dan aku pun mulai beraksi.
"Ehm....Arga?"
Panggilku memecahkan konsentrasi David yang sedang tanda tangan.
"Ya...."
Jawab Arga yang sudah mulai punya keberanian menatapku.
"Lalu di mana mantan istrimu sekarang?"
Tanyaku berbasa basi.
"Dia menetap di luar negeri dengan suami baru nya...."
Jawab Arga terlihat rasa sedih dan menyesal di ekspresi wajahnya.
Lalu aku kembali menatap ke arah ibu untuk bertanya bagaimana ekspresi David,dan ibu pun langsungemgedipkan matanya sembari mengangguk seolah berkata "Lanjutkan..." Sementara David masih sibuk membaca semua dokument yang harus di tanda tangani.Harus ku akui jika David sangat profesional dalam hal pekerjaan.
"Ehm....lalu Arga bagaimana rencanamu ke depannya?"
Tanyaku kembali tapi sambil melirik David.Sebenarnya jika harus jujur aku begitu risih sekali dengan basa basi ini,tapi drama ini harus tetap ku lakoni demi mendapat respon dari David.
"Aku memutuskan untuk menetap di kota ini dan mengembangkan bisnis ku.Mungkin ya.....sambil belajar memperbaiki kesalahan di masa lalu."
Jawab Arga.Dan tiba tiba saja David yang sedang fokus mempelajari dokument terbatuk batuk.
Namun aku bukan nya panik malah senang itu berarti David mulai merespon percakapanku dengan Arga.Aktingku pun terus berlanjut.
"Kau baik baik saja?"
Tanyaku sambil menyodorkan segelas air pada David.
"Ehm....terimakasih."
Jawab David menatapku begitu tajam.
Namun aku bukan malah takut,tapi begitu riang dalam hati karena tatapan David mengandung sedikit kecemburuan.
Ibu pun tersenyum melihat adegan itu.Tapi tidak dengan ayah.masih terlihat sikap tidak suka kepada Arga di wajah ayah.Hingga akhirnya ibu mengajak ayah ke dapur dengan alasan ingin menyiapkan camilan padahal yang sebenarnya ibu ingin menjelaskan drama yang terjadi.
Hanya tinggal kami bertiga di ruang tamu tanpa perbincangan.Aku pun mulai berpikir mencari ide hingga tak sengaja aku menjatuhkan bolpoint milik David.Aku pun segera menunduk ke bawah untuk mengambilkan bolpoint itu,dan saat aku sedang menunduk dengan posisi kepala di bawah meja sungguh tak ku sangka David begitu cekatan langsung menutupi sudut meja meskipun saat itu dia sedang bertanya pada Arga membicarakan isi perjanjian kerja sama mereka.Tujuan David adalah agar kepalaku tidak terluka oleh sudut meja.
Duuuuh....ternyata manis banget si duda ini benar benar suami siaga.hiks....
Tak lama kemudian ayah dan ibu pun kembali dengan membawa nampan berisi camilan.
__ADS_1
"Waah...wah...sepertinya kalian sedang serius sekali membicarakan bisnis ini sayangnya ayah dan ibu tidak mengerti bisnis,jadi sebaiknya kalian teruskan saja ya obrolannya agar ayah ibu tidak mengganggu."
Kata ayah yang tiba tiba berubah menjadi ramah.
Aku pun langsung menatap ibu dengan pertanyaan yang ibu mengerti hanya melihat wajahku saja.Dan lagi lagi ibu memberi jawaban hanya dengan menganggukan kepala dan mengedipkan matanya yang artinya ibu sudah menceritakan tujuan dari drama ini dan ayah setuju untuk terlibat di dalamnya.
"Tidak perlu ayah...."
"Aku rasa pembicaraan bisnis ini sudah selesai."
Kata David sambil merapikan dokumen dokumen yang tadi dia pelajari.
"Apa kau yakin tuan David."
Tanya Arga yang merasa ada beberapa dokument yang masih harus mereka bahas.
