
Makan malam telah selesai,ku lihat David masih tengah bersantai di ruang tengah bersama ayah dan ibu mertua bercerita tentang pekerjaan nya yang selama beberapa hari di luar negeri.Tentu saja hal itu ku jadikan kesempatan untuk mengecek ke kamar perihal kotak hadiah dariku yang harusnya hasilnya dapat terlihat di ekspresi wajah David saat dia turun untuk makan malam tadi.
Namun karena ku lihat ekpresi wajah David biasa saja aku pun jadi penasaran apakah dia sudah membuka kotaknya atau belum.Maka dari itu aku tak ingin menyia nyiakan kesempatan yang ada.
Dengan alasan ingin membantu Rima membuat pekerjaan rumah aku pun meninggalkan mereka yang sedang berbincang dan segera naik ke atas.
Sebaiknya aku ke kamar Rima dulu memeriksa apakah sudah tidur atau masih belajar.
Pikirku sebelum aku ke kamar.
"Rima sayang apa pekerjaan rumah mu sudah selesai?"
Panggilku sambil membuka pintu kamar Rima.Dan ku lihat ternyata Rima sudah tertidur di atas buku mewarnainya.
"Haha...ya ampun anak ini."
Kataku tertawa menggelengkan kepala lalu menggendongnya utk memindahkan nya ke tempet tidur.
"Selamat malam sayang"
"Emmuach..."
Kecupan sayang ku di dahi Rima yang sudah tidur begitu nyenyak sebelum aku keluar dari kamarnya.
Aku pun bergegas ke kamar ku,untuk melihat kotak hadiah itu.Tapi sayang lagi lagi aku kalah cepat dengan David.Dia yang tadinya aku pikir akan lama berbincang di bawah bersama orangtuanya,tapi ternyata tidak,David sudah berada di dalam kamar begitu aku membuka pintu kamar dan sedang duduk di sofa membaca majalah.
"Kau?"
Tanyaku terkejut.
"Ya ada apa?"
"Kenapa kau sangat terkejut seolah melihat hantu?
Tanya David ketus.
"Bagaimana tidak terkejut,bukan kah kau tadi sedang ngobrol di bawah bersama ayah ibu lalu tiba tiba kau ada di kamar ini."
Jawabku coba mengelak padahal yang sebenarnya aku memang terkejut.Ku lihat kotak hadiah itu masih terbungkus rapih di atas meja kerjanya.
O....pantas saja wajahnya belum berekpresi apa pun,ternyata dia memang belum melihat isinya.Huff tidak seru jadinya.
Kata ku dalam hati.
Aku pun memutuskan untuk tidur saja dan mengabaikan kotak hadiah itu.terserah mau kapan di bukanya yang penting janjiku sudah lunas dan semoga hadiah itu bisa memberinya pelajaran.
"Ehm...bolehkan kau membacanya di meja kerjamu saja atau di tempat tidurmu?Karena aku sudah mengantuk dan ingin tidur.'
Tanyaku berdiri di depannya sambil memegang selimut dan bantal.
"Sofa ini sangat besar hanya untukmu sendiri,jadi jika aku duduk di sini kau masih bisa tidur di bagaian sana."
Kata David masih tetap santai membaca majalah.
Hufff...dasar duda gila,selalu saja semena mena,
Gumamku dalam hati.
"Apa katamu?"
Tanya David yang ternyata samar samar mendengar aku bergumam.
"Apa?"
Tanyaku balik coba berdalih.
__ADS_1
"Baiklah,sebelum kau tidur tolong kau ambilkan kotak hadiah pemberian mu itu bawa kesini karena aku ingin membukanya."
Kata David memerintahku.
Waduh...gawat,kenapa harus ada aku di sini dia membuka hadiahnya,kalau dia terkejut melihat hadiah ini dia pasti akan marah besar.Habis lah aku....
Kataku dalam hati begitu was was.
"Halo....wanita penceramah,kenapa diam ?"
Tanya David.
"Eh iya,sebentar..."
Kataku berjalan dengan lambat menuju meja kerja dan sambil mencari ide untuk menghindar saat dia membuka kotak hadiahnya.
Sebaiknya aku tidur di kamar Rima saja sebelum dia membuka kotaknya.
Pikirku dalam hati sambil membawa kotak hadiah itu ke meja sofa di dekat David duduk membaca majalah.Dan setelah kotak hadiah itu ku letakkan aku pun bergegas pergi hendak ke kamar Rima untuk menghindar.
