
Satu minggu sudah Rima istirahat di rumah sejak pulang dari rumah sakit,kesehatannya pun berangsur pulih dan lebih baik.Semenjak mengetahui laporan hasil tes DNA,Rima pun mendapatkan cinta dan kasih sayang yang berlebih dari David.Bahkan David enggan menolak setiap permintaan Rima.Termasuk permintaannya yang menginginkan kami bertiga tidur dalam satu ranjang yang sama di kamarnya untuk menemaninya tidur,seolah kami adalah sebuah keluarga yang harmonis dengan pasangan ayah ibu yang saling mencintai.Kendati demikian demi kebahagiaan Rima aku pun tak kuasa menolak permintaan itu,meskipun faktanya hanya ada perdebatan dan saling hina antara aku dan David di atas tempat tidur,namun Rima malah tertawa bahagia saat melihat kami berdebat kata Rima :
"Haha.....ayah dan ibu Nai ini sangat lucu."
Tawa Rima mengkritik kami.
"Lucu...??"
Tanya kami bersamaan bingung.
"Ya,kalian berdua sangat lucu seperti kedua temanku yang selalu bertengkar di dalam kelas ."
"Jadi kalian berdua tidak ada bedanya seperti anak kecil jika sedang bertengkar.Haha..."
Jelas Rima tertawa.
"Anak nakal...."
Aku mencubit hidung mancung Rima karena gemas.Dan David pun tersenyum tapi memalingkan wajahnya dari kami.
"Baiklah tuan putri Rima,hari sudah malam ayo tidur karena besok adalah hari pertama mu ke sekolah setelah sembuh dari sakit bukan?"
Kata David merebahkan Rima dan menyelimutinya.
"Baiklah ayah,tapi kalian berdua tetap tidur di sini bersamaku ya,pelase....."
Permohonan Rima yang tak dapat kami tolak apalagi jika melihat wajah manisnya."
"Ya...ya...baiklah sayang,meskipun ayah sedikit alergi jika satu tempat tidur dengan wanita penceramah ini."
Gerutu David yang samar samar ku dengar.
"Kau mengatakan sesuatu?"
Tanyaku untuk meyakinkan telingaku apakah aku salah dengar atau tidak.
"Apa?"
Kata David balik bertanya.
"Tidak ada,lupakan saja."
Jawabku kemudian merebahkan tubuhku dan mematikan lampu tidur lalu memeluk Rima.
Dasar wanita aneh
David kembali menggerutu dan kali ini terdengar sedikit lebih jelas di telingaku.
"Dasar pria sombong!!"
Balasku menarik selimut.
"Huff ...ya ampun ayah ibu berhentilah bertengkar kapan kita akan tidur."
Kritik Rima yang ternyata sejak tadi belum tidur dan masih memperhatikan kami saling balas serang.
"Baiklah kalau begitu aku harus melakukan sesuatu"
"Ayah,berika tangan kanan ayah,ibu Nai juga."
Perintah Rima dan seperti terhipnotis dengan perintahnya,kami pun melakukan apa yang dia suruh."
"Anak pintar...nah sekarang jangan berisik lagi dan ayo kita tidur."
Kata Rima sambil meletakkan tangan kananku di atas dadanya dan kemudian tangan kanan David di atas tanganku.Tanpa di sengaja bersamaan kami saling pandang dan kemudian melihat ke arah susunan tangan kami yang di pegang oleh kedua tangan Rima di atas dadanya.
"Serrrr,..."
Aku merasa seperti ada yang jalan di dalam hatiku.Dan tiba tiba....
"Ya ampun...siapa yang sebenarnya menjadi orang tuanya sekarang..."
Keluh David sambil bergumam.
"Ayah......"
__ADS_1
Protes Rima karena ayahnya tak kunjung diam.
"Em...ya..ya...baiklah sayang ayah tidur."
"Apa?"
"Kenapa kau tertawa ayo tidur."
Kata David merasa kesal karena aku tertawa melihat dia begitu kikuk dan patuh begitu Rima memanggilnya.Tak lama mereka pun tertidur begitu nyenyak dengan posisi tangan yang belum berubah.Aku yang masih terjaga dalam kamar yang redup karena lampu kamar di matikan iseng memandang wajah David dan Rima yang tidur begitu nyenyaknya.Sekilas terlihat kemiripan antara wajah mereka berdua.
