Duda Sombong Pilihan Ayah

Duda Sombong Pilihan Ayah
Bab 68....


__ADS_3

Begitu sampai David langsung mendudukan ku di sofa,dan dia pun sibuk mencari kotak obat yang akhirnya dia temukan di laci meja kerjanya.


"Singkirkan tangan mu dari dahi mu,aku akan mengoleskan salep ini agar rasa sakitnya hilang."


Kata David mendekatiku di sofa.


Kemudian dengan pelan David pun mengoleskan salep ke dahi ku yang memerah karena sentilannya.


"Auwww ...,"


Kataku merintih menahan perih.


"Sakit ya ...?"


Tanya David panik


"Hem..."


Rengek ku manja.


Kemudian David pun tak henti meniup di sekitar dahiku dengan tujuan agar rasa perihnya hilang.


Kini posisi David sangat dekat dengan ku bahkan dadanya tepat berada di depan wajahku saat dia meniup dahiku.Wangi aroma maskulin dari tubuh David pun seketika memancing gairah ku.


"Sudah mendingan..?"


Tanya David sambil membetulkan kerudungku.


"Hem...."


Jawabku begitu manja.


"Maafkan aku."


"Kita impas tentang hadiah"


Kata David membelai kepala ku yang tertutup kerudung dan menyatakan impas tentang hadiah karena dia mengatakan maaf yang berarti harus memberiku hadiah juga.


"David...."


Panggilku sambil memegang tangan David saat dia ingin beranjak mengembalikan kotak obat.


"Hem...."


Jawab David dan menoleh ke arah ku lagi.


"Terimakasih....."


Kataku dengan sengaja meskipun tahu setelah itu aku harus memberi hadiah.


"Hehe...kau ini memang benar benar ingin memberiku hadiah ya?"


Tanya David tertawa melihat sikap ku.


"Duduklah...."


"Katakan,kau ingin di beri hadiah apa untuk ucapan terimakasihku ini?"


Tanyaku setelah David duduk kembali di sampingku dan tanpa sadar tetap memegang tangannya.


"Sudahlah...lupakan,karena itu akan sulit untuk mu."


Jawab David tersenyum.


Entah kenapa di moment itu aku merasa David menjadi pria yang manis sekali.


"Katakanlah...."


Tanyaku lagi dan masih memegang tangan David yang sejak tadi di perhatikan nya.


"Aku ingin menghabiskan malam pertama dengan mu."

__ADS_1


Jawab David dam langsung beranjak berdiri.


Dan spontan saja


"Gubbbraaak....."


Aku merasa seperti jatuh terbalik dari sofa saat mendengar permintaan David sontak aku pun langsung menghempaskan peganganku pada tangan David.


"Haha...."


"Kau takut....?"


"Maka dari itu jangan lagi ucapkan terimakasih"


"Karena kau tidak akan mungkin bisa melakukannya."


Tanya David tertawa sambil beranjak untuk mengembalikan kotak obat ke laci meja kerjanya.


"Siapa yang takut..."


Jawabku seolah menantang.


"Lalu kenapa kau sangat terkejut mendengar permintaanku ?"


Tanya David tersenyum sinis.


"Aku bukan terkejut,bagaimana bisa kita melakukannya tanpa ada rasa cinta?"


Tanyaku mulai memancing David.


"Maka dari itu aku katakan,hal itu tidak akan pernah bisa terjadi."


jawab David.


"Kenapa?"


Tanyaku lagi.


"Karena kita tidak akan pernah bisa saling mencintai."


Jawab David.


Tanyaku memberanikan diri menyatakan perasaan ku.


Sejenak David pun terdiam dan hanya menatapku.


"Lupakan saja....karena itu akan menyakitimu."


Jawab David.


"Kenapa?"


Tanyaku lagi.


"Karena aku tidak akan pernah bisa jatuh cinta lagi termasuk mencintai mu."


Jawab David yang terdengar seperti ada trauma dalam dirinya tentang cinta.Mungkin itu karena pengalaman di masa lalunya.


Jujur aku sedikit kecewa mendengar ungakapan itu.Aku merasa perasaanku bertepuk sebelah tangan.Tapi melihat perhatian dan tanggung jawabnya padaku menyisakan secerca harapan yang membuat aku masih percaya bahwa David memiliki perasaan yang sama dengan ku.Ya....meskipum aku sendiri masih bingung apakah aku juga mulai mencintainya atau tidak yang berasal dari rasa kagum ku terhadap sukap pedulinya.


