
Tak lama selang David berangkat ke kantor setelah selesai sarapan.Rima pun menyusul naik ke kamarnya untuk mengikuti kelas online karena kegiatan belajar mengajar di sekolah Rima sudah di mulai.Tanpa harus ku dampingi karena Rima sudah cukup mandiri untuk belajar mengikuti kelas online nya yang di sarankan ibu kepala sekolah.
Setelah memastikan bahwa Rima sudah mengikuti kelasnya dengan baik,aku pun memutuskan kembali ke kamarku untuk memeriksa pekerjaanku.Walaupun sedang terjadi sebuah kasus penipuan dalam Mega proyek kerjasama yang sedang ku pimpin bersama Arga,namun proyek itu harus tetap terus berjalan karena ada puluhan anak anak yang kurang beruntung yang di yayasan panti asuhan milik David yang sudah menjadi tanggung jawabku untuk kebutuhan dan biaya hidup mereka.Karena nantinya bagian untuk perusahaan David dari keuntungan Mega proyek tersebut akan di alokasikan untuk keperluan anak anak dan panti asuhan.Untuk itulah Aku haris tetap semangat meneruskan Mega proyek ini dan tidak akan pernah membiarkan Sahira menguasainya.
Dengan di temani secangkir kopi,aku mulai memeriksa semua laporan dari tiap divisi dalam Mega proyek ini.Aku sangat bersyukur karena laporan dari bagian produksi melaporkan bahwa produk yang akan di hasilkan dari proyek kerjasama ini sudah mulai di produksi,begitu juga dengan strategi pemasarannya untuk promosi nya juga sudah mulai berjalan.Semua berjalan dengan baik sedikit lagi pekerjaanku hampir selesai dan aku berencana membuat pertemuan dengan team survei pasar untuk membicarakan penjualan.Namun sayang aku harus menunda rencana itu karena dengan terpaksa aku pun harus menghentikan pekerjaanku karena suara gaduh dan keributan yang terjadi di depan rumah.
Aku pun bergegas berlari ke balkon kamar untuk melihat dan mencari tahu suara ribut itu.Ayah dan ibu pun terlihat bergegas hendak menyebrang jalan menuju rumah kami.
"Kembalikan Rima kepada ibu kandungnya....kembalikan Rima kepada ibu kandungnya.....!!"
Teriakan mulai terdengar berulang ulang dari keramaian itu.
"Ada apa ini?"
Tanyaku sendiri coba mencaritahu siapa dalang di balik keributan yang terjadi ini.
Akupun bergegas turun berlari kecil menyusuri anak tangga untuk melihat keluar.
"Rima.."
"Ada ribut ribut apa di luar?"
"Kenapa berisik sekali?"
Panggil ibu yang melihat ku saat akan keluar.
"Entahlah Bu...,ini aku juga ingin melihatnya."
Jawabku.
"Kalau begitu ayo kita lihat..."
Ajak ibu menggandengku keluar dan berjalan dengan tergesa gesa.
Teriakan yang sama tak berhenti di serukan bahkan saat kami sudah keluar dan berdiri di depan aksi keramaian itu.
"Hei...hei...ada apa ini?"
"Kenapa kalian membuat keributan di depan rumah kami?"
"Dari mana kalian...?"
__ADS_1
Dengan garangnya ibu mertua mengintrogasi salah satu dari mereka yang masi saja menyerukan teriakan nya.
"Nyonya kami dari Komisi Perlindungan Anak dan Asosiasi perlindungan perempuan.Kedatangan kami ke sini untuk meminta agar keluarga nyonya mengembalikan Rima pada ibu kandungnya yang sudah di rampas secara paksa oleh anak nyonya sendiri beserta istrinya yaitu menantu nyonya."
Jelas salah seorang dari mereka yang seperti dari bahasanya terdengar dapat di simpulkan bahwa dia adalah penggerakan masa tersebut.
"Apa....!!!"
Sontak penjelasan mereka membuat ibu sangat terkejut.
"Atas keluhan siapa kalian melakukan tuntutan ini di depan rumahku?"
"Katakan...!"
Tanya ibu mertua lagi yang mulai tersulut emosinya.
"Atas keluhan Nyonya Sahira..."
Jawab mereka dengan jelas.
"Hufff....ya ampun wanita siluman ini benar benar tidak tahu diri ..."
"Aku bersumpah dia tidak akan hidup tenang karena telah berani melakukan ini di depan rumah ku."
Sementara aku hanya terdiam seolah kehabisan kata untuk menggambarkan sosok Sahira yang sudah keterlaluan ini.Ternyata kecurigaan ku benar,Sahira pasti sedang menyusun rencana di balik kemurahan hatinya mengizinkan Rima kembali bersama kami ke rumah.Dan akhirnya kecurigaan ku terjadi bahkan lebih parah dari apa yang ku bayangkan.