Hemm,si duda sombong ini terlihat sama manisnya dengan wajah Rima jika dia sedang tidur.Dan ternyata dia lumayan tampan juga ya..hehe....pantas saja Rima wajah Rima terlihat sangat cantik ternyata keturunan dari si pria sombong yang tampan ini.Tapi itu pun jika dia sedang tertidur terlihat tampan,hihi....
Dengan tidak sengaja aku memujinya dalam hati sbil tersenyum menatap wajahnya hingga akhirnya aku pun tertidur.
Jarum jam pun terus berputar hingga menggantikan malam menjadi pagi.Beriringan dengan kumandang azan dari mesjid di kompleks rumah,alaram ponsel ku pun berbunyi menunjukan waktu untuk sholat subuh,aku pun bergegas bangun ke kamarku untuk berwudhu dan mendirikan sholat subuh.Tanpa memperhatikan bahwa lampu kamar mandi sudah menyala aku pun menerobos masuk dan....
"Aaaaaaaa....."
Aku dan David teriak bersamaan di dalam kamar mandi.Aku berteriak karena terkejut tiba tiba melihat David ada di kamarandi sedang mandi dan hanya menggunakan ****** *****,dan sebaliknya David sangat terkejut ketika melihat aku tiba tiba ada di kamar mandi dengan keadaan dia hanya menggunakan ****** *****.Dengan cepat aku pun langsung keluar dari kamar mandi.
"Ciih...sial kenapa mataku yang suci ini pagi buta begini harus sudah ternoda dengan pemandangan pornografi."
"Lagian kenapa aku sangat ceroboh sekali langsung menerobos masuk?Tapi kan itu tadi aku kira dia masih tidur dengan Rima?Lalu sejak kapan dia berada di dalam?"
Rasa kesal sudah mengawali pagiku.Tidak lama kemudian David pun keluar dari kamar mandi mengenakan handuk putih hanya setinggi pinggang seolah ingin memamerkan tubuhnya yang kekar dan atletis itu,tapi sayangnya rasa sialku membuat aku tidak tertarik untuk melihatnya apa lgi mengaguminya.
"Apa kau sudah tidak waras..!!"
Teriak David kepadaku begitu keluar dari kamar mandi .
"Apa kau tidak bisa mengunci pintu saat kau berada di kamar mandi?"
Balasku berusaha untuk membela diri.
"Harusnya kau dapat menggunakan kedua matamu untuk melihat jika lampu kamar mandi sedang menyala itu berarti ada orang di dalam kamar mandi."
Kata David membentakku dan semakin kesal karena aku balik bertanya padanya.
"Maba aku tahu lampu kamar mandinya menyala atau tidak jika pintunya tertutup."
Jawabku kembali membela diri.
Tanya David kembali semakin emosi tingkat Dewa.
"Tidak !!"
Jawabku menantang.
"Sini aku beri tahu!!"
David menarik tanganku untuk mendekati peintu kamar mandi dan menundukkan kepalaku ke bawah.
"Deggg.."
Hei..hei...kau mau apa duda gila ,jangan bilang kau ingin aku melakukan adegan tak senonoh ya
Aku menggerutu dalam hati dan merasa takut jika David memaksaku untuk melakukan hal yang menjijikan karena posisi kepalaku menunduk tepat di bawah bagian intim David yang sedang mengenakan handuk.
"Terus menunduk lebih kebawah lagi kenapa kau berhenti."
Kata David terus menyorong kepalaku hingga akhirnya melewati lututnya dan sampai kepalaku mencium lantai David pun ikut jongkok di depan pintu kamar mandi.
"Kau lihat celah yang ada di bawah pintu kamar mandi ini?"
"Lain kali jika kau ingin memastikan apakah ada orang atau tidak di kamar mandi kau bisa melihat dari celah bawah pintu ini, jika ada cahaya itu berarti lampu kamar mandi menyala dan ada orang di dalam."
"Paham..!"
Kata David seolah ingin mengajariku dan sambil membantu diriku untuk berdiri kembali dan tiba tiba handuk yang di gunakan David terlepas,aku pun sontak berteriak sambari menutup wajahku.