"Tuan Arga ,ku pikir pembicaraan bisnis ini bisa kita lanjutkan besok di kantorku ada beberapa dokument yang harus kita perbaiki dan pelajari lagi"
Jawab David seolah ingin mencegah agar tidak ada lagi obrolan akrab antara aku dan Arga.
"Oh...baiklah,aku rasa itu bukan ide yang buruk.'
Jawab Arga juga merapihkan beberapa dokument.
"Baiklah tuan Arga aku ucapkan terimakasih untuk kedatangannya."
Kata David berdiri dan menjabat tangan Arga yang artinya meminta Arga agar segera pulang.
"Justru aku sangat berterimakasih kepada anda karena masih beresedia melanjutkan hubungan kerjasama ini."
Jawab Arga menyambut tangan David untuk berjabat tangan.
"Jangan berterimakasih padaku tuan Arga,tapi berterimakasih lah pada Istriku dan kedua orang tuanya karena mereka kerjasama ini ku lanjutkan atas sikap murah hati istriku."
Jawab David.
"Kau benar tuan David."
Kata Arga dan menghampiriku yang berdiri di samping David.
"Naima..."
"Sungguh aku sangat berhutang Budi padamu.Bahkan jutaan ucapan terimakasih tidak cukup untuk mengungkapkan terimakasihku ini padamu."
Kata Arga menjabat tanganku dengan kedua tangannya dan menatapku yang sebenarnya membuat aku sangat risih.Tapi aku harus bisa bersikap nyaman untuk membakar api cemburu di hati David.
"Sudahlah Arga,itu sudah kewajiban ku sebagai seorang istri dan sesama manusia."
"Aku berharap kerjasama antara kau dan David kedepannya akan berjalan lancar hingga memberikan keuntungan kepada kedua belah pihak."
Kataku yang terdengar begitu bijaksana.
"Bapak,ibu...terimakasih sudah memaafkan ku.Sekali lagi aku betul betul mohon maaf atas apa yang telah ku lakukan."
__ADS_1
Sambung Arga menghampiri ayah dan ibu.
"Sudahlah Arga nasi sudah menjadi bubur,tidak ada gunanya kau sesali apa yang telah kau lakukan,tapi bapak sangat menghargai keberanianmu.Ya....meskipun itu untuk tujuan tertentu tapi itu juga patut di hargai."
Kata ayah bak pribahasa yang mengatakan sekali kayuh dua tiga pulau terlampaui.Tidak hanya ingin membuat hati David pans terbakar cemburu tapi juga sekaligus menjatuhkan harga diri Arga.Ayahkubmemang pria hebat...hiks.....
"Hem....dasar pria tidak punya harga diri."
Gerutu David yang samar samar ku dengar.
"Kau mengatakan sesuatu?"
Tanyaku menoleh ke arah David dan tersenyum karena begitu yakin David mengatakan sesuatu tentang Arga.
"Tidak ada,telinga mu terlalu sensitiv sehingga dapat mendengar ya g tidak ada di ucapkan"
Jawab David berdalih.
"Kau yakin....?"
Tanyaku kembali.
"Tentu....!"
"Jangan lupa ucapkan selamat tinggal pada kekasihmu."
Jawab David sembari menatap ke arah Arga yang mau beranjak pergi dan nyaris keluar dari pintu rumah ayah dan ibu.
"Siapa?"
Tanyaku sok polos.
"Bukan kah pria yang berjalan itu kekasihmu?"
Tanya David menatap ke arah Arga yang sudah tak terlihat.
"Bukan.."
Jawabku singkat.
"Lalu...?"
Tanya David sok polos.
"Kau..."
Jawabku begitu gamblang dan pergi membawa nampan yang berisi cangkir cangkir kopi meninggalkan David karena merasa malu sendiri dengan jawaban ku yang nyeletuk begitu saja.
"Dasar perempuan gila...."
Sahut David dengan nada suara tertawa dan menggeleng gelengkan kepala karena merasa aneh dengan tingkahku.
Bersambung......
__ADS_1