"Kembalikan Rima pada ibu kandungnya....kembalikan Rima pada ibu kandungnya....!!"
Seruan itu kembali mereka terik kan lagi.
"Hey...tolong hentikan...tolong hentikan ...,!!"
Perintah ibu mertua namun mereka tidak menghiraukannya.
"Sudah....!"
"Cukup...!!"
"Hentikan seruan kalian atau aku akan meminta petugas keamanan untuk mengusir kalian."
Teriakku begitu tegas dan seketika suasana menjadi hening tanpa ada suara,hanya mata yang saling memandang dalam aksi demo itu dengan di saksikan tetangga sekitar kompleks.
__ADS_1
"Silahkan saja,atau anda akan menjadi tersangka kasus penculikan anak"
Ancam salah seorang dari mereka.
"Hey....hey...beraninya kau mengancam menantuku!"
Ibu mertua semakin emosi dan melangkah maju dengan mengacungkan jarinya pada orang yang mengancamku.
"Maaf nyonya,kami tidak bermaksud mengancam menantu nyonya,tapi kami hanya menjalankan tugas kami sebagai pelayan masyarakat.Dan atas keluhan Nyonya Sahira sebaiknya pihak keluarga nyonya mengizinkan kami membawa Rima untuk di kembalikan kepada ibu kandungnya."
Jelas mereka yang hanya mendengarkan keluhan Sahira saja.
"Saya akan mengembalikan Rima pada Sahira tanpa komisi perlindungan anak memintanya jika Sahira menjadi ibu yang bertanggung jawab untuk putrinya."
Jawabku dengan sangat tegas hingga lagi lagi membuat mereka terdiam.
"Apa maksud anda?"
"Nyonya Sahira adalah ibu kandung dari Rima putrinya,dan menurut peraturan undang undang anak di bawah umur sepuluh tahun jika orangtuanya berpisah hak asuh anak mutlak jatuh ke tangan ibu kandungnya."
Mereka coba menjelaskan perturan hukum padaku tanpa tahu apa yang sudah di lakukan Sahira pada Rima bahkan saat Rima sangat membutuhkannya.
"Ya,anda memang benar bahwa Sahira adalah ibu kandungnya,dan peraturan hukum yang anda katakan juga benar.Lalu apa hukumannya bagi seorang ibu kandung yang rela meninggalkan keluarganya bahkan putri kandungnya yang masih berusia dua bulan pada saat itu hanya demi laki laki lain yang lebih kaya dari suaminya pada saat itu??"
"Coba katakan pada saya,jika seoarang ibu kandung punya hak besar mengasuh anaknya jika usia anaknya di bawah sepuluh tahun,lalu bagaimana dengan anak yang berusia dua bulan sudah di tinggalkan ibu kandung nya padahal di usia itu ibunya tidak hanya punya hak saja tapi melainkan kewajiban untuk merawat,menyusui,dan menjaga anaknya hingga dia tumbuh besar.Lalu kasus seperti ini adakah hukumannya untuk ibu seperti itu...?"
Tanyaku membalik kan semua pernyataan mereka.Dan mereka hanya terdiam.
"Saya tahu tugas dan fungsi kalian membela hak orang orang yang punya keluhan atas hak mereka.Akan tetapi walau demikian kalian juga tidak boleh hanya mendengarkan secara sepihak saja keluhan masyarakat yang mengeluhkan masalah mereka."
Kritik ku pada mereka.
"Ya...itu benar,andai saja kalian tahu wanita seperti apa Sahira itu,maka kalian akan menyesal telah membantu nya."
Sambung ibu mertua coba memberitahu kedok asli di balik wajah cantik Sahira.
"Nyonya,kami hanyalah bagian dari komunitas pelayan masyarakat yang coba berusaha mendapatkan hak dari seorang ibu kandung terhadap anaknya.Jika memang benar ada cerita lain di balik keluhan Nyonya Sahira bisa kah kami mendapatkan informasi cerita itu agar tidak terjadi ketidakadilan dalam kasus ini...?"
Pinta mereka coba bersikap bijaksana.
"Jangan dengar kan kata mereka.....!!!"
__ADS_1
Tiba tiba terdengar suara wanita yang begitu lantang yang keluar dari sebuah mobil mewah dan benar suara itu tidak lain adalah Sahira.Dan seketika suasana menjadi begitu tegang dan semua pandangan mata tertuju pada Sahira yang sedang berjalan ke arah kami.
Bersambung.....