"Aaaaaaa....."
Teriakku.
"Ada apa?"
__ADS_1
"Kenapa kau selalu berteriak ?Kau ingin membangun kan seluruh orang kompleks?"
Tanya David panik.
"Han..Duk..mu itu lepas."
Kataku masih menutup wajahku.David pun sontak terkejut dan refleks kedua tangannya langsung menutup bagian paling berharga,namun tiba tiba dia sadar bahwa dia sudah mengenakan boxer dan melepaskan kedua tangannya segera memakai pakaian dengan atasan kemeja Koko putih dan mengenakan sarung.
"Sampai kapan kau akan terus menutup matamu dan berdiri di situ?"
"Sudah tidak usah berlebihan seperti tidak pernah lihat saja."
Kata David.
Dasar pria tidak tahu malu,mungkin menurut dia itu biasa tapi tidak untukku.Dia pikir dia sexsy apa kalau sudah telanjang di depan mataku.Dasar duda gila.
Aku menggerutu dalam hati dan masih saja menutup mataku.
"Hei...apakah sudah selesai memakai pakaianmu?"
Tanyaku masih menutup mata.
"Tutup saja terus matamu dan jangan salahkan aku jika kau terlambat untuk sholat subuh."
"Cekkrek Jeddarr...."
David tidak menjawab lagi hanya Terdengar suara pintu yang di buka dan di tutup kembali.suara David pun tidak terdengar lagi.
Aku pun pelan pelan membuka mataku dan benar aku tidak lagi melihat David ada di kamar.
"Huff...syukurlah duda gila itu sudah tidak ada.Tapi mau pergi kemana dia sepagi ini sudah mandi."
Rasa penasaran pun muncul di hatiku.Namun aku segera bergegas mengambil air wudhu dan sholat subuh.
Setelah selesai melaksanakan sholat dan membaca kajianku,aku pun berfikir untuk mencari udara segar,aku berfikir berdiri di balkon pasti menyenangkan sambil menikmati indahnya fajar.
Dengan masih memakai mukena berwarna putih aku pun berdiri di balkon kamar,menikmati pemandangan indah antara awan yang gelap yang akan berganti terang karena sinar fajar mulai terlihat.Jalanan masih sepi dari lalu lalang kendaraan hanya terlihat sekelompok pria berjalan beriringan pulang sholat dari mesjid termasuk ayah yang belok ke rumahku dan ayah mertua yang juga masuk Ke pekarangan rumah,sungguh pemandangan pagi yang sangat indah.Tak lama kemudian muncul lagi satu pria dengan memakai baju Koko berwarna putih dan memakai sarung yang juga masuk ke pekarangan rumah kami.
Tak lama setelah kuperhatikan ternyata pria itu adalah David.
"O...ternyata dia pergi ke mesjid pagi ini."
"Tumben?"
"Biasanya dia selalu berteriak bising jika alaram ku berbunyi di jam segini."
"Tapi ini......"
Aku bertanya tanya dan merasa heran.Sesaat kemudian dia menghilang dari pengelihatan ku.Mungkin saja dia sudah masuk kerumah pikirku.
Tapi sedikit rasa kagumku pada kepribadiannya mulai bertambah.
Selain manis saat tertidur,dia juga terlihat manis saat berpenampilan Soleh.
Pujianku untuk David dalam hati.
"Lain kali jika ingin berdiri di balkon jam segini jangan memakai mukena putih seperti ini."
Kata David yang tiba tiba saja berdiri di belakangku dan sontak membuat aku terkejut.
"Kenapa?itu hak ku."
Jawabku kesal sambil menatapnya.
"Apa?"
Tanya David
Aku yang sedang malas berdebat hanya diam dan menggelengkan kepalaku kemudian membuka mukena ku dan melipatnya.
"Jika ingin memuji ketampanan ku katakan saja,aku tidak akan heran karena sudah biasa dengan hal itu."
Kata David yang terlalu percaya diri namun aku sadar dia cuma ingin membuatku bertambah kesal.
"Jangan GR...."
__ADS_1
Jawabku tepat di depan wajah David dan pergi meninggalkannya keluar kamar.
Bersambung....