Duda Sombong Pilihan Ayah

Duda Sombong Pilihan Ayah
Bab 67...


__ADS_3

Setelah dua puluh lima menit kurang lebih David pun kembali ke mobil dengan membawa tiga buah jagung bakar.


"Jagung bakar pesanan anda nyonya,selamat menikmati...."


Kata David memberiku bungkusan yang berisi jagung bakar.


"Kenapa sampai pesan tiga?"


"Kan kita cuma berdua"


Tanyaku.


"Tiga itu aku belikan khusus untuk mu semua,karena aku tahu makan mu banyak."


Jawab David seperti mulai meledek ku.


Sialan nih si duda....


Gerutuku dalam hati.


Mobil pun mulai melaju menuju rumah.Namun aku yang begitu menggebu ingin makan jagung bakar sama sekali tidak menyentuh jagung yang sudah di pesan oleh David.Tentu saja hal itu membuat David kesal.Dan mengajukan protesnya.


"Kau ini memang wanita yang tidak bisa menghargai jeri payah orang ya...?"


Protes David kesal.


"Apa?"


Aku yang memang sengaja tidak ingin memakan jagung bakar di mobil pun bertanya heran dengan kritikan David.


"Bukan kah yang tadi ingin sekali makan jagung bakar?"


"Setelah membuang buang waktu aku harus mengantri dan kena asap untuk memesan ini kau malah tidak memakannya."


Kata David kesal.


"Kau memang pria yang tidak peka ya...?"


Kataku balik.


"Kenapa?"


Tanya David.


"Bukankah aku tadi bilang aku ingin makan jagung bakar sambil duduk di pinggir jalan menikmati suasana malam.."


Jelas ku.


"Dengan di kelilingi para pria yang berkerumun di tempat itu?"


"Apa kau tidak risih jika banyak pria menatapmu?"


Ujar David.


"Haha......haha....."


Tawaku begitu geli mendengar kata kata David yang mengandung unsur kekhawatiran,kecemburuan yang tidak ingin dia akui.


"Kenapa kau mempermasalahkan hal hal kecil?"


"Itu memang tempat tongkrongan kan,jadi wajar saja bila orang saling menatap jika datang ke tempat itu."


Sambungku menjelaskan.


"Iya tapi aku tidak menyukainya."


Jawab David ketus.


"Jika kau tidak ingin memakannya,di buang saja."


Sambung David dengan nada kesal.


"Hei...tuan duda..."


"Kenapa cepat sekali emosi,aku sengaja tidak langsung memakannya karena aku ingin memakannya di bangku taman halaman kita."


"Ku pikir itu ide yang tidak buruk,karena kesannya akan lebih santai makan jagung di bangku taman sambil menikmati susana malam bersama pria ya g tidak romantis."


Jelasku sambil melirik David pada kalimat terakhir.


"Siapa?"


Tanya David pura pura tidak merasa.


"Kau....!"


Jawabku nyeletuk.

__ADS_1


Tak lama kemudian,kami pun tiba di rumah.


"Allhamdulillah...."


"Sudah sampai rumah.."


Kataku sebelum turun dari mobil.


"Ya....kita sudah sampai."


"Silahkan nikmati jagung bakar anda nona sambil menikmati suasana malam di bangku taman halaman."


"Kurang kerjaan...."


Kata David saat akan turun dari mobil.


"Kau mau kemana?"


Teriakku karena David langsung pergi.


"Masuk....."


Jawab David dari kejauhan.


"Lalu jangungnya...."


tanyaku.


"Habiskan saja untuk mu lumayan bisa menunda lapar selama tiga hari ."


Jawab David yang akhirnya sudah tidak kelihatan lagi karena sudah masuk ke dalam rumah.


"Hemmm ya sudah..."


"Tanpa mu itu lebih nyaman duda sombong"


Gerutuku kesal.


Aku pun duduk di bangku taman dengan bungkusan jagung bakar yang di beli David tadi.


Sambil bermain ponsel aku menikmati satu jagung bakar dengan toping kesukaanku saus pedas manis.Baru beberapa menit aku mulai terganggu dengan nyamuk nyamuk yang seliwiran terbang bahkan hinggap di beberapa permukaan kulit bagian tubuhku.Hingga akhirnya tujuan ingin santai menikmati suasana malam harus terganggu dengan, kesibukan memukuli nyamuk yang sesekali hinggap di kulitku.


Tanpa aku sadar ternyata David memperhatikan ku dari balkon kamar.


"Itulah kenapa aku memilih masuk dari pada duduk di bangku taman.."


Kata David yang tiba tiba muncul di belakangku dan menutupkan selimut ke tubuhku yang secara tidak sengaja telah memelukku.


"Kau....?"


