
Perdebatan sengit pun mulai terdengar saat perlahan langkah kami mulai mendekati mereka.
"Jangan coba coba memutuskan sesuatu tentang Rima tanpa sepengetahuanku,atau kau akan kehilangan sepenuhnya hak mu sebagai seorang ibu akan putrimu sendiri."
Terdengar gertakan David kepada Sahira seolah memberi peringatan dan jarak kami berjalan pun semakin mendekat dengan mereka.
"Ow...jadi kau juga mulai mengancamku seperti istri baru mu yang kampungan itu?"
"Iya....!"
Balas Sahira dengan menghinaku.
"Cukup.......!!!"
Teriak Rima di depan kami semua.
Seketika kami terdiam dengan pandangan terfokus pada Rima.
"Sayang....."
Sapa Sahira mendekati Rima,seolah tak mau kehilangan moment untuk menunjukkan pada Rima dan kami berdua betapa pedulinya dia sebagai seoarang ibu.
Namun sayangnya respon Rima begitu dingin bahkan dia mencoba menjauh dari Sahira dan memilih berlindung di belakangku.
"Hei....Rima sayang,ada apa denganmu?"
"Ayo kita pulang sekarang.."
Ajak Sahira mengulurkan tangannya coba membujuk Rima.
__ADS_1
"Tidak ibu Sahira..."
"Hari aku ingin pulang ke rumah ayah saja bersama ibu Nai,aku sangat merindukan kakek nenek..."
Jawab Rima menolak ajakan Sahira.
Aku begitu senang mendengar keinginan Rima dan keberanian nya.Namun aku sedikit khawatir jika nantinya Sahira akan murka mendengar penolakan Rima,meskipun sebenarnya itu akan jadi point plus untuk kami untuk menunjuk kan sikap asli dari seorang Sahira.
Tapi ternyata tidak demikian....
Kelicikan Sahira mampu membuat di akting lebih bagus dari seorang artis pemeran antagonis di sebuah film.
"Benarkah....?"
"Baiklah Rima sayang kalau kau menginginkan seperti itu.
"Ayo kemarilah....kenapa kau merepotkan ibu Naima dengan bersembunyi di belakangnya?"
"Baiklah sayang,jika kau memang merindukan kakek dan nenekmu ibu akan mengizinkan kau pulang ke sana,telepon ibu jika kau ingin ibu jemput nanti ya...."
Jawab Sahira yang ternyata sama sekali tidak marah bahkan dia menyetujui keinginan Rima.
"Benarkah ibu Sahira?"
"Ibu sudah mengizinkan ku pulang bersama ayah dan ibu Nai kerumah kakek nenek?"
Tanya Rima yang rasa takutnya mulai hilang.
"Tentu saja...."
__ADS_1
"Mereka adalah kakek nenekmu,kenapa ibu harus melarangnya..."
Jawab Sahira yang terlihat begitu penyayang.
"Yeaaaay......."
Sorak Rima begitu senang layaknya anak kecil pada umumnya.
Adegan itu,membuat aku dan David hanya terdiam dan saling menatap,terlihat dari ekspresi di wajah kami sedang berpikir dan menunggu kelicikan apa kira kira yang sudah di rencanakan Sahira.Tapi satu hal yang sangat kami yakini bahwa Sahira akan berusaha terus bersikap manis di depan Rima untuk menjaga image baiknya sebagai seorang ibu yang lembut dan bersahabat kepada putrinya meskipun itu bukan sebuah ketulusan melainkan untuk keuntungan dirinya semata.
"Baiklah sayang,kalau begitu berikan satu pelukan sayang untuk ibu sebelum kau pergi...."
Pinta Sahira seolah ingin membuat aku cemburu dengan keakraban mereka.
"Sayang...ibu Sahira..."
Peluk Rima begitu erat dan gembira.
"Oww...ibu juga sangat menyayangi sayang...."
Sahut Sahira memeluk Rima dalam dekapan nya,dengan posisi mengahadap kami sahira mengedipkan salah satu matanya seolah bermain mata di iringi dengan senyuman penuh kelicikan menatap kami berdua,seakan akan dia ingin berkata :
"Lihat lah....hanya aku yang dapat mengendalikan hati Rima,dan bersiaplah kalian berdua untuk menerima kehancuran kalian setelah ini...."
Pikirku yang sudah bisa membaca arti dari ekspresi di wajah Sahira yang tak lama kemudian melepaskan pelukan nya pada Rima dan berlalu dari kami mengendarai mobilnya sambil melambaikan tanganya untuk berpamitan pada Rima.
"Daaag....sayang...."
Ucap Sahira dengan senyuman penuh kelicikan.
__ADS_1
Bersambung......