
Malam pun tiba,selesai sholat Maghrib David menyuruhku langsung bersiap untuk pertemuan dengan Arga.
"Cepatlah bersiap,pakai gaun yang kita beli tadi dan pakai riasan make up yang cocok dengan gaun itu,aku ingin kau terlihat sempurna."
Kata David memerintahku untuk tampil sempurna saat bertemu dengan Arga.
"Kenapa?"
Tanyaku cuek.
"Aku ingin Arga merasa menyesal meninggalkan mu saat melihat penampilan mu nanti."
Jawab David tegas.
"Serrr...."
Darahku seperti mengalir begitu cepat di dada saat mendengar katak kata berupa pembelaan dari David.
Sampai sebegitu nya kah,dia ingin memberikan pelajaran pada Arga atas apa yang ku alami.Tuhan...mungkinkah ini bentuk cintanya padaku?"
Aku bertanya tanya dalam hati.
"Hei...wanita penceramah,aku menyuruhmu segera bersiap,kenapa malah bengong?"
Tegur David membuyarkan lamunanku.
"Haah ...?"
"Bukan,aku hanya heran saja,kenapa kau menyuruhku harus berdandan sesempurna mungkin hanya untuk bertemu klien bisnismu?"
Tanyaku bawel padahal sudah mengerti apa maksud dan tujuan David.
"Itu harus ...!"
Jawab David singkat sambil memilih milih pakaiannya di lemari.
Merasa kesal dengan jawaban singkat David,rasa jahil ku pun datang.
"Bukan kah selama kau berjalan di sampingku aku akan terlihat sempurna meskipun tidak memakai gaun dan riasan.?"
Tanyaku menggoda David dengan memutar balikkan kata yang pernah di lontarkan David saat dalam perjalanan ke butiq yang memberi gambaran dia adalah pria sempurna hingga aku akan terlihat sempurna jika berjalan di sampingnya.
Spontan senyuman dengan lirikan tajam di tujukan David padaku,yang berarti dia mengerti bahwa aku sedang menggodanya dengan kata kata yang pernah dia katakan padaku..
"Sudah jangan banyak komentar,cepatlah bersiap aku mau melihat Rima sebentar ke bawa apakah dia sudah makan malam atau belum."
"Pastikan kau sudah selesai berdandan saat aku kembali lagi,kalau tidak bersiaplah menerima hukuman dari ku."
Kata David memberi ultimatum padaku sebelum keluar kamar.
"Hem....baiklah tuan duda,persiapkanlah dirimu dengan degupan jantung yang tak beraturan saat kau melihat ku setelah selesai berdandan.hehe...."
Jawabku merasa sok cantik,setelah David berlalu pergi.
__ADS_1
Aku pun mengeluarkan gaun yang di beli dari butiq,memilih haigheels dari barisan koleksi ku,mencocokan hijab dengan gaun yang ku pakai,terakhir memadu madankan tas ataupun cloutch yang cocok dengan gaun yang ku pakai.Semua berbaris di atas tempat tidurku hingga aku merasa cocok aku pun mengenakan semua yang sudah ku pilih.
Ku pilih riasan wajah yang sederhana karena gaun yang ku kenakan sudah begitu mewah nan glamour tak lupa lipstik merah merona sebagai warna favorite ku melengkapi riasan wajahku dan terlihat begitu serasi dengan gaunku yang bernuansa gold.Menutup proses akhir dalam bersiap diri untuk menghadiri pertemuan dengan rekan bisnis David yang tak lain adalah mantan dari masa lalu ku,ku pakai haigheels ku.
"Sempurna....."
Kataku di depan cermin sambil menenteng tas branded yang di beli oleh David sebagai kejutan.
Dan ternyata seperti biasa David sudah berdiri di depan pintu tanpa komentar apa pun yang dapan ku lihat dari cermin tempat aku merias.
"Bagaimana....?"
Tanyaku lagi lagi meminta pendapat David.
"Hem...."
Jawab David mengambil setelan jas coklat muda dari lemari pakaian.
"Hanya Hem....?"
Tanyaku merasa tidak puas dengan komentar David.
