
Sebelum aku menuju kamarku terlebih dahulu aku ke kamar Rima ingin memastikan apakah Rima sudah beristirahat atau belum.Aku berdiri di depan pintu kamar Rima yang separuh tertutup.Terlihat Rima sudah tertidur di lengan kiri David sambil memeluk David sementara lengan kanan David memegang buku cerita.Mungkin Rima sudah tertidur saat David membacakan cerita untuknya.Sesekali ku lihat David membelai rambut Rima dengan penuh kasih sayang.
Melihat keadaan itu entah kenapa aku merasa sangat tenang karena Rima sekarang telah mendapatkan kasih sayang yang dia harapkan selama ini dari ayahnya.
Syukurlah...
Tuhan terimakasih yang banyak telah merubah hati David menjadi ayah yang penyayang.setidaknya jika aku tidak mampu bertahan dengan pernikahan aneh ini aku tetap merasa tenang karena David ternyata begitu menyayangi Rima.
Pikirku dalam hati.Aku pun bergegas menuju kamar ku untuk beberes.
"Ya ampun....apa saja yang di lakukan si duda sombong ini di dalam kamar sampai berantakan seperti ini."
"Huff...lihatlah ada pakaian dimana mana,kertas dimana mana..."
"Tidak bisakah dia meletakan barang barangnya pada tem...pa...t..nya."
Sontak aku berhenti menggerutu saat mengutip selembar kertas dari beberapa kertas yang bererakan.Dan isi kertas itu adalah hasil laporan tes DNA David dan Rima yang menyatakan bahwa Rima memang putri kandungnya.
"Oh...sekarang aku mengerti dia pasti sudah membaca laporan hasil tes DNA ini dan inilah alasan di balik semua perubahan sikapnya terhadap Rima."
"Tapi tidak ada bedanya bagiku.Menurutku dia tetap lah pria yang sama yang tidak punya hati nurani."
Komentarku sambil membaca laporan hasil tes DNA nya.
"Ehem...."
Ku dengar suara seseorang sedang berdehem di belakang dan ternyata itu David sedang berdiri di pintu di belakang ku.Aku dapat melihatnya dari cermin hias yang yang berada di depan ku yang menghadap pintu kamar kami.
"Ehm...Aku ingin mengucapkan terima kasih kepada mu."
Kata David dengan nada suara yang begitu rendah yang tidak pernah ku dengar selama pernikahan kami.
"Untuk apa?"
Jawabku ketus sambil merapikan sofa yang semenjak kami menikah berubah menjadi tempat tidurku karena si duda sombong ini tidak mau berbagi tempat tidur bahkan lemari untuk tempat pakaianku.
"Untuk semua yang sudah kau lakukan demi membuktikan bahwa benar Rima memang putri kandungku dan selama ini Arya hanya mengarang cerita agar bisa membuat aku selalu dal dilema."
Jelas David untuk alasan ucapan terimakasihnya.
"Lalu?"
Aku masih saja ketus meresponnya sambil membuka koperku untuk merapikn pakaian ku.Ya tidak hanya sofa yang berubah fusngi karena pria pelit dan egois ini koperku pun sudah berubah fungsi menjadi lemari pakaianku.
"Aku tahu tes DNA ini terjadi pasti kau yang melakukannya,jadi untuk itu sebagai ucapan terimakasih aku ingin berbagi lemari pakaian ini denganmu,mulai sekarang simpan lah semua pakaian mu yang di koper ini ke dalam lemari,tapi ingat sisa kan tempat juga untuk pakaian ku.Lagi pula matakubsakit melihat kau selalu buka tutup koper.."
__ADS_1
Jelas David kembali seolah ingan bercanda tapi begitu garing terdengar di telingaku.Dan aku aku hanya menatap nya dalam diam dengan penilaian dalam benakku yang tak terkatan melihat sikapnya.
"Apa?"
Tanya David heran kenapa tatapanku seperti itu padanya.
"Kau tidak perlu berterimakasih padaku hingga
ingin berbagi lemari dengan ku sebagai ucapan terimakasih hanya karena laporan tes DNA itu,semua ini ku lakukan demi Rima.Sebelum dia mendengar langsung dari mulutmu kalimat yang sangat menyakitkan hati bahkan telinganya yang mengatakan bahwa kau ragu apakah dia putri kandungmu atau bukan,pikirku ada baiknya aku melakukan test ini.Sesuatu yang seharusnya kau lakukan sejak dulu untuk bisa mengalahkan keraguanmu sehingga Rima tidak akan menjadi korbannya.Berterimakasihlah kepada Rima karena setelah sekian lama kau begitu acuh padanya hingga saat ini dia masih mau menerima pengakuan mu,mungkin jika Rima itu aku,maka aku tidak akan mau menerima pengakuan mu.Dan satu lagi mengenai masalah berbagi lemari pakaian,tanpa aku harus membuktikan kebenaran tentang dirimu dan Rima,aku juga berhak atas lemari pakaian ini terserah kau suka atau tidak suka.Aku sudah cukup mentolerir nya.Kau bisa cari tau di seluruh muka bumi ini tidak ada suami yang melarang istrinya meletakkan pakaiannya dalam satu lemari,begitu pula sebaliknya."