Kataku sedikit terkejut sambil melihat ke atas ke arah David yang maih bersidiri di belakangku dengan sedikit menunduk karena memasangkan selimut ke tubuhku.Dam tentu saja posisi itu hampir membuat bibir kami bersentuhan.


"Iya...aku merasa risih melihat kau dari atas sibuk dengan nyamuk nyamuk ini."


Kata David yang kemudian duduk sebelahku dengan setelan baju santai.


"Malam ini begitu cerah,makanya aku ingin duduk di luar ."


"Tapi nyamuk nyamuk ini sangat mengganggu."


"Ikh...."


"Plak...."


kataku sambil memberi satu tepukan untuk nyamuk yang menempel di tangan ku.


"Baiklah kalau begitu ayo kita nikmati suasana malam yang cerah ini dengan ini agar dapat mengatasi nyamuk nyamuk ini."


Kata David sambil memberikan lotion anti nyamuk padaku.


"Terimakasih....."


Kataku yang lupa jika ucapan terimakasih itu berarti hadiah untuk David harus ku siapkan saat aku mengambil lotion itu.


Namun David tidak akan melupakan hal itu,karena itu sudah menjadi prinsip dan hukum dalam kehidupannya.David pun tersenyum sinis menatapku dan aku baru sadar akan hal itu.


Hufff......terjebak lagi.


Kataku kesal dalam hati.


"Sudah kau pikirkan?"


Tanya David dengan senyum kemenangan.


"Ya sudah....."


Jawabku begitu tenang karena merasa sudah terbiasa.

__ADS_1


"Aku mau hadiah yang berbeda dari yang biasanya...."


Kata David membisikkan kalimat itu dekat dengan telingaku.


Sontak jantungku berdetak dengan kencang seketika mendengar bisikan suara yang terdengar seperti mendesah.


"Apa ??"


Tanyaku sedikit mundur dan menjauh dari David.


"Pikirkanlah...."


"Jangan sampai aku yang mengambilnya langsung,bisa nanti tidak ada ampunan untuk mu."


Jawab David dengan nada suara seperti memberi ultimatum.


Aku pun segera mendekatkan wajahku ke wajah David berniat menciumnya sebagai hadiah seperti biasa.Namun David menjauhkan wajahnya seolah menolak.


"Sidah aku katakan aku ingin hadiah yang berbeda dari yang biasanya."


Jelas David tersenyum melihat wajahku yang kebingungan.


Aku pun kehabisan akal,hingga akhirnya aku melihat bungkusan jagung bakar yang masih menyisakan dua buah jagung bakar lagi.


OOO....aku ada ide,sebaiknya aku menawarkan ini padanya,jika dia mengambilnya dan mengucapakan terimakasih maka hukuman memberikan hadiah pun impas.hehe....


Pikirku dalam hati dan tersenyum berharap ide ku berhasil dan aku selamat dari hadiah yang tak seperti biasa yang di minta oleh David.


"Mau....?"


Kataku menyodorkan jagung bakar pada David.


Dengan cukup lama David menatapku lalu dia mengambil jagung bakar yang ku tawarkan dari tanganku.


Ayo bilang ...ayo bilang ....


Sorak ku dalam hati menggu kata itu dari David.


Tapi sayang sepertinya ide ku gagal,David pria yang cukup pintar untuk di kelabuhi.Dengam santai David memakan jagung bakarnya dan menikmatinya.


"Kau ini memang pria yang tidak tahu berterimakasih ya...."


Kataku menatap David kesal karena merasa ide ku gagal.


"Kenapa?"


"Supaya aku mengucapkan terimakasih dan aku harus memberi mu hadiah hingga akhirnya hadiah yang harus kau berikan padaku jadi impas?"


"Begitu kan ide yang ada dalam pikiran mu?"


"Cettak...."


David menyentil dahi ku.


"Aduh...."


Kataku sambil mengusap usap dahiku.


Sialan nih si duda,udah seperti dukun aja bisa baca pikiran ku.


Aku menggerutu dalam hati dan terus mengusap usap dahiku karena sentilan David yang cukup kuat membuat aku kesakitan.


"Sakit ya...?"


Tanya David panik saat melihat aku terus memegang dahiku.


"Tentu saja..."


"Sakit tahu...."


Rengek ku.


"Coba lihat..."


Kata David memegang dahiku.


"Astaga merah..."


Kata David semakin panik dan aku tidak bisa menyembunyikan raut wajahku yang menahan rasa sakit.


"Ayo lah kita masuk,aku akan mengoleskan salep di dahimu biar sakitnya berkurang."


Kata David yang tanpa izin langsung menggendongku dalam pelukannya dan membawaku masuk.


Dan aku pun tanpa penolakan langsung melingkarkan kan kedua tangan ku di leher David seolah setuju di gendong dalam pelukannya.


Bersambung ........

__ADS_1


__ADS_2