
David pun bergegas membuka kan pintu untuk orang yang sejak tadi membunyikan bel.Dan ternyata orang itu adalah Arga.
"Kau.....?"
Sapa David terkejut dan kesal karena ternyata si pengganggu itu adalah Arga.
"Selamat siang tuan David...."
Sapa Arga terlihat membawa beberapa perlengkapan kerja.
"Ya selamat siang,ada apa tiba tiba saja kemari tanpa menghubungiku?"
Tanya David sewot.
"Mohon maaf sebelumnya jika kedatang saya secara tiba tiba tanpa memberitahu anda."
"Tapi sebenarnya saya ada janji dengan Naima hari ini untuk mempelajari proyek kita,namun sejak pagi saya tidak melihat Naima begitu juga anda di kantor,asisten pribadi anda mengatakan bahwa anda tidak masuk kantor hari ini karena sakit.Jadi saya pikir untuk datang saja kemari sekalian menjenguk anda."
Jelas Arga menyampaikan maksud kedatangannya yang secara mendadak.
"Oh begitu,ayo masuklah kita ngobrol di dalam."
Ajak David mempersilahkan Arga masuk.
Dan tak lama kemudian ponsel ku berbunyi notifikasi pesan singkat masuk.
Aku yang sebenarnya sejak tadi mengendap endap mengikuti David dan berhenti di balik tembok anak tangga untuk mendengarkan pembicaraan mereka seketika terkejut dengan getaran ponsel yang berada di saku ku.Dan ternyata itu pesan dari David.
"Tetap di kamar,jangan coba coba turun,kalau kau berani turun maka aku tidak akan mengampuni mu."
Pesan ancaman dari David.
Sialan nih si duda,seperti ank dukun aja seperti tahu kalau aku sedang mengintip dan kepo.
Kataku memaki dalam hati.
"Kenapa?"
"Memang siapa yang datang ?"
Tanyaku membalas pesan David.
"Arga...."
"Tetap di kamar,dan coba coba memasang kancing yang sudah ku buka."
Balas David lagi tetap juga teringat dengan si kancing baju.
"Tapi aku lapar....."
Balasku lagi seolah mencari gara gara.
__ADS_1
"Kalau begitu turunlah,biar kau yang akan ku makan nanti tepat di depan Arga...."
Balas David terakhir sambil mendengarkan skema kerja yang sedang di jelaskan Arga.
"Gerrrrrrrrr......."
Sontak aku menjadi merinding membaca balasan terakhir dari pesan David.Dan aku pun memilih untuk tidak membalas lagi pesannya dan tetap diam di balik tembok tangga agar tetap bisa mendengarkan ada pembicaraan apa antara mereka.
"Jadi tuan ini masih bagian awal untuk skema kerja di bagian produksi produk ya.Saya minta pendapat anda tentang rancangan ini."
Kata Arga yang tidak sadar sebenarnya sejak tadi David tidak fokus dengan apa yang di sampaikan Arga.
"Pertama,jangan berbicara dengan bahas yang formal padaku,santai saja kita tidak hanya partner bisnis tapi juga teman bukan,oleh karena itu panggil saja nama ku biar kau sedikit rileks."
"Yang kedua,sebenarnya aku belum begitu paham dengan penjelasan proyek ini karena aku sedikit kurang sehat,jadi aku minta waktu sampai besok agar aku mempelajarinya dulu."
"Bagaiman?"
"Bisa?"
Tanya David berdalih.
"Oh...tentu saja Tuan...,eh maaf maksudku david."
Jawab Arga yang masih sedikit janggal memanggil secara santai.
"Tapi jika kau belum sehat,tidak perlu terburu buru aku masih bisa menunggu dalam beberapa hari sampai kau sembuh."
"Oh....tidak...."
"Tidak apa apa,aku cuma perlu waktu hari ini saja untuk mempelajarinya dan naima nanti akan membantuku karena dia juga harus mempelajari skema kerja nya karena dia adalah pimpinan proyeknya.Ya kan?"
Kata David yang sepertinya tujuan berbicaramya meminta agar Arga segera pulang.
"Oh ya,kau benar.."
"Dimana Naima?'
"Aku tidak melihatnya?"
Tanya Arga mata nya liar mencariku.
"Dia ada di kamar sedang beristirahat..."
Jawab David dengan sorotan mata yang seperti tidak suka jika Arga menyebut namaku apa lagi bertanya tentangku.
Ciih....dasar tuan duda,sampai harus berbohong untuk menghindarkan agar Arga tidak menemui ku.
Hihi......cemburu nya terkadang kelewatan😀
Aku tertawa dalam hati mendengarnya
__ADS_1
"Di jam makan siang seperti ini?"
Tanya Arga heran.
"Ya....karena sebenarnya dia kurang istirahat sejak tadi malam karena harus menjagaku semalaman."
Jawab david.
"Benarkah...."
"Apakah dia sedang sakit?"
"Bagaimana keadaanya sekarang?"
Tanya Arga terlihat panik.
"Hei.....tidak perlu menghawatirkan istri orang,karena suami nya ada di sini dan bisa me rawatnya."
Jawab David terlihat mulai kesal karena di latar belakangi rasa cemburu nya.
"Ya kau benar,aku terlalu terbawa perasaan."
"Maafkan aku."
Kata Arga yang sadar jika David adalah pemilik atas diriku sekarang.
"Hem..tidak masalah."
Jawab David berbasa basi.
"Baiklah David sebaiknya aku permisi dulu,mungkin Naima sedang membutuhkan mu saat ini di kamarnya."
Sambung Arga lagi pamit pulang.
"Hem...itu lebih baik"
Kata David menggerutu pelan tapi samar samar masih dapat ku dengar sambil melontarkan senyuman yang berat.
"Apa kau mengatakan sesuatu?"
Tanya Arga.
"Haah...?"
"Tidak...."
"Maksudku hati hati di jalan."
Jawab David sambil mengantarkan Arga ke pintu depan.
Mendengar salam perpisahan dari mereka,aku pun bergegas menaiki anak tangga menuju kamarku.Karena jika sampai David tahu aku ikut mendengarkan pembicaraan mereka,maka habislah aku.....
__ADS_1
Bersambung.......