Duda Sombong Pilihan Ayah

Duda Sombong Pilihan Ayah
Bab 132....


__ADS_3

Malam pun tiba,hari ini adalah hari yang cukup melelahkan karena aku memaksa otak ku untuk berfikir keras dan menemukan sebuah ide meskipun belum ada gambaran berhasil setidaknya aku sudah memiliki akses untuk berkomunikasi dengan Rima.


Selesai menyegarkan diri dan menyelesaikan makan malam,aku pun meminta izin kepada ayah dan ibu mertua untuk langsung ke kamar aku ingin segera beristirahat.Seolah paham betul dengan kondisi kesehatanku merekapun menyarankan agar aku segera istirahat.


Kebetulan David akan pulang sampai larut malam karena ada banyak meeting penting dengan beberapa klien nya yang dia hadiri sejak siang tadi selepas mengantarku pulang dari sekolah Rima.


Dan pada akhirnya aku benar benar merasa kesepian.Sambil rebahan di sofa aku pun langsung mengecek ponselku berharap Rima sudah membaca dan membalas pesanku.Namun aku sedikit kecewa pada kenyataan yang ada,karena ternyata Rima hanya membaca pesanku namun tidak membalasnya.Tentu saja hal ini membuatku semakin gelisah,aku takut jika Sahira mengetahui tentang ponsel ini dan Rima akan mendapat perlakuan buruk dari Sahira.


Entah kenapa aku menjadi begitu resah.Hingga hampir belasan kali aku membuka pesan yang ku kirim tadi ke ponsel Rima.Tak lama kemudian muncul sebuah pemberitahuan bahwa memori di ponselku telah full.

__ADS_1


"Haah....memori ponsel full?"


Tanyaku sendiri tercengang.


"Huff....!"


Pikirku sambil membuka tempat penyimpanan file di ponsel ku yang ternyata memang terdapat banyak file di sana.


Sebelum menghapus file file itu aku berpikir untuk membuka dulu file file itu satu per satu,karena khawatir ada file penting yang memang harus tetap di simpan.Dan ternyata benar satu satu persatu ku buka setiap file yang ada dan menghapusnya yang jika menurutku sudah tidak penting.Hingga akhirnya aku menemukan satu file rekaman yang durasinya terlihat lumayan panjang.Dengan rasa penasaran aku pun langsung membuka file rekaman tersebut yang ternyata isinya adalah percakapan David dengan Sahira yang intinya adalah tawaran Sahira pada David antara Rima dan asset milik David.Lebih tepatnya lagi dalam percakapan itu Sahira memanfaatkan Rima seperti sebuah alat tukar untuk semua keinginannya,dan ini sudah cukup untuk jadi bukti tindak kejahatannya.

__ADS_1


Akan tetapi setelah rekaman itu berakhir,aku malah jadi penasaran bagaimana percakapan ini bisa ada di ponselku.Dengan teliti aku mencari tahu detail dari file rekaman itu.Setelah ku perhatikan ternyata rekaman itu terekam di tanggal yang sama saat aku jatuh dari tangga hingga akhirnya mengalami keguguran.Aku berusaha keras mengingat ingat kejadian pada satu tanggal itu.Dan faktanya adalah rekaman ini secara tidak sengaja terekam saat David melakukan panggilan telepon dengan ku tepat di hari yang sama saat dia datang ke rumah Sahira sesuai permintaan Sahira yang bertujuan ingin menjemput Rima namun ternyata Sahira melakukan negosiasi.Aku baru ingat,mungkin saat itu David sengaja tidak mengakhiri panggilan telepon denganku agar aku juga dapat mendengar percakapan mereka dari jarak jauh.Dan keberuntungannya adalah secara tidak sengaja percakapan dalam panggilan itu terekam di ponselku dan hal ini membuat aku merasa bahwa Tuhan telah menunjukkan keajaibannya padaku untuk masalah yang tengah kami hadapi.


"Terimakasih Tuhan...."


Kataku merasa begitu bahagia sambil mengcopy file rekaman tersebut ke laptop ku untuk keamanan sampai tiba saatnya file itu bisa di jadikan bukti untuk menghancurkan kejahatan Sahira.


Rasanya tidak sabar menunggu kepulangan David dan menceritakan semuanya.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2