"Tunggu..."
Kata David menghentikan langkahku yang sedang membuka pintu kamar hendak keluar.
Ya ampun,ada apa lagi sih...?
Langkahku terhenti tanpa berbalik badan.
"Aku mau kita sama sama membuka kotak hadiah darimu ini."
Pinta David.
"Haah...!"
Tanya ku Gelisah.Dan berbalik badan.
"Tidak kenapa kenapa,mungkin akan lebih seru jika membuka kotak hadiah ini bersama orang yang memberikannya."
Jawab David.
"Hehe...."
"Tapi jika seperti itu jadi tidak surprise dong."
Kata ku coba memberi alasan untuk menghindar dengan meringis.
"Ah...tidak mengapa,kan aku hanya meminta hadiah bukan meminta kejutan."
Jawab David seolah menangkis alasanku.
"Sebaiknya kau sendiri saja yang membukanya,karena aku ingin ke kamar Rima."
Jawabku memberi alasan lagi.
"Kenap kau terlihat cemas?"
"Jangan jangan kau ingin mencelakai ku dengan menggunakan hadiahmu ini."
Tanya David mulai curiga mendengar semua alasanku.
"Wah...wah...si duda ini sudah seperti paranormal saja....dia bisa tahu semua rencana ku.
Gumamku dalam hati.
"Kau mencurigai ku?"
__ADS_1
Tanyaku coba membersihkan diri.
"Tidak...hanya coba mengantisipasi saja "
Jawab David santai.
"Oh...."
Jawabku.
"Lalu kenapa kau diam saja di situ"
"Ayo,kemarilah kita buka hadiahnya sama sama."
Ajak David dengan begitu ramah,tapi di balik senyum ramah nya itu aku berfirasat jika dia juga sedang menyusun rencana untukku.Tapi keadaan membuat aku tak berdaya dan tidak bisa menghindar lagi.Dan akhirnya aku pun duduk di sofa tepat di sebelah David.
"Bukalah.."
Perintah David.
"Haah...kenapa aku yang buka?inikan hadiahmu sebaiknya kau saja yang membukanya "
Kataku.
"Tapi aku ingin kau yang membuka kan untukku agar lebih spesial."
Kata David.
"Tidak,sebaiknya kau saja yang membukanya,karena jika aku yang buka itu tidak akan jadi spesial "
Jawabku menawar.
"Kau yakin seperti itu?"
Tanya David memandangku dengan tatapan tajam.
"Ya...tentu saja."
Jawabku coba tetap santai.Untuk menyembunyikan rasa resahku agar David percaya bahwa isi hadiah itu bukan sesuatu yang akan mencelakainya.
"Ok,baiklah aku yang buka."
Kata David akhirnya mengalah."
"Hem...cepatlah karena aku akan pergi ke kamar Rima."
Jawabku tidak sabar melihat dia terkejut,dan aku sudah tidak peduli jika setelah ini dia akan marah karena terkejut melihat hadiahnya.
Dan David pun mulai membuka hadiahnya,dan entah kenapa aku yang jadi deg degan saat kertas pembungkusnya mulai di buka dan tinggal kotak hadiah.Hingga akhirnya kotak yang tersisa itu di buka dan tiba tiba....
"Aaww.........!!"
David berteriak refleks begitu sangat terkejut saat muncul boneka per melompat dari kotak dan mengatakan "Dor...."
Sontak David melompat ke arahku dan berteriak karena terkejut tanpa sadar dia telah menindihku dan membuat aku terbaring di sofa di bawah tubuhnya yang kekar,dan tanpa sengaja...
"Cup...."
Bibirnya menempel di bibirku.Aku tidak tau saat itu aku harus apa.Kami hanya terdiam dan kedua mata kami saling menatap begitu dekat.Aroma maskulin berasal dari tubuh David membuat aku begitu nyaman meskipun aku merasa sedikit sesak karena menahan bobot tubuh David yang kekar itu.
Oh...ya ampun Jangan sampai aku tidak dapat mengendalikan diri ku..segeralah menyingkir David ...
Kataku dalam hati dan menutup mataku untuk menghindar dari pandangan David yang terlihat mulai nakal.Dalam diam dan terpejam aku merasa bibir yang dingin dan lembut itu sudah enyah dari bibirku.
Bersambung......
__ADS_1