Jawaban terakhir David membuat kami sama sama terdiam.Dan aku hanya menunduk kan kepala ku dengan rasa kecewa akan perasaan ku sendiri yang seperti bertepuk sebelah tangan.


Melihat aku hanya dia dan tertunduk sambil mengelus dahiku David pun kemudian memanggilku.


"Kemarilah...."


Panggil David memintaku duduk dekat dengan nya yang sedang bermain ponsel di atas tempat tidur.


"Untuk apa?"


Tanyaku lemah.

__ADS_1


"Datang kemari atau aku yang datang kesana dan tidak memberimu ampun."


Jawab David mengancamku.


Dengan langkah yang lemah aku pun berjalan perlahan ke tempat tidur duduk di hadapan David.


"Apa?"


Tanyaku dengan kepala menunduk.


"Kau marah padaku?"


Tanya David dan menegak kan kepalaku hingga kami saling menatap dengan jarak yang sangat dekat.


Namun aku tidak menjawab dengan kata hanya menggelengkan kepala yang berarti berkata tidak.Lalu....


"Cuuup...."


"Maafkan aku..."


Kata David mendaratkan ciumannya begitu cepat di bibirku yang hanya terdiam.


Ikh....sialan nih si duda,katanya tidak bisa jatuh cinta tapi main nyosor aja mencium bibirku tanpa permisi.


Aku tau kau juga mulai merasakan perasaan yang sama seperti ku,tapi kau gengsi bilang iya.Dasar duda sombong.....


Protesku dalam hati dengan pandangan saling menatap bersama David.


"Jangan marah aku tadi hanya bercanda tentang menghabiskan malam pertama,Aku tidak bisa melakukan nya meskipun aku menginginkan nya jika hanya untuk memuaskan ***** ku."


Jelas David sambil membelai lembut kepala ku yang masih memakai kerudung.


"Lalu bagaimana jika aku memintanya karena hak ku sebagai seorang istri dan kewajibanmu sebagai seoarang suami?"


Tanyaku menantang David.


"Meskipun kau tau tidak ada cinta di antara kita?"


Tanya David.Dan aku hanya mengangguk.


"Jangan bodoh...."


Sambung David mencubit pipi ku dan lagi lagi langsung berdiri untuk beranjak dari hadapanku.


"Abaikan tentang kata cinta,karena cinta hanya akan menyakiti dua hati yang saling mencintai tentu kau tau kita berdua sama sama pernah mengalaminya.Cinta bukanlah dasar atau pun jaminan untuk melakukan sesuatu dalam hubungan.Aku memintamu karena aku menghormatimu sebagai suamiku yang memiliki hak untuk menyentuhku."


Kataku begitu mantap sambil menarik tangan David yang ingin beranjak pergi sambil menatap matanya seolah memberi rasa yakin.


Dan seperti seorang pria yang merasa terpukau dengan perkataan seorang wanita yang terdengar bijaksana,kemudian David pun kembali duduk dan menjadi lebih dekat dengan ku.


"Kau yakin memberi ku izin untuk melakukannya?"


Tanya David sambil membuka jarum pentul kerudungku.


"Hem...."


Jawabku mengangguk dan mulai membuka satu kancing dari kemeja David.


Kerudungku yang menutup kepalaku pun mulai terlepas dan memperlihatkan rambutku yang ku ikat hingga akhirnya David pun juga menarik ikat rambutku.


Dengan begitu lembut David mengecup dahi ku dalam waktu yang cukup lama.Dan tak lama kemudian kecupan itu pindah ke hidungku ke pipiku,dan kebagian leherku.


"Boleh aku melakukannya..."


Tanya David lagi meminta izinku dengan berbisik lirih di telingaku sebelum dia menggigitnya dengan lembut.


"Hem...."


Jawabku dengan penuh hasrat yang membara.


Sungguh aku tak dapat lagi mengendalikan diriku di tambah wangi aroma maskulin yang keluar dari tubuh David saat aku mulai mencium dadanya yang bidang menghilangkan ingatanku bahwa aku tidak ingin melakukan malam pertama sebelum David menyatakan cinta.......

__ADS_1


****Bersambung***


Hayooooo.....ADAKAH YANG BAPER DI BAB INI....😀😀😀


__ADS_2