Duda Sombong Pilihan Ayah

Duda Sombong Pilihan Ayah
Bab 105.....


__ADS_3

Dekapan David saat memeluk ku,membuat aku merasakan perasaan yang campur aduk yang sedang di rasakan oleh David.Satu sisi pelukannya seperti mengatakan dia begitu senang dengan pembelaanku,tapi di sisi lain aku merasa ada kecemasan yang sedang dia rasakan.


"Hei.....kau baik baik saja?"


Tanyaku menatap David dalam pelukan nya.


"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu."


Jawab David mencium hidungku dengan hidung Bangir nya.


"Aku baik baik saja....."


"Kau tidak perlu mencemaskan ku."


Jawabku.


"Kau yakin...?"


Tanya David tersenyum.


"Hem..."


Jawabku.


"Tapi aku takut tekanan darahmu naik setelah kau berteriak tadi."


Kata David tertawa menggodaku.


"Plak...."


"Kau ini..."


Kataku memukul bahu David tersipu malu karena akhirnya David melihat sisi galak ku.


"Tapi aku sangat mencemaskan Rima di rumah."


Sambungku.


"Apa dia sangat sedih tadi?"


Tanya David,rasa gelisah kembali muncul dalam wajahnya.


"Hemm...."


"Dan aku mengajaknya ke rumah ayah dan ibu ku karena kakek dan nenek nya juga ada di sana."


"Dan aku berjanji akan mencari Sahira untuknya."


Jelasku.


"Entah kenapa Tuhan menghadirkan kembali wanita siluman itu dalam hidup kami."


"Aku takut jika suatu hari nanti Rima tidak ingin berpisah darinya."


"Mak entah apa yang akan terjadi."


Keluh David begitu gelisah.

__ADS_1


"David,jangan pernah berkata seperti itu,semua pasti ada hikmahnya.Rima anak yang cerdas dia tahu membedakan mana kebaikan,dan mana kejahatan."


"Aku rasa sebaik nya kita pulang sekarang,kasihan Rima."


Ajak ku dan David menurut.


Seperti yang aku katakan,semua yang terjadi pasti ada hikmahnya.Salah satu contoh kejadian di kantor tadi membuat aku dan David semakin dekat dan semakin saling menguatkan satu sama lain.Dalam perjalanan menuju rumah tiba tiba aku teringat perjanjian kerjasama untuk proyek yang ku pimpin.Sebenarnya aku enggan mempertanyakan nya takut membuat David semakin pusing,tapi hal ini harus tetap di selesaikan karena aku juga tidak ingin David mengalami kerugian.


"David...."


Panggilku.


"Hemmmm.."


Jawab David seperti biasa.


"Boleh aku bertanya sesuatu?"


Tanyaku perlahan memastikan jika suasana hatinya sedang baik atau tidak.


"Bagaimana menurut mu tentang proyek kerjasama kita ini?"


Tanyaku merasa ragu karena david cukup lama terdiam untuk memberikan jawaban.


"Jujur,sebenarnya aku juga sedang mencari jalan keluarnya"


"Kepala ku jadi pusing memikirkan nya."


Jawab David sambil mengurut dahinya.


"Kalau begitu jangan di pikirkan."


Kataku memberi saran.


"Misalanya?"


Tanya David.


"Misalnya saja memikirkan ku."


"Siapa tau dengan memikirkan ku kau dapat inspirasi berupa ide untuk mengatasi masalah ini."


"Hehe......"


Kata ku bercanda coba menghibur David.


Namun tanpa komentar David hanya tersenyum menatapku.


Sepertinya David benar benar pusing,hingga dia tidak berkomentar apa pun dengan perkataan ku yang nyeleneh tadi.


Kasian David ,karena harus di hadapkan dengan masa lalu yang tiada hentinya membuat dia menderita*.


Pikirku begitu iba dengan masalah yang sedang kami hadapi.


"Sudah...."


"Tidak perlu sedih memikirkan ku."

__ADS_1


"Ini David bukan kaleng kaleng....."


Sahut David membuat aku terkejut seolah dia mendengar apa ya h terucap dalam hatiku.


Dasar duda sombong.....


Sekalipun masalah di pelupuk matanya,namun kesombongan tetap yang utama.


Hiks.....😁.


Kataku menggerutu.


"Kau mangatakan sesuatu?"


Tanya David yang samar samar mendengar perkataan ku.


"Haah?"


"Tidak ada..."


Kataku berdalih.


"Aku tidak perlu memikirkan mu?"


Sambung David sekilas membuat aku merasa tersinggung.


"Kau juga tidak perlu memikirkan ku,itu tadi hanya sebuah saran saja agar kau tidak stres dengan masalah Sahira dan komplotannya."


Sahutku dengan nada bicara sedikit kesal.


"Hemmm...."


"Apa kau tidak ingin tanya kenapa?"


Tanya David tersenyum dan melirik ke arahku yang hanya menatap ke arah depan karena kesal.


"Maksudnya?"


Tanyaku bingung dan menoleh ke arah David.


"Apa kau tidak ingin tanya kenapa aku tidak perlu memikirkan mu?"


Jawab David coba menjelaskan maksud dari pertanyaanya.


"Kenapa ?"


Tanyaku acuh,karena merasa yakin David akan menjawab dengan perkataan yang menyakitkan telingaku pasti.


"Karena kau adalah bagian dari pikiran ku,setiap perkataanmu,tindakanmu,pemikiranmu itu sama persis seperti apa yang ada dalam pikiranku,jadi aku tidak perlu memikirkan mu karena kau adalah bagian dari pikiranku."


Jelas David sesekali menatap ku sambil menyetir dengan tersenyum.Entah itu rayuan hanya untuk membujuk ku yang sedang kesal atau memang tulus dari hatinya,tapi faktanya adalah aku begitu tersanjung mendengar ungkapan manis itu.


Dengan perasaan yang berbunga bunga,tanpa berpikir panjang aku langsung mencium pipi kiri David dan memeluknya dengan erat.


"Terimakasih karena sudah menjadikan ku begitu istimewa dalam hidupmu."


Ucapku dan seketika mobil berhenti karena sudah masuk pelataran parkir di pekarangan rumah.

__ADS_1


Seolah menyambut ucapan terimakasih ku tanpa menyia nyiakan kesempatan David langsung memegang wajahku dengan kedua tangannya dan membalas ciumanku dengan mencium bibirku yang terasa begitu hangat dan tanpa ragu aku pun menikmati moment itu dengan membalas ******* bibir David pada bibirku.Dan adegan romantis pun terjadi beberapa menit sebelum kami turun dari mobil.


Bersambung.....


__ADS_2