"Lalu apa?"
Tanya David sebelum masuk kamar mandi.
"Tidak bisa kah kau ucapkan satu atau dua kata untuk mengomentari penampilanku?"
"Dasar duda sombong,mengeluarkan satu kata saja susah,tidak menghargai usaha orang sama sekali."
Aku menggerutu sambil merapikan hijab ku dan memakai beberapa perhiasan tangan kecuali cincin kawin yang aku lupa di mana meletakkannya hingga tidak pernah ku pakai lagi.
Tak lama kemudian david pun keluar dari kamar mandi.Dia terlihat tampan sekali dengan setelan jass coklat muda yang di kenakannya.Sepertinya dia sengaja memilih warna itu agar terlihat serasi dengan warna gaun yang ku pakai.
Gila,si duda ini terlihat tampan sekali malam ini.
Puji ku dalam hati.
"Kenapa cemberut?"
Tanya david melihatku terdiam dengan wajah masam duduk di sofa.
"Hehe ..."
"Hanya berkata Hem,bukan berarti tidak menilai penampilan sempurna mu ini,kau tidak ingat apa yang di ceritakan rima di mobil tadi sore?"
Kata David berdiri di depan ku sambil memakai jam tangannya guna melengkapi penampilan nya yang terlihat sangat tampan.
Menyimak apa yang di katakan David,tiba tiba suara Rima terngiang ngiang di telingaku sambil aku mengingat ingat apa yang di ceritakan Rima di mobil tadi.
Apa ibu tahu,itu sudah menjadi kebiasaan ayah jika dia melihat sesuatu sampai terdiam tanpa memberi komentar,itu artinya ayah sangat menyukainya.
Akhirnya senyuman karena merasa tersanjung menghiasi wajahku setelah ingat apa yang di katakan Rima.
__ADS_1
"Sudah ingat?"
Tanya David setelah melihat senyuman di wajahku.
"Hem..."
Kataku tertunduk malu.
"Ulurkan tangan kanan mu"
Kata David sambil memasukan tangan ke salah satu saku celananya seperti ingin mengeluarkan sesuatu dari saku tersebut.
"Kenapa?"
Tanyaku mengangkat kepala ku dan menatap david penuh tanda tanya.
"Sudah lakukan saja apa yang ku katakan."
Jawab David.Kemudian aku pun langsung mengulurkan tangan kananku.
"Jangan lupa pakai ini,meskipun kau tidak menyukai nya.Setidaknya untuk malam ini saja agar terlihat kau sudah di nikahi oleh pria mapan sepertiku."
Lagi lagi kalimat sombong keluar dari mulut David sambil menyematkan cincin kawin yang selama ini tidak ku pakai karena aku lupa dimana menyimpannya saat aku pernah satu waktu melepaskannya untuk mengambil air wudhu.
"O....jadi selama ini cincin ini ada padamu?"
"Kenapa tidak mengatakannya padaku?"
Protesku.
"Aku menemukannya di kamar mandi,aku pikir sama seperti kau tidak menyukai pernikahan ini,begitu juga dengan cincin ini mungkin kau juga tidak menyukainya karena itu kau meletakkannya di sembarang tempat.Sejak itu aku berinisiatif menyimpan nya saja."
Cerita david menejelaskan padaku bagaimana cincin ini bisa ada padanya.
"David,kau sudah salah paham."
Kataku coba menjelaskan.
"Apa pun,alasannya simpan lah itu hanya di dalam hatimu saja.Aku tidak perlu mengetahuinya."
Ujar david mengangkat tangannya yang berarti "Cukup".
"Cepatlah turun aku menunggu mu di bawah."
Sambung David sebelum keluar kamar untuk turun terlebih dahulu.
Aku hanya terdiam menyaring semua yang di kata kan oleh david.Terasa menyimpan makna yang begitu dalam ku rasa.Tapi aku tidak tahu itu apa.
Duda sombongku,andai kau tahu sekarang aku malah mensyukuri pernikahan yang tadinya tidak kusukai ini.
Kataku dalam hati dan segera beranjak untuk turun menyusul david.
Bersambung.....
__ADS_1