Jelasku begitu panjang lebar sambil menyusun pakaian ku di lemari.
"Ow halo....!!"
"Jangan terus menjadi besar kepala hanya karena aku ingin berterimakasih padamu.Karena aku tidak butuh ceramahmu."
"Jika kau tidak ingin menerima ucapan terimakasih Ku, itu juga tidak penting untuk ku."
Kata David mulai meninggikan suaranya.
"Yah...yah...aku sudah mengerti pria sombong dan angkuh sepertimu tidak akan pernah berterimakasih dengan tulus dalam hal apa pun."
Balasku dan perdebatan pun di mulai.
Balas David kembali.
Dasar pria egois tidak pernah mau mengalah dalam hal apa pun.Baru saja mengucapkan terimakasih sudah ingin bertengkar lagi.
Aku menggerutu dan mulai merapikan kamar.Sementara David sibuk mondar mandir seperti mencari sesuatu tapi tidak mengatakan apa pun.Dan di situlah letak kesombongan seorang David.
"Tidak bisakah kau tenang dan duduk diam di suatu tempat atau keluar sebentar dari kamar ini agar pekerjaanku cepat selesai..!"
Seru ku yang sangat kesal melihat dia mondar mandir dan sesekali memeriksa semua map map dan perlengkapan kerjanya yang sudah ku rapihkan.
"Tidak bisakah kau diam dan tidak berisik suaramu membuat telingaku sakit."
(David)
"Apa yang kau cari?"
"Jangan bersikap sombong jika masih membutuhkan pertolongan orang lain"
(Aku)
"Dimana kau letakkan semua dokumen dokumen kantorku,lihatlah akibat kebiasaanmu yang selalu saja ikut campur urusanku semua jadi tidak dapat ku temukan."
__ADS_1
Tanya David kembali membuat semua berantakan di meja kerjanya.
"Terus terang aku todak tertarik untuk ikut campur dalam usuranmu.Aku hanya ingin kamar ini selalu tertata rapih dan bersih karema bukan hanya kau sendiri saja yang menempati kamar ini."
Jawabku.
"Sudahlah...jangan banyak bicara sekarang tolong bantu aku dimana semua map dokumen dokumentku,aku harus menemukannya sekarang karena ada pertemuan dengan klien penting besok."
Kata David mulai kesal yang lagi lagi merasa di ceramahin olehku.
"Ow....jadi kau masih membutuhkan bantuan ku,katakan seperti apa dokumen yang kau cari"
Kataku sambil bersandar di dinding dan melipat kedua tanganku di hadapannya seolah meledeknya.Dengan kesal David melotot memandangku.
"Itu kertas kertas yang berisi perjanjian kerjasama perusahaanku dengan perusahan klien penting yang besok akan ku temui dan aku meletakkannya di beberapa map warna warni,Dan sekarang entah dimana semua berkas itu berada.Ini semua karena ulahmu jika sampai aku tidak menemukan dokumen itu dan tanda tangan kesepakatan kontrak jadi batal kau orang pertama yang harus bertanggung jawab akan hal itu!"
Ancam David padaku dan terus mondar mandir mencari dokumen itu.
"Hei..tuan David berhenti di tempat kau berdiri sekarang,menghadap ke sebelah kiri,lihat rak buku yang ada di hadapanmu di situ ada beberapa map map berwarna warni yang sudah tersusun rapih mungkin dokumen yang kau maksud ada di situ."
Kata ku mengarahkan David untuk menemukan dokumen itu.
Dan benar David menemukan apa yang dia cari.Dengan membelakangi ku David pun tersenyum malu dan kembali memasang wajah angkuhnya ketika berbalik menghadapku.
Tanpa mengucapkan terimakasih seperti biasanya diapun keluar dari kamar membawa map map yang di baru saja dia temukan.
Dasar manusia tidak tahu berterimakasih.
Aku kembali menggerutu sambil merapihkan kembali semua yang sudah berantakan di buat David.
"Hei....wanita penceramah.."
Panggil David dari luar kamar dan hanya menunjukkan kepalnya dari balik dinding di luar kamar,aku pun menoleh ke arahnya.
"Terimakasih karena sudah membuat aku repot."
Sambung David seolah mendengar grutuanku.
Dan langsung menghilang di balik dinding luar kamar.
"Dasar...duda gila..."
Tanpa sadar aku tertawa sendiri melihat tingkahnya kali ini.
Bersambung......
__ADS_1