
Setelah menyampaikan hal penting yang sebenarnya sudah ku dengar lebih dulu,ibu kepala sekolah pun menyarankan agar sebaiknya Rima saat itu juga di bawa pulang ke kediaman David dan kembali tinggal bersama kami.Karena jika memperhatikan gelagat Sahira sepertinya dia akan berani melakukan hal yang nekat untuk Rima.Dan yang paling ku takutkan adalah secara diam diam dia akan membawa Rima ke luar negri tanpa memberitahukan kami.Aku sadar keinginannya tiba tiba ingin memindahkan sekolah Rima tidak lain dan tidak bukan karena dia ingin membalas penghinaan yang dia dapat saat kami bertemu di kantor David.
Akhirnya aku memutuskan untuk meminta izin kepada ibu sekolah agar mengizinkan Rima untuk tidak masuk sekolah dalam beberapa hari sampai tuan Sajad bisa melakukan sesuatu tindakan hukum pada Sahira dan Rima dalam keadaan aman.Dan syukurnya ibu kepala sekolah mendukung dan menyetujui permohonan ku ini.
Setelah mendapatkan izin,aku pun bergegas membawa Rima pulang saat jam pelajaran masih berlangsung.Dari kejauhan aku melihat David sedang berbincang dengan Sahira di depan gerbang sekolah .Dari pengamatan ku sepertinya mereka sedang berdebat.Dan tentu saja hal ini membuat aku begitu dilema.Pertimbanganku adalah jika aku mendekati mereka dengan membawa Rima pasti Sahira akan bersikeras merebut Rima dari ku.Namun jika aku tidak menghampiri mereka,aku takut Sahira akan kembali menuntut David dengan ancaman ancaman nya dan aku tidak ingin Rima mendengarkan hal itu.Dengan rasa serbasalah tiba tiba Rima menarik tanganku yang masih menggandengnya.
"Ibu Nai....ibu Nai...."
Panggil Rima sambil menarik tangan ku.
"Ya sayang, kau butuh sesuatu?"
Jawabku dan kembali bertanya dengan membungkukkan sedikit badanku condong ke arah Rima.
"Bukankah wanita yang bersama ayah itu ibu Sahira?"
Tanya Rima menunjuk ke arah mereka.
"Ya...kau benar sayang."
Jawabku dengan penuh dilema.
"Apa yang sedang mereka bicarakan?"
"Sepertinya mereka sedang berdebat...?"
Tanya Rima sepertinya mulai paham.
__ADS_1
"Hem...entahlah?"
"Apa kau ingin menemui mereka?"
Tanyaku tetap saja memberikan penawaran,karena aku tetap tidak ingin membuat Rima terpaksa harus memilih siapa.
"Ibu Nai...."
"Jangan biarkan ibu Sahira membawaku pulang ke rumahnya lagi,karena aku sangat kesepian di sana,ibu Sahira tidak pernah punya waktu denganku,dia terus saja sibuk dengan paman Arya temannya."
Pinta Rima seolah permohonan dengan harapan aku mengabulkan nya.Dengan mengatupkan kedua tangan nya dan menatapku dengan mata yang berkaca kaca.
Sontak hatiku begitu pilu melihat wajah polos itu.Aku paham betul dan bisa merasakan apa yang di rasakan Rima sehingga kalimat itu keluar dari mulut mungilnya.
"Benarkah....."
Tanyaku untuk memastikan
"Ehm....."
Jawab Rima hanya mengangguk.
"Oh....sayang,ibu Nai senang sekali mendengarnya...."
Kataku sembari memeluk Rima.
"Tapi sayang,jika kita pulang begitu saja tanpa permisi dengan ibu Sahira,itu namanya salah..."
__ADS_1
Aku coba menjelaskan bagaimana cara nya ber etika yang baik kepada Rima,meskipun jujur sebenarnya aku merasa deg degan.
"Kenapa?"
Tanya Rima.
"Karena,selama beberapa Minggu ini kan Rima tinggal bersama ibu Sahira.Dan Rima sendiri yang menginginkannya saat ayah menjemput Rima.Nah jadi kalau sekarang kita langsung pulang saja kerumah tanpa memberitahu ibu Sahira itu namanya tidak sopan sayang.Di tambah lagi mungkin ibu Sahira bisa menduga dan menyalahkan ayah nantinya karena merasa merebut Rima dari ibu Sahira."
Kataku coba menjelaskan kembali dengan bahasa ringan dan berharap Rima mengerti dan memutuskan tetap ikut pulang bersamaku.
"Hem....baiklah...."
"Kalau begitu ayo kita temui ibu Sahira dan mengatakannya."
Ajak Rima begitu penuh rasa berani.
"Kau yakin....?"
Tanyaku yang lagi lagi tak ingin membebani pikiran Rima.
"Tentu saja..."
Jawab Rima menggandengku dan menuntunku dengan penuh percaya diri berjalan menuju ke arah David dan Sahira yang tengah berdebat.
Dengan rasa gundah gulana aku pun mengikuti langkah Rima dan berharap aku tetap bisa membawa Rima pulang ke rumah bersamaku.
Bersambung.......
